Home / Global

Jumat, 31 Januari 2020 - 17:00 WIB

WNI Dievakusi dari Wuhan, 100 Rumah Sakit Siapkan Ruang Isolasi

BERITAWAJO.COM,


TINDAKAN KEWASPADAAN: Ruang isolasi khusus yang disiapkan RSUD dr Soetomo untuk menangani pasien yang dicurigai mengidap virus korona. (Septinda Ayu/Jawa Pos)

JAKARTA– Pemerintah sudah menyiapkan berbagai macam opsi dalam mengevakuasi 249 Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok.

Nantinya seluruh WNI akan lebih dulu ditempatkan di lokasi karantina, dan jika ada yang mengalami gejala batuk, pilek, dan demam, maka mereka akan diisolasi di rumah sakit. Sebanyak 100 RS pun disiagakan seluruh Indonesia.

Di Jakarta, sedikitnya ada tiga RS utama yang akan menjadi pusat pasien virus Korona. Adalah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, RSPI Sulianti Saroso, dan RS Persahabatan. Ketiganya itu siap menampung pasien dan punya ruang isolasi khusus.

Baca  Ngeri! Hasil Studi: Kasus Corona di Indonesia Sebenarnya Mencapai 34.300 Pasien

Bahkan, RSPI Sulianti Saroso beberapa hari terakhir memang sudah merawat sejumlah pasien suspect virus Korona dan terbukti negatif.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menjelaskan, nantinya setelah pasien dikarantina di sebuah lokasi, kemudian jika ada yang terindikasi mengalami gejala maka akan diisolasi. Pihaknya susah menyiapkan 11 ruang isolasi tetap.

“Kalau demam batuk pilek, kami siap siaga di RS masing-masing. Ada 11 ruang isolasi. satu ruangan untuk satu pasien, dan jika meningkat jumlahnya kami juga sudah siap,” tegasnya dalam konferensi pers, Jumat (31/1).

Baca  Mantan Pejabat CIA Curiga; Corona Adalah Produk Virus untuk Perang Biologis

Begitu pula dengan RS Persahabatan yang mengklaim sudah banyak pengalaman dalam menghadapi pasien flu burung. Bahkan flu burung lebih parah dengan angka kematian sampai 80 persen.

Sejak tahun 2003, RS di Indonesia juga siaga menghadapi penyakit SARS. Lalu tahun 2005 menghadapi virus flu burung. Kemudian tahun 2009 menghadapi virus H1N1 atau flu babi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes menjelaskan, kesiapan semua SDM RS terus diintensifkan. Indonesia juga belajar dari pengalaman negara lain.

“Kita pelajari apa yang kurang. Stoknya bagaimana. Coba lihat Singapura, Malaysia sudah dekat banget nih. Kita tak boleh meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Baca  Sekolah Islam di Inggris Menempati Peringkat Tertinggi Kinerja Sekolah

Diketahui, pemerintah juga sudah memiliki laboratorium yang canggih untuk dengan cepat melakukan screening virus korona pada pasien. Satu pasien bisa diketahui positif atau tidak hanya dalam waktu dua hari.

“Sample pasien yang diisolasi kita ambil. Spesimen nasofaring dan dahak serta swap. Sekitar dua hari untuk pastikan virus Korona,” tegas Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes Kementerian Kesehatan, Vivy Setiawaty.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Global

15 Warga India Terlindas Kereta saat Mudik Akibat Lockdown

Global

KFIR, Pasukan Kilat Israel yang Sering Dijuluki Tentara Dajjal

Global

Trump Bersumpah Bakal Buat China Tanggung Jawab soal Corona

Global

Ngeri! Putus Mata Rantai Virus Corona, Pejabat Korut Ditembak Mati

Global

Arab Saudi Tiadakan Sholat Tarawih di Masjid Termasuk Masjidil Haram dan Nabawi

Global

Raja Salman Keluarkan Dekrit Pembukaan Kembali Pelataran Masjidil Haram untuk Tawaf Sunah

Global

Enam Pengusaha Besar China Siap Bangun Kawasan Industri Takalar

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?