Home / Nasional

Kamis, 28 Mei 2020 - 18:33 WIB

Warganet Ramaikan Tagar Kebohongan Baru Saat Pemerintah Mau New Normal

Warganet menggaungkan tagar #KebohonganBaru di tengah Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berusaha melakukan penanganan percepatan pencegahan penularan virus corona COVID-19.

Tagar #KebohonganBaru jadi trending topik di Twitter. Salah satu akun Twitter Anatasia_@anatasia184 menuliskan #KebohonganBaru dibuat untuk membela pengusaha, bukan rakyat. Untuk itu, rakyat sekarang sudah mulai memahami. “Jadi sudah paham siapa yang lebih diuntungkan dengan #KebohonganBaru yang dibuat oleh para penguasa?,” tulisnya yang dikutip Kamis, 28 Mei 2020.

Kemudian, Anatasia menyebut new normal atau tatanan kehidupan baru adalah #KebohonganBaru berupa cara instan herd imunity. Memang, Presiden Jokowi tengah mempersiapkan kebijakan untuk melakukan new normal meskipun kondisi corona masih menghantui di Indonesia.

Selain itu, akun Twitter Fatimah Sweet @FatimahSw33ty ikut mengomentari tentang adanya pengakuan dari Wakil Ketua DPR RI Dasco Sufmi Ahmad yang menyebut bahwa tidak mungkin negara akan terus-menerus membiayai rakyat.

Baca  Instruksi Presiden Joko Widodo, DKI Jakarta Dipastikan Tidak di-Lockdown

“Munculnya narasi Negara tidak mungkin terus menerus membiayai rakyat, apakah bisa diartikan sebuah pengankuan ketidaksanggupan? Kalau begitu, berarti mulai ada sinyal akan mengangkat BENDERA PUTIH #KebohonganBaru,” tulisnya.

Kemudian akun Twitter Erhael @rissalwan mengatakan harga premium tidak naik, diam-diam premium menghilang di pasaran. Lalu, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan dan diam-diam karantina yang dilakukan (penyekatan).

“New normal yang dipaksakan, diam-diam herd immunity yang diterapkan. #PolaLama #KebohonganBaru,” tulisnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin masyarakat produktif dan tetap aman dari wabah COVID-19. Karena menurut dia, masyarakat harus berkompromi dan bisa hidup berdampingan dengan corona COVID-19.

Karena informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), meskipun kurva sudah agak melandai atau jadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya, masyarakat harus berdampingan hidup dengan covid.

Baca  Resmi Mulai Hari Ini, yang Punya Cicilan Bisa Ajukan Penangguhan Angsuran, Ini Caranya!

“Yang penting, masyarakat produktif dan aman dari COVID-19. Berdampingan itu justru tidak menyerah, tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus COVID-19 dengan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Jokowi.

Menurut dia, pemerintah akan mengatur agar kehidupan berangsur-angsur kembali berjalan normal sambil melihat fakta-fakta di lapangan. Sebab, keselamatan masyarakat harus tetap prioritas.

“Kehidupan kita pasti berubah untuk mengatasi wabah ini. Itu keniscayaan, itu adalah yang oleh banyak orang disebut new normal atau tatanan kehidupan baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meninjau Stasiun MRT dalam rangka kesiapan penerapan prosedur new normal di sarana publik pada Selasa, 26 Mei 2020.

Jokowi mengatakan mulai hari ini akan dikerahkan pasukan TNI dan Polri pada sejumlah lokasi yang menjadi pusat keramaian, tujuannya lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan PSBB.

Baca  Adhie Massardi: Strategi Lawan Covid-19 Harus Diganti, Pakailah Jurus Nabi Nuh Dan Yusuf!

“Akan digelar di empat provinsi, dan 25 kabupaten kota mulai hari ini. Sehingga kita harapkan, kedisiplinan yang kuat dari masyarakat, agar semakin terjaga dan kita harapkan nantinya curva penyebaran covid ini akan semakin menurun,” kata Jokowi.

Share :

Baca Juga

Menteri Pemberi Izin Masuknya TKA China

Nasional

Ketum PP KB-PII: Menteri Pemberi Izin Masuknya TKA China Harus Direshuffle

Nasional

Sidang Lanjutan Anak Gugat Ayah, Pintu Maaf Sudah Tertutup

Nasional

Video: Suara Mengharukan Anies Saat Ungkap 283 Warga DKI Dimakamkan Sejak 6 Maret 2020

Nasional

Daerah Ingin Hentikan Operasi KRL, Luhut: Tak Semudah Membalikkan Tangan

Nasional

Oknum Mahasiswi Tawarkan Temannya ke Lelaki Hidung Belang, Tarif Rp700 Ribu Kencan Singkat

Nasional

Kecewa Penanganan COVID-19, Indonesia Terserah Masuk Google Trend

Nasional

Jika PSBB Gagal, Langkah Berikutnya Karantina Nasional?

Nasional

UAS tentang Habib Bahar: Boleh Kau Cabik-cabik Dagingku…Tapi Jiwaku Tak Bisa Kau Penjarakan