Home / Kesehatan

Jumat, 24 April 2020 - 17:26 WIB

Warga Tolak Sekolah Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pekerja dari Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyemprotkan disinfektan di area perumahan setelah wabah virus corona, di Ruichang, Provinsi Jiangxi, China, pada Sabtu (25/1/2020). - Reuters

Pekerja dari Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyemprotkan disinfektan di area perumahan setelah wabah virus corona, di Ruichang, Provinsi Jiangxi, China, pada Sabtu (25/1/2020). - Reuters

Jakarta – Warga Kampung Rawa menolak rencana Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta untuk menggunakan sekolah SDN Kampung Rawa 01/02 Johar Baru untuk digunakan sebagai lokasi isolasi pasien COVID-19 karena lokasinya yang tidak sesuai dengan syarat penanganan COVID-19.

“Kita kaget, kenapa pemilihannya di dua sekolah ini. Padahal secara lokasi sekolahnya berada di tengah-tengah pemukiman warga. Lalu aksesnya pun sulit dijangkau karena tidak seperti sekolah lainnya yang biasa berada dekat dengan akses jalan raya. Jalur sekolah ini (SDN 01/02 Johar Baru) harus melewati perumahan warga,” kata Erica, salah satu warga Kampung Rawa yang menandatangani surat keberatan penggunaan sekolah sebagai lokasi darurat untuk isolasi pasien COVID-19 yang dihubungi ANTARA, Jumat, 24 April 2020.

Baca  Kisah Memilukan Perawat Pasien Corona; Diusir dari Kos Sampai Kehabisan Makanan

Erica mengatakan penolakan terhadap rencana itu sudah disampaikan kepada perwakilan pemerintah mulai dari tingkat lurah hingga provinsi.

Sebanyak 500 warga di Kampung Rawa sepakat untuk melakukan petisi dengan mengumpulkan tanda tangan agar rencana penggunaan SDN 01/02 Johar Baru sebagai lokasi darurat untuk isolasi warga yang terindikasi kasus COVID-19 dibatalkan.

Erica juga menyampaikan bahwa warga tidak mendapatkan sosialisasi terkait penggunaan kedua sekolah itu untuk penanganan COVID-19. “Sehari setelah surat Dinas Pendidikan menyebar di WA grup, seluruh RT dan RW yang ada berembuk membahas apakah penggunaan SDN 01/02 Johar Baru untuk menjadi lokasi isolasi COVID-19 sudah disosialisasikan. Hasilnya menang tidak ada sosialisasi dari pihak kelurahan,” kata Erica.

Baca  Waduh! 5 Kebiasaan Ini Ternyata Memudahkan Virus Corona Masuk

Lebih lanjut, Erica mengatakan pihaknya menyayangkan sikap Kelurahan Kampung Rawa yang tidak mensosialisasikan penggunaan fasilitas umum dalam kondisi darurat pandemi COVID-19 saat ini.

“Meski memang baru sebatas rencana, kita tetap bingung. Kenapa harus sekolah itu, ini sudah jelas tidak masuk kriteria tempat penanganan COVID-19 karena berada di tengah pemukiman warga. Pak Anies sendiri bilang akan cari alternatif lain jika RSD Wisma Atlet penuh tapi tidak di tengah pemukiman warga. Tapi kenapa lurah merekomendasikan sekolah itu?” kata Erica.

Baca  Ilmuwan Lintas Universitas Perkirakan Sudah Ada 32 Ribu Kasus Positif Corona di DKI

Saat ini warga Kampung Rawa sedang menunggu jawaban dari pihak-pihak yang disurati yaitu Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Pusat, Camat Johar Baru, serta Lurah Kampung Rawa terkait penolakan warga.

“Kami masih menunggu jawabannya. Kami sudah berkirim surat baik hardcopy maupun softcopy. Semoga ada kejelasan karena kami pun khawatir di sini banyak anak kecil dan orang tua yang sangat rentan terpapar virus COVID-19 itu,” kata Erica. (tempo)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Jangan Panik! BNPB: Akan Ada 40 Ribu Penduduk Positif Corona Karena Jumlah Tes Meningkat

Kesehatan

Breaking News: Bertambah 13, Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 19 Orang

Kesehatan

Jawaban Sri Mulyani Soal BPJS: Tidak Mampu Bayar Iuran Kelas I dan II, Turun Saja ke Kelas III

Kesehatan

Ini Tiga Perbedaan Penyeberan Virus Corona Gelombang Pertama dan Kedua

Kesehatan

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Sampai Rp150 Ribu per Orang, Lewat Perpres 64/2020.

Kesehatan

Waduh! 5 Kebiasaan Ini Ternyata Memudahkan Virus Corona Masuk

Kesehatan

Kabar Buruk! 100 Karyawan Sampoerna Surabaya Positif Covid-19 Hasil Rapid Test

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?