Home / Nasional

Sabtu, 11 April 2020 - 18:15 WIB

Video Satelit Indonesia Hancur Lebur Bersama Roket China, Roy Suryo Sindir Megawati Soal Indosat

Jakarta – Sebuah roket asal Cina yang membawa satelit komunikasi baru untuk Indonesia gagal mencapai orbit dalam peluncurannya. Ini merupakan kegagalan peluncuran roket kedua bagi badan antariksa Cina dalam kurun waktu kurang dari sebulan dari yang pertama.

Roket Long March 3B lepas landas hari ini pukul 7.46 pagi EDT (11.46 GMT) dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang Cina di provinsi barat daya Sichuan, di mana waktu setempat adalah pukul 7:46 malam. pada Kamis malam, menurut Kantor Berita Xinhua, roket itu membawa Palapa-N1, juga dikenal sebagai Nusantara 2, satelit generasi berikutnya untuk komunikasi broadband dan siaran yang dibangun oleh perusahaan Indonesia, Indosat Ooredoo dan Pasifik Satelit Nusantara.

Tahap pertama dan kedua dari tiga tahap roket Long March 3B tampaknya sukses selama awal peluncuran pada Kamis. Tetapi ada yang salah dengan tahap ketiga, dimana roket tersebut meledak dengan puing-puing dan kembali ke Bumi, serta menghancurkan Satelit Palapa-N1 milik Indonesia.

Video yang diposting di situs media sosial China, Weibo, menunjukkan beberapa gambaran tentang peluncuran roket Cina. Video-video lain dari Guam menunjukkan puing-puing yang berapi-api di langit.

Pejabat Pertahanan Sipil (OCD) dan Pusat Fusi Regional Mariana (MRFC) mengatakan bola api itu berasal dari peluncuran roket milik Cina yang gagal. Mereka memantau semua peristiwa di wilayah itu, termasuk video yang beredar luas tentang benda berapi di langit Marianas malam ini,” kata para pejabat dalam sebuah pernyataan dilansir dari space.com, Kamis (9/4/2020).

Baca  Ternyata Segini Jumlah Korban Virus Corona Menurut Worldometer

“Dalam rapat dengan mitra federal, OCD dan MRFC mengidentifikasi bahwa objek itu kemungkinan terhubung dengan peluncuran uji satelit yang dijadwalkan dari Cina,” tambah mereka.

Peluncuran Long March 3B yang gagal, mengindikasi kegagalan peluncuran kedua Cina dalam waktu kurang dari sebulan. Pada 16 Maret, sebuah roket Long 7A gagal meluncurkan satelit rahasia ke orbit selama penerbangan debut dari Pusat Peluncuran Satelit Wenchang di Pulau Hainan, Cina selatan.

Menurut informasi, Cina bukan satu-satunya negara yang meluncurkan roket di hari yang sama ini. Sebuah roket Soyuz dari Rusia berhasil meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan pada pukul 4:05 EDT (0805 GMT). Misi itu berhasil mencapai stasiun ruang angkasa enam jam kemudian.

Roket Cina pengangkut satelit komunikasi milik Indonesia gagal mencapai orbit dalam peluncuran Kamis malam, 9 April 2020. Ini adalah kegagalan kedua dalam waktu kurang dari satu bulan yang dialami Badan Antariksa Cina.

Roket Long March 3B meluncur dari fasilitas peluncuran satelit di Pulau Xichang di Provinsi Sichuan pada Kamis malam, pukul 7.46 waktu setempat. Roket itu membawa Satelit Palapa-N1 atau yang juga disebut Nusantara Dua, sebuah satelit komunikasi komersial untuk menyediakan layananbroadband dan broadcast di Indonesia.

Baca  Palestina Keadaan Darurat!

Satelit itu dibangun China Great Wall Industry Corp. (CGWIC) milik perusahaan patungan Indosat Ooredoo dan Pasifik Satelit Nusantara. Satelit berbobot 5.550 kilogram itu sejatinya akan, di antaranya, menggantikan peran Satelit Palapa-D yang saat ini masih mengorbit dan menambah kapasitas PSN yang mengoperasikan satelit Nusantara-1.

Berikut video detik-detik Roket pembawa satelit terbakar

Roy Suryo sindir Megawati soal Indosat

Mantan Menkominfo Roy Suryo mencatat, Satelit N2 sedianya disiapkan untuk mengganti Palapa-D yang masa orbitnya akan berakhir Mei 2020.

“Tweeps, tragedi menimpa Satelit Nusantara Dua (sebelumnya disebut Palapa-N1) semalam, Satelit yang diluncurkan Xichang Satellite Launch Center di Xichang, China, meledak bersama Roket Long March-3B. Pemerintah tentu harus Antisipasi pengganti Palapa-D yang akan berakhir Mei 2020 yad,” tulis Roy di akun @KRMTRoySuryo2.

Roy Suryo mencoba menjawab rasa penasaran publik, mengapa N2 diluncurkan dari China, bukan Amerika Serikat atau Perancis.

“Tweeps, banyak yang bertanya mengapa diluncurkan dari China, bukan Cape Canaveral (AS) atau Guyana (Perancis) seperti yang lalu-lalu, kalau ini silakan tanya ke @kemkominfo yang semoga sudah tahu resikonya. Meski ada asuransi, tetapi pasti ada rugi waktu, tenaga dan beaya lain dengan tragedi ini,” tambah @KRMTRoySuryo2.

Baca  Mantap! Fahira Idris Donasikan Gajinya Sampai Wabah Corona Diumumkan Berakhir

Sebagai tragedi kehilangan satelit, Roy Suryo menyebut tragedi terbesar kehilangan satelit saat penjualan Indosat di era Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2002.


“Tweeps, tapi tragedi terbesar ialah penjualan Indosat jaman Presiden Megawati tahun 2002, di mana Indosat ini induk dari Satelindo, operator satelit-satelit Indonesia dan otomatis Indonesia juga kehilangan satelit-satelit, faham? Ada janji mau buyback dari Presiden @Jokowi. Semoga janji ditepati!,” beber @KRMTRoySuryo2.

Pakar telematika Onno W. Purbo berpendapat bahwa peluncuran satelit mungkin lebih bagus menggunakan peluncur NASA atau Arian.

“Memang resiko satelit seperti itu..Mungkin pake peluncur NASA atau Arian agak lebih bagus,” tulis Onno di akun @onnowpurbo menjawab pertanyaan akun @NShofi_ yang bertanya soal gagalnya peluncurkan N2. (AK)

Share :

Baca Juga

Nasional

Hii, Sosok Iblis Jahat Menyerupai Anak Kecil Terekam CCTV Hotel

Nasional

Din: Umat Islam Tak Perlu Balas Konser dengan Buka Masjid

Nasional

Prabowo: Dalam Perang Tentara di Garis Depan, Sekarang Dokter Pahlawan Bangsa
Anies Baswedan Dicaci di Indonesia

Nasional

Anies Baswedan Dicaci di Indonesia, Dipuji di Luar Negeri Sejajar dengan Gubernur New York

Nasional

Cara Kembalikan Akun WhatsApp yang Dibajak

Nasional

Tidak Ada Unggahan Duka Jokowi untuk Djoko Santoso, Adhie Massardi: TNI Memang Lebih Dekat ke Rakyat

Nasional

Bantah Faktor Kemiskinan, Keluarga: Kakek Ambo Tang Menghilang Sebelum Ditemukan Meninggal

Nasional

Haji 2020 Ditiadakan, DPR Sesalkan Pengumuman Tanpa Konsultasi Terlebih Dahulu