Home / Nasional

Kamis, 21 Mei 2020 - 23:11 WIB

Din: Umat Islam Tak Perlu Balas Konser dengan Buka Masjid

Din Syamsuddin meminta umat Islam tak perlu balas dendam dengan ketidakadilan pemerintah dalam membatasi kegiatan masyarakat selama pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Dr M Din Syamsuddin menegaskan hal itu dari enam seruan yang disampaikan pada PWMU.CO Selasa (19/5/2020). Berikut isi lengkap seruan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Bismillahirrahmanirrahim

Sehubungan dengan Covid-19 masih merebak di seluruh Indonesia, dan korban yang dinyatakan positif masih bertambah, maka demi keselamatan bersama dipesankan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, kepada segenap rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, agar tetap mematuhi anjuran para ahli kesehatan untuk menjaga jarak sehat secara fisik (physical distancing). Yakni dengan menghindari kerumunan yang dapat mendorong penularan Covid-19.

Baca  Menag Fachrul Razi Dukung Perpanjangan Izin FPI

Kedua, pepada pemerintah untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum.

Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan. Jangan melarang umat Islam bershalat jamaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain.

Ketiga, kepada pemerintah agar bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur sementara bantuan sembako tidak terbagi merata.

Mengapa pada saat demikian pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat.

Baca  Pencuri Kotak Amal Ini Ambili Uang Pakai Lidi Satu Persatu sampai Dapat Rp 644.000.

Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah SWT, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab?

Keempat, kepada umat Islam agar tetap konsisten menaati Fatwa MUI untuk sementara waktu mengalihkan shalat berjamaah, termasuk shalat Idul Fitri, ke rumah masing-masing, dan anjuran para ahli kesehatan (ahl al-dzikri) untuk selalu menerapkan prinsip physical distancing dengan tidak berkerumun.

Tidak perlu ada yang “membalas dendam” terhadap ketidakadilan pemerintah tersebut dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid—sebagaimana yang banyak beredar di media sosial atau bertanya langsung.

Baca  Kecewa Penanganan COVID-19, Indonesia Terserah Masuk Google Trend

Saya banyak mendapat pertanyaan dan penyampaian dari umat bahwa mereka merasakan ketakadilan pemerintah. Mereka ingin melawan dengan akan berbondong-bondong ke masjid.

Kelima, kepada umat Islam, sebagai warga negara yang baik, untuk selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah). Biar pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan.

Keenam, kepada umat Islam agar pada hari-hari akhir Ramadhan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdoa ke hadirat-Nya untuk melimpahkan ma’unah-Nya atas bangsa Indonesia sehingga terbebas dari wabah Corona, dan dari marabahaya dan malapetaka. (pwmu)

Wallahu al-Musta’an

Jakarta, 19 Mei 2020. (*)

Penulis/Editor Mohammad Nurfatoni.

Share :

Baca Juga

Nasional

Mahasiswa Muslim Desak Pemerintah Buka-bukaan Data Corona, Meskipun Pahit

Nasional

Ancaman Imam Nahrawi: Siap-siap Saja yang Merasa Terima Dana KONI

Nasional

Rizal Ramli Ingatkan Jokowi: Nyawa Lebih Penting dari Proyek!

Nasional

Instruksi Presiden Joko Widodo, DKI Jakarta Dipastikan Tidak di-Lockdown

Nasional

Dipojokkan Ade Armando, Din Syamsuddin: Semoga Beliau Kembali Ke Jalan yang Benar 

Nasional

Kisah Masuk Islam: Seorang Perawat Dan Pasien Muslim

Nasional

Menaggapi Wacana Darurat Sipil, Ini Seruan Habib Rizieq dari Tanah Suci

Nasional

Narapidana Sumbang APD untuk Penanganan Wabah Virus Corona