Home / Islam

Kamis, 16 April 2020 - 16:57 WIB

UAS Mendorong Agar Melawan Dampak Covid Lewat Masjid

Jakarta – Masjid-masjid didorong memainkan peran menahan dampak perekonomian pandemi Covid-19 terhadap warga miskin. Terkait hal itu, dai ternama Ustadz Abdul Somad (UAS) menuturkan apa yang ia lakukan bersama warga dan pengurus masjid di lingkungannya.

UAS yang juga merupakan ketua masjid di lingkungannya menganjurkan pada jamaah yang mampu mengumpulkan dana untuk dibelikan paket bantuan. Ia mencontohkan, di lingkungan masjidnya, jamaah dianjurkan menyisihkan dana Rp 300 ribu untuk membeli berbagai kebutuhan dalam paket.

“Kita patok Rp 300 ribu. Isinya beras 30 kilogram, gula, kopi, teh, dan lainnya yang dibagikan dalam tiga tahap,” kata UAS saat melakukan diskusi jarak jauh dengan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kala (JK), Selasa (14/4) malam.

Baca  1 Ramadan 1441 Hijriah Jatuh pada Jumat 24 April, dan Idul Fitri, pada Ahad 24 Mei 2020

UAS melanjutkan, tahap pertama dibagikan pada 10 April lalu untuk persiapan Ramadhan. Sementara itu, tahap kedua, dia melanjutkan, dilakukan pada 10 Mei nanti sebagai persiapan menyambut Idul Fitri. “Tahap ketiga dilakukan pada 10 Juni andai wabah ini berlanjut. Itu sebagai langkah antisipasi,” kata UAS.

Menimbal pernyataan UAS, JK menyebut bahwa langkah itu merupakan hal yang sangat baik dan patut dilakukan, terutama saat masa kesulitan ekonomi di tengah wabah Covid-19 saat ini. “Itu contoh baik,” ungkap JK

Melanjutkan jawabannya pada UAS, JK menambahkan, 300 ribu masjid yang terdaftar di DMI atau bahkan lebih banyak masjid baru setiap waktunya memang memiliki cara tersendiri, di antaranya menjadi lokasi dapur umum. JK memuji hal tersebut layaknya cara UAS dengan masjid di lingkungannya dalam memberdayakan masyarakat berekonomi rendah.

Baca  UAS: Meninggalkan Sholat Jumat Saat Wabah Hukumnya Sunah. Ini Penjelasannya!

Mantan wapres itu mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 ini, masjid memang tak melaksanakan ibadah seperti biasanya. Namun, menurut dia, masjid harus bisa dihidupkan. “Setidaknya tetap hidup dengan adzan,” ujar dia.

Dalam diskusinya dengan UAS, JK menambahkan, menjelang ibadah puasa, Tarawih dan kajian serta kegiatan lain di masjid memang ditiadakan. Namun, bukan berarti kegiatan tersebut sama sekali menghilang. “Bukan dipastikan tidak ada sama sekali. Ada, tapi dilakukan di rumah,” kata JK.

Dia menegaskan, adzan masjid akan selalu ada meski di tengah kekhawatiran pandemik saat ini. Terlebih, pihaknya juga sudah menyebarkan surat edaran agar adzan bisa terus dilakukan. “Sholat berjamaah lima waktu dengan jumlah jamaah terbatas juga ya silakan. Tapi, tidak terbuka bagi jamaah umum seperti biasanya,” tuturnya. Menurut dia, hal tersebut agar bisa menjaga jarak sosial dan membatasi penyebaran Covid-19.

Baca  UAS tentang Habib Bahar: Boleh Kau Cabik-cabik Dagingku...Tapi Jiwaku Tak Bisa Kau Penjarakan

Dia tak menampik bahwa pada waktu biasanya, masjid selalu dihidupi oleh jamaah dan masyarakat. Karena itu, pada masa-masa sulit seperti ini, masjid juga diharapkan bisa membantu meringankan dan menghidupi atau memakmurkan masyarakat. “Kita biasa anjurkan masyarakat untuk makmurkan masjid. Tapi, masjid juga harus makmurkan masyarakat, utamanya pada saat sekarang,” ujarnya (rep)

Share :

Baca Juga

Islam

Qori dan Imam Terkenal Syeikh Abu Bakr al-Shatri Terinfeksi Virus Corona COVID-19

Islam

Hebat! Kisah Dua Laki-laki Ini Tetap Meneruskan Shalat Meski Dihujani Anak Panah

Islam

UAS: Sudah Lebih dari Sebulan Saya Isolasi Diri. Kenapa?

Islam

KH. Marfu Muhyidin Ilyas, Mengungkap Prediksi Corona Berdasarkan Perspektif al-Quran

Islam

UAS; Jangan Karena Corona Kita Benci Suku!

Islam

Anggota DPR Usul Dana Haji Dipakai Tangani Corona

Islam

Ternyata Sedekah Bisa Menjadi Senjata Menolak Wabah Virus Corona, Ini Dalilnya!

Islam

Awas! Ancaman Pandangan Mata Dapat Mencelakai Orang Lain