Home / Global

Selasa, 28 April 2020 - 17:04 WIB

Tiongkok Minta Amerika Jujur soal Virus Corona

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang memberikan keterangan pers di Beijing, Selasa (7/1). Foto: ANTARA/HO-MOFA/mii

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang memberikan keterangan pers di Beijing, Selasa (7/1). Foto: ANTARA/HO-MOFA/mii

Beijing – Tiongkok prihatin melihat minimnya kepercayaan masyarakat Amerika Serikat terhadap kemampuan pemerintah mereka sendiri dalam mengatasi virus corona.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang mengatakan, banyak orang di AS mempertanyakan apakah pemerintah setempat telah merespons wabah ini secara tepat dan efektif.

“Mereka ingin meluruskan fakta, kapan kasus pertama terjadi di Amerika Serikat? Apakah pemerintah AS menyembunyikan sesuatu? Mengapa mereka begitu mati-matian mencari kesalahan negara-negara lain dan organisasi internasional?” ujar Geng dalam jumpa pers.

Pada 4 April lalu, Washington Post menerbitkan sebuah artikel yang memberikan gambaran luas tentang bagaimana dan mengapa pemerintah AS menangani epidemi dengan buruk pada tahap awal.

Baca  Ini Tiga Perbedaan Penyeberan Virus Corona Gelombang Pertama dan Kedua

Pada 13 dan 19 April saat jumpa pers Gedung Putih, wartawan CBS dan CNN mempertanyakan keterlambatan respons pemerintah AS terhadap COVID-19 ketika mereka sudah mengetahui risiko potensial dari penyebaran global virus itu.

Pada 14 April, The Atlantic dalam sebuah artikel menyebutkan bahwa alasan utama merebaknya kasus infeksi secara besar-besaran di AS adalah kurang kuatnya langkah pemerintah.

Baca  China Akan Bor Minyak di Laut Sengketa, AS dan Australia Kirim Kapal Perang

Pada 21 April, Los Angeles Times melaporkan bahwa berdasarkan hasil autopsi yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan Santa Clara County, kasus kematian pertama akibat virus corona sebenarnya terjadi pada 6 Februari, hampir satu bulan lebih awal dari versi resmi pemerintah. Para pejabat Santa Clara juga mengatakan bahwa warga California mungkin telah terinfeksi sejak Desember tahun lalu.

“Kami berharap pemerintah AS dapat secara tepat waktu menanggapi kekhawatiran masyarakatnya sendiri dan komunitas internasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga dapat diundang untuk membantu meninjau proses ini,” kata Geng.

Baca  Terungkap: AS Curigai Penelitian Corona di Wuhan Sejak 2018

Menekankan bahwa penyakit menular merupakan musuh bersama seluruh umat manusia, Geng mengingatkan bahwa baik masyarakat Tiongkok maupun AS adalah korban, dan hanya melalui solidaritas dan kerja samalah komunitas internasional dapat memenangkan perjuangan melawan virus tersebut.

“Kami berharap AS akan mengambil sikap terbuka, transparan dan bertanggung jawab, mengambil langkah-langkah efektif untuk melindungi kehidupan dan kesehatan warganya, dan bekerja sama dengan komunitas internasional guna menjaga keamanan kesehatan masyarakat global,” ujar Geng. (jpnn)

Share :

Baca Juga

Global

Uni Eropa Tidak Akan Akui Kedaulatan Israel

Global

WNI Dievakusi dari Wuhan, 100 Rumah Sakit Siapkan Ruang Isolasi

Global

Gaduh Pernyataan Agnez Mo, Pengamat Nilai Sudah Dipolitisasi

Global

Nikah Tertunda Akibat Lockdown, Pasangan India Bunuh Diri

Global

Puji Langkah Tanzania Tolak Utang China, Ini Kata Natalius Pigai

Global

Inggris Lockdown, China Khawatir Gelombang Kedua Wabah Corona

Global

Italia Catat Penurunan Kasus Infeksi Virus Corona 2 Hari Berturut-turut

Global

Trump: Dua Pekan ke Depan Akan Sangat Menyakitkan, Semua Warga AS Harus Siap