Home / Global

Senin, 6 April 2020 - 12:21 WIB

Tidak Bebas! Para Tahanan di Turki Produksi 1,5 Juta Masker untuk Rumah Sakit

BERITAWAJO.COM – Para tahanan di enam penjara di Turki dikabarkan telah memproduksi 1,5 juta masker sekali pakai setiap bulan. Hal ini disampaikan Kementerian Kehakiman Turki pada Ahad (29/3/2020).

Jutaan masker ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan medis rumah sakit di Turki yang kini tengah bergelut dengan wabah virus Corona, Covid-19.

“Lokakarya narapidana yang baru-baru ini diluncurkan di beberapa penjara Turki ini berkontribusi pada produksi 80 jenis pasokan rumah sakit, termasuk masker, pakaian perawat dan ahli bedah,” kata pejabat kementerian dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca  Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

Kementrian menambahkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, para tahanan telah meningkatkan tingkat produksi mereka setelah wabah virus Corona menyebar di Turki.

Pada Ahad (29/3/2020) pihak berwenang Turki mengkonfirmasi bahwa jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 telah meningkat menjadi 9.217 , termasuk 131 kematian dan 105 sembuh.

Turki juga telah menangguhkan seluruh penerbangan internasional sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran virus corona. Keputusan itu disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat, (27/3/2020).

Baca  Arab Sumbang 20 Ton Alat Medis untuk Indonesia Tangani Corona

“Seluruh penerbangan internasional telah dibekukan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan,” kata Erdogan.

Untuk penerbangan domestik atau antar kota, Erdogan menekankan hal itu harus mendapat izin dari otoritas lokal. Selain menutup penerbangan internasional, Pemerintah Turki meyakinkan telah menyiapkan tempat-tempat perawatan intensif dan meningkatkan produksi respirator, yakni alat yang digunakan para penggunanya dari udara berbahaya

Baca  Baru! Peneliti China Beberkan 30 Mutasi Baru Virus Corona

Share :

Baca Juga

Global

Demi Rawat Rakyat Miskin, Presiden Meksiko Jual Pesawat Kepresidenan

Global

NASA Akan Kirim Astronot di Waktu Paling Utama untuk Shalat Tahajud

Global

Ilmuwan Jerman Berharap Diizinkan Masuk Wuhan untuk Penelitian Virus Corona

Global

China Sampaikan Pesan Ini ke AS yang Hentikan Dana untuk WHO
Virus Corona Buatan Lab di Wuhan

Global

Trump Klaim Punya Bukti Corona Berasal dari Lab Wuhan

Global

Didesak Investigasi Corona, China Setop Impor Sapi Australia

Global

Trump: Dua Pekan ke Depan Akan Sangat Menyakitkan, Semua Warga AS Harus Siap

Global

Waduh! Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, Dikarantina Terkait Virus Corona