Home / Hukum

Jumat, 3 April 2020 - 08:57 WIB

Ternyata Wakapolri Hadir di Pesta Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana

Sejumlah perwira Polri diketahui hadir dalam resepsi Kompol Fahrul Sudiana dan selebgram Rica Andriani.

Resepsi pernikahan itu berlangsung dua hari setelah Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat. Isinya melarang acara yang melibatkan banyak orang. Termasuk resepsi pernikahan.

Sudah banyak resepsi pernikahan yang dibatalkan, bahkan dibubarkan polisi. Ternyata resepsi pernikahan Kompol Fahrul Sudiana, mantan kepala Polsek Kembangan, berlangsung lancar di hotel mewah kawasan Senayan, Jakarta.

Wakil Kepala Polri, Komjen Gatot Eddy Pramono ikut hadir dalam acara yang digelar di tengah pandemi virus corona tersebut.

Maklumat Kapolri sebenarnya belum dapat menjadi rujukan hukum. Hanya sebagai imbauan. Menurut Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, maklumat bukan termasuk peraturan perundang-undangan.

Baca  Ditertibkan, Ibu Pedagang Emperan: "DI Luar Kami Mati Corona, di Rumah Kami Mati Kelaparan Pak!"

“Jadi dari sudut peraturan perundangan-undangan tidak ada aturan hukum yang dilanggar,” kata komisioner Kompolnas, Andrea Poeloengan, Kamis (2/4/2020).

Namun, dari perspektif kode etik dan disiplin Polri, maklumat Kapolri merupakan perintah lisan yang dituangkan dalam tulisan. Sifatnya perintah bagi seluruh jajaran Polri.

“Tidak hanya kapolsek saja seharusnya yang dikenai sanksi kode etik atau disiplin. Tetapi seluruh anggota/pejabat Polri yang hadir tanpa kecuali. Wajib diperiksa Propam dan segera disidangkan tidak dalam waktu yang lama,” tambah Andrea seperti dikutip dari Detikcom.

Baca  Napi Asal Sulsel Ini Menolak Dibebaskan Pemerintah: Mending di Sini, Banyak Teman

Kanit Intel, Kapolsek dan Kasat Intel yang wilayah lokasi tempat pesta, katanya, juga harus diperiksa. Mereka tidak mencegah dengan membatalkan izin keramaian serta membubarkan pesta tersebut.

Tak hanya itu, kehadiran Wakapolri dalam pernikahan tersebut juga menunjukkan ada tindakan insubordinasi.

“Kalau Wakapolri hadir, berarti termasuk insubordinasi dari perintah Maklumat Kapolri. Ini merupakan dugaan pelanggaran yang wajib diperiksa oleh Propam,” katanya.

Selain memeriksa Wakapolri, Andrea menambahkan, Kanit Intel, Kapolsek dan Kasat Intel yang wilayahnya menjadi lokasi tempat pesta pernikahan juga harus diperiksa.

Baca  Polisi Jual Masker; Ini Kata Pengamat

‚ÄúSebab, mereka seharusnya bisa mencegah sebelumnya dengan membatalkan izin keramaian serta membubarkan pesta tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pesta pernikahan Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana dengan selebgram Rica Andriani menjadi perdebatan publik.

Pasalnya, pesta pernikahan yang digelar cukup mewah itu dilaksanakan di tengah ada pandemi wabah virus corona atau Covid-19.

Pesta tersebut jadi sorotan publik lantaran bisa tetap terlaksana. Padahal, masyarakat di banyak wilayah yang menggelar pesta pernikahan dibubarkan polisi demi mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.

Sumber 1 2

 

Share :

Baca Juga

Hukum

Suap Impor Bawang, Eks Politikus PDIP Dituntut 10 Tahun Bui

Hukum

Ditegur Pakai Masker, Polisi Ajak Duel Sesama Polisi, Akhirnya Dimutasi Kapolda Jabar

Hukum

Cegah Corona di Penjara, Yasonna Usul Bebaskan 300 Napi Korupsi di Atas 60 Tahun

Hukum

Fahira Idris Akan Melaporkan Balik Muanas Alaidid ke Polisi

Hukum

Romi Sebut Punya PR Jadi Imam Tarawih Usai Bebas dari Penjara

Hukum

Rocky Gerung: MK Itu Otaknya di Istana, Kakinya Dirante Senayan, Hanya Tangannya yang Bebas Transaksi

Hukum

Waw! Sebanyak 18.062 Narapidana dan Anak Telah Dibebaskan

Hukum

Kuasa Hukum: Ruslan Buton Dipecat Dari TNI Karena Tolak TKA China Masuk Ke Maluku