Home / Opini

Minggu, 17 November 2019 - 20:36 WIB

Tantangan Umat Islam: Menyatukan Keimanan dan Ilmu Pengetahuan

BERITAWAJO.COM – Bagi setiap hendaknya berkeinginan untuk “membumikan” syariat Islam secara menyeluruh ibarat pada masa-masa awal Islam. Namun tentunya untuk mewujudkannya tidak akan mudah, alasannya selalu ada musuh-musuh yang akan menghalanginya dalam aneka macam macam bentuk dan tentunya ini semua tidak lain perbuatan Iblis dan pengikutnya.

Mencontoh masa awal Islam, tentunya keimanan setiap pemeluk menjadi modal utama untuk mewujudkannya. Selain itu, jikalau kita melihat sejarahnya, ternyata tidak hanya keimanan saja, namun memerlukan kekuatan yang cukup untuk memenangkannya. Seperti sanggup kita lihat pada sejarah perang khandak (parit). Dengan Ilmu pengetahuan perang yang dimiliki Sahabat Rasul yang berasal dari persia, kesudahannya terciptalah parit seni administrasi perang memakai parit.

Hal ini juga terlihat pada perang-perang lainnya ketika masa penaklukan wilayah pada masa Khulafaurrasyidin, dimana seni administrasi perang yang matang dibarengi keimanan yang sangat berpengaruh menjadi penentu kemenangan.

Baca  Cara Praktis One Day One Juz Sendirian

Pada masa yang disebut ‘Dark Age’ atau kala kegelapan di dunia Eropa, justru sebaliknya di dunia Islam merupakan ‘Light Age’ (kalau boleh disebut demikian) atau kala kejayaan Ilmu pengetahuan di dunia Islam. Ilmu pengetahuan di dunia Islam berkembang pesat pada masa itu. Ini tidak lain berkat anjura-anjuran untuk berpikir dan melihat dunia seisinya yang terdapat dalam banyak ayat AlQuran.

Perang penaklukan wilayah oleh kerajaan-kerajaan Islam sampailah mengusik dunia Eropa yang kesudahannya terjadi Perang Salib. Dari perang salib terjadilah persinggungan budaya dan masyarakat. Ilmu pengetahuan pun mengalir ke dunia Eropa.

Kita tidak bisa menyamakan apa yang terjadi pada masa itu dengan kini dimana kita begitu gampang mendapat informasi dari aneka macam penjuru dunia. Aliran ilmu pengetahuan ketika itu ke dunia eropa berjalan dengan cukup lambat. Setidaknya 4 kala Ilmu berkembang di Eropa pasca perang Salib (abad 12 masehi), kesudahannya Eropa mencapai kala pencerahan (Renaisance).

Baca  Makar Itu Pakai Militer, Bukan Pakai Dosen dan Mahasiswa

Pasca renaisance Eropa yang terjadi pada Abad 16, Dunia Islam takluk dalam politik kekuasaan dunia Eropa yang kesudahannya budaya mereka pun perlahan tapi niscaya merembes ke dunia Islam. Masyarakat melihat dunia Eropa yang lebih maju sehingga merekalah yang perlu ditiru dalam segala hal.

Dari sini, kita akan melihat bahwa kekuatan (ilmu pengetahuan) mempunyai tugas penting dalam menggenggam dunia. Isyarat akan pentingnya Ilmu Pengetahuan bagi sebuah kemenangan terlihat dalam kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim. Bahkan perintah untuk membaca yaitu wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah saw. Kita tahu bahwa membaca merupakan kegiatan penting dalam menuntut ilmu.

Sementara kita lihat ketika ini, bagaimana nasib Ilmu pengetahuan di dunia Islam, kemudian bandingkan dengan dunia Eropa dan Amerika (Barat) yang notabene ketika ini menggenggam dunia. Dunia Islam takluk dalam dominasi politik dan budaya Barat. Akibatnya Hukum-hukum dunia yang telah ditetapkan Allah swt untuk diterapkan oleh Umat Islampun sangat sulit dilaksanakan. Sementara melawan dominasi tersebut, hanya bisa dilakukan jikalau umat Islam mempunyai kekuatan sebanding yaitu Ilmu Pengetahuan ibarat mereka.

Baca  Betulkah Wanita Lebih Baik Jika Shalat di Rumah?

Kita bisa lihat juga bagaimana dengan Asia Timur ibarat Cina, Jepang dan Korea Selatan? Mereka bisa membuatkan Ilmu Pengetahuannya namun sayang tidak dibarengi dengan keimanan. Mereka pun kesudahannya hanya mengikuti tingkah laris dan budaya dari Barat.

Keimanan dan Ilmu pengetahuan harus kita miliki jikalau kita ingin menimbulkan Islam sebagai pengatur dunia ini. Keimanan yang berpengaruh sanggup dicapai dengan mempelajari dan memahami serta melakukan aliran Islam. Ilmu pengetahuan sanggup dimiliki dengan mempelajari dan mengembankannya dalam aneka macam bidang Teknologi.

Wallahu a’lam.

Share :

Baca Juga

Opini

Muhammad saw dan Pandangan Dunia Barat

Opini

Ukir Kembali Kejayaan Islam, Jangan Hanya Besar Hati Masa Lalu

Opini

Mengintip Keadilan Sistem Islam

Opini

Kisruh BPJS, Denny Siregar: Rombak Manajemen Kasih ke Ahok
Daftar Hadits Sahih dan Dha'if tentang Wabah Covid-19

Opini

Daftar Hadis Sahih dan Dha’if (Lemah) tentang Wabah Corona

Opini

Gak Nyangka, Tiba-tiba Menhan Prabowo Bantu Jualan di Twitter

Opini

Istana Krisis, Prabowo Tawarkan Kepemimpinan Baru

Opini

Tulisan Menohok dari Netizen Terkait Corona Kepada Presiden