Home / Nasional

Selasa, 14 April 2020 - 05:13 WIB

Surati Camat Minta Perusahaannya Didukung Lawan Corona, Stafsus Jokowi Minta Maaf

Stafsus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Andi Taufan Garuda Putra (kanan) (Foto: Biro Pers Setpres)

Stafsus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Andi Taufan Garuda Putra (kanan) (Foto: Biro Pers Setpres)

Jakarta – Staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Andi Taufan Garuda Putra, meminta maaf terkait beredarnya surat berkop Sekretariat Kabinet yang ditujukan kepada para camat untuk mendukung pelaksanaan program relawan desa lawan COVID-19. Andi langsung menarik surat tersebut.

“Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut,” kata Andi dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2020).

Surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 itu dikeluarkan pada 1 April 2020. Dalam surat itu disebutkan ada kerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) yang akan berpartisipasi dalam menjalankan program relawan desa lawan COVID-19 di Sulawesi dan Sumatera. Andi Taufan sendiri diketahui sebagai pendiri dan CEO Amartha.

Baca  Belva Stafsus Jokowi: Jika Konflik Kepentingan, Saya Mundur Saat Ini

Dijelaskan juga mengenai cakupan komitmen bantuan yang akan diberikan, yaitu edukasi COVID-19 dan pendataan kebutuhan APD di Puskesmas. Atas hal itu, Andi pun meminta bantuan dukungan perangkat desa agar pelaksanaan program kerja sama itu berjalan dengan efektif.

Namun selang beberapa hari, surat Andi Taufan tersebut menuai sorotan. Andi pun memberikan penjelasan.

“Perlu saya sampaikan bahwa surat tersebut bersifat pemberitahuan dukungan kepada program Desa Lawan COVID-19 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Maksud saya ingin berbuat baik dan bergerak cepat untuk membantu mencegah dan menanggulangi COVID-19 di desa, melalui dukungan secara langsung oleh tim lapangan Amartha yang berada di bawah kepemimpinan saya,” kata Andi.

Baca  Jokowi Akan Jatuh Bulan Juni, Ini Alasannya Menurut Syahganda

Andi mengatakan dukungan yang diberikan untuk program relawan desa lawan COVID-19 itu tanpa menggunakan APBN. Dia pun berjanji untuk terus berkontribusi dalam melawan Corona.

“Dukungan tersebut, murni atas dasar kemanusiaan dan dengan biaya Amartha dan donasi masyarakat, yang akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Dukungan yang diberikan dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD.

Baca  Miyabi Ketagihan Dukung Timnas Indonesia U-23, Ini Alasannya

Saya akan terus bergerak membantu Pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19. Bekerja sama dan bergotong royong dengan seluruh lapisan masyarakat, baik Pemerintah, swasta, lembaga dan organisasi masyarakat lainnya untuk menanggulangi COVID-19 dengan cepat,” kata Andi.

“Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul. Apa pun yang terjadi, saya tetap membantu desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya,” sambung Andi. (detik)

Share :

Baca Juga

Nasional

Salim Said Sebut Omnya Luhut Terlibat Gestapu

Nasional

Miyabi Ketagihan Dukung Timnas Indonesia U-23, Ini Alasannya

Nasional

Turis China Meningkat 1,46% di Tengah Serbuan Corona

Nasional

Inilah Agenda Imsakiyah Untuk 2,7 Juta Kota Di Seluruh Dunia

Nasional

Puan Maharani Menambahkan Kalimat “Pro Rakyat” Saat Baca UUD 1945

Nasional

Jokowi Lanjutkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Saat Pandemi

Global

Enam Pengusaha Besar China Siap Bangun Kawasan Industri Takalar

Nasional

Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Surati Jokowi. Begini Isi Suratnya!