Home / Nasional

Senin, 30 Maret 2020 - 14:25 WIB

Sultan Minta Jokowi Buka Data Zona Merah Corona: Pemerintah Tak Mau Jawab

BERITAWAJO.COM – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X meminta Presiden Joko Widodo membuka data zona merah Virus Corona. Namun, Sultan mengungkap, pemerintah tak mau menjawab permintaannya.

“Tapi kan pemerintah tidak mau menjawab (zona merah) itu mana saja. Sedangkan bagi kami itu (penting) untuk menyusun kebijakan. Itu,” ujar Sultan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Yogyakarta, Senin (30/3/2020).

Sultan mengungkap dia perlu tahu data zona merah Virus Corona agar bisa mengambil tindakan antisipasi.

Baca  AS Curiga soal Jumlah Kasus Corona di RI, Ini Respon Ahli Epidemiologi

“Saya sampaikan ke presiden daerah mana yang zona merah. Supaya kami ini masyarakat yang mau pergi maupun akan datang dari awal sudah bisa diantisipasi kalau dia dari wilayah merah,” jelas Sultan.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu mengungkapkan, ada fakta bahwa kasus positif COVID-19 di DIY semuanya adalah imported case atau kasus impor. Hal itu membuat pihaknya mendorong pemerintah pusat agar membuka data daerah zona merah ini. Dia khawatir jika tidak dibuka, justru daerah salah dalam mengantisipasi dan penyebaran Corona semakin banyak.

Baca  Tujuh Pasien Gangguan Jiwa di Jatim Positif Corona

Kondisi itu menurut Sultan tidak memotong rantai penularan virus. Justru sebaliknya, membuat virus berpindah tempat.

“Bukan motong, menyelesaikan, tapi justru virus berpindah dari yang merah ke yang hijau. Beban ini di daerah bukan di Jakarta lagi,” tegasnya.

Sultan menilai, dengan dibukanya data zona merah, kebijakan yang bisa langsung diambil yakni terkait pengaturan arus lalu lintas. Terutama untuk angkutan kendaraan baik kendaraan umum maupun pribadi. Kendati demikian, Sultan masih menunggu keputusan final dari pusat.

Baca  Kasihan Banget! Tukang Becak Pingsan Diduga Corona Ternyata ...

“Begini ini harus jelas bagi saya. Itu untuk memutus virus. Tapi keputusan itu belum diambil (pusat) baru satu dua hari diputuskan,” ucapnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Jumince Sabneno Dibunuh Pacar Raymundus, Ini Motifnya

Nasional

Pilpres 2024, Gerindra Diprediksi tak Usung Anies Baswedan

Nasional

Puan Maharani Menambahkan Kalimat “Pro Rakyat” Saat Baca UUD 1945

Nasional

Kata UAS ke Anies: Maaf Tak Bisa Bela di Medsos, Saya Juga Babak Belur
Sandiaga Bagikan Ratusan Paket Sembako

Nasional

Bantu Nelayan Terdampak Covid-19, Sandiaga Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker

Nasional

Hii, Sosok Iblis Jahat Menyerupai Anak Kecil Terekam CCTV Hotel

Nasional

Ancaman Imam Nahrawi: Siap-siap Saja yang Merasa Terima Dana KONI

Nasional

Pelabuhan Merak Tak Jadi Hentikan Layanan untuk Pemudik