Home / Hukum

Rabu, 3 Juni 2020 - 17:04 WIB

Musni Umar Ungkap Sosok yang Dibunuh Ruslan Buton, Bukan Petani?

ruslan buton ilustrasi

ruslan buton ilustrasi

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar menguak sosok La Gode, petani cengkeh yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan Ruslan Buton ketika masih menjabat Komandan Pos SSK III Yonif RK/32 Banau pada Oktober 2017 lalu.

Sosok La Gode yang disebut Musni Umar lewat akun Twitter-nya, 2 Juni 2020, bukan petani sebagaimana disebutkan selama ini.

Dia juga menyebut tindakan Ruslan Buton justru mendapat apresiasi warga di daerah itu.

“Tadi siang saya ditemui dan diberitahu tetangga Ruslan Buton di Bau-Bau bahwa La Gode yang dibunuh bukan petani tetapi Preman di Halmahera yang sangat meresahkan masyarakat. Dia dibunuh ketika menyerang asrama TNI. Itu sebabnya Ruslan Buton dkk dapat apresiasi warga,” dikutip dari cuitan @musniumar, Rabu (3/6).

Baca  Diwarnai Isu Selingkuh, Begini Kronologi Polisi Tembak Istri dan Anggota TNI di Sulsel

Cuitan Musni sudah di-Retweet sebanyak 1.600 kali dan disukai 5.300 netizen.

Salah satu tokoh yang me-Retweet adalah Anggota DPR RI Fadli Zon.

Sosok Ruslan Buton belakangan ini menjadi sorotan setelah ditangkap tim gabungan dari Mabes Polri hingga Denpom TNI AD pada Kamis (28/5) lalu di Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ruslan ditangkap karena telah menyebarkan rekaman suara pembacaan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi mundur dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Baca  Aksi Heroik Satgas Yonif 411 Bantu Warga Melahirkan di Tengah Wabah Corona

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus menegaskan bahwa Ruslan Buton yang ditangkap setelah meminta Presiden Jokowi mundur, bukan seorang prajurit lagi.

Untuk itu, penanganan proses hukum semua berada di bawah kendali Polri.

“Ruslan Buton dipecat dari TNI karena kasus pembunuhan La Gode pada Oktober 2017. Mantan perwira pertama di Yonif RK 732/Banau terakhir berpangkat Kapten Infanteri,” ujar Nefra, Sabtu (30/5).

Nefra menuturkan, ketika terlibat kasus pembunuhan, Ruslan menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau.

Baca  6 Fakta Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur, Mengaku Sampai Jadi Tersangka

Kasus yang melibatkan Ruslan ini berawal dari penangkapan yang dilakukan terhadap La Gode karena mencuri singkong.

Kemudian, La Gode dititipkan ke Pos Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) di Pulau Taliabu, Maluku Utara karena polisi tak ada ruang tahanan.

Tak berapa setelah itu, La Gode ditemukan tewas karena dianiaya.

“Saat itu belasan oknum personel TNI yang bertugas Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau pun didakwa melakukan penganiayaan itu,” sambung Nefra. (jpnn)

Share :

Baca Juga

Hukum

Meski Sudah Bisa Bebas, Bahar Smith Menolak Karena Tidak Mau Dianggap Utang Budi pada Rezim Zalim

Hukum

Rocky Gerung: MK Itu Otaknya di Istana, Kakinya Dirante Senayan, Hanya Tangannya yang Bebas Transaksi

Hukum

Romi Sebut Punya PR Jadi Imam Tarawih Usai Bebas dari Penjara

Hukum

Suap Impor Bawang, Eks Politikus PDIP Dituntut 10 Tahun Bui

Hukum

Mantap! Digugat Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Hukum

Hukuman Romahurmuziy Dipotong Jadi 1 Tahun, ICW: Lebih Rendah dari Kepala Desa Pemeras 

Hukum

Minta Kasus Kivlan Disetop, 3.332 Purnawirawan Pasang Badan

Hukum

Apakah Ucapan Ruslan Buton Bikin Jokowi Otomatis Berhenti Jadi Presiden?