Home / Global

Rabu, 29 April 2020 - 18:59 WIB

Singgung Memo 57 Halaman Berisi Taktik Jahat Amerika, Jubir China: AS Gunakan Pandemi Ini Sebagai Senjata

Tuduhan Uni Eropa bahwa China telah menyebarkan disinformasi tentang pandemi Covid-19 pernah dibahas sebelumnya oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Pada briefing reguler hari Senin, Geng Shuang kembali menyampaikan bahwa tuduhan itu tidak benar. Bahwa China adalah korban bukan penggagas disinformasi Covid-19.

“China selalu menentang pemalsuan dan penyebaran disinformasi oleh orang atau lembaga mana pun,” kata Geng.

Ia menekankan Pemerintah China telah terbuka, transparan dan bertanggung jawab dalam upayanya untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan dunia sejak awal wabah, seperti dikutip dari CGTN.

China juga secara aktif terlibat dalam kerja sama internasional untuk memerangi Covid-19 dan memberikan bantuan sesuai kapasitasnya ke negara lain, tambah Geng.

Baca  China Akui Kematian di Wuhan 50 Persen Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

China juga telah mendapatkan penghargaan dari komunitas internasional melalui upaya yang keras, ketulusan dan rasa tanggung jawab, bukan dengan menyebarkan disinformasi.

Ia pun menyerukan kepada komunitas internasional untuk memboikot disinformasi dan bekerja sama untuk mengalahkan virus corona. Mengenai memo 57 halaman Partai Republik AS yang bocor yang menyarankan para kandidatnya untuk menangani pandemi Covid-19 dengan menyerang China, Geng mengomentari dengan kalem.

“Amerika Serikat menegaskan bahwa China menyebarkan disinformasi,” kata Geng. “Kita harus bertanya: Siapa sebenarnya yang menyebarkan informasi yang salah?”

Baca  Jokowi Mengatakan Klorokuin Bisa Sembuhkan Pasien Corona, Kominfo Langsung Ralat. Sumule; Sebar Hoax Dong?

“Sangat jelas mengapa beberapa kekuatan politik di Amerika Serikat secara obsesif menyerang China menggunakan pandemi sebagai senjata,” kata Geng.

Di dalam memo itu yang dikirim oleh Komite Senator Republik Nasional ke kampanye Grand Old Party (GOP), tertuang panduan dan siasat aneh yang mendikte para kandidat Partai Republik untuk menyalahkan dan melempar segala tanggung jawab kepada China terkait virus corona.

Ada tiga garis utama serangan yang merupakan tiga maksud jahat AS. Pertama, mengalihkan kemarahan masyarakat terhadap kewalahan pemerintah AS dalam penanggulangan pandemi. Kedua, memukul Partai Demokrat, menggambarkan citra Partai Republik yang berhaluan keras terhadap Tiongkok demi kemenangan pilpres mendatang. Dan yang ketiga, terus mencari alasan untuk menyerang Tiongkok guna membendung perkembangan Tiongkok.

Baca  Viral! Akibat UU "Anti Islam", India Dilanda Kerusuhan Hebat

Kinerja seperti apa yang dilakukan Tiongkok dalam memerangi pandemi Covid-19, baik dilihat secara kronologi maupun dari hasil inspeksi para pakar di lapangan, sudah memberikan evaluasi yang adil.

Geng dengan tegas mengatakan, China menentang tindakan orang-orang Amerika yang melibatkan China dalam kampanye pemilihan AS dan mendiskreditkan China karena wabah itu. (Rmol)

Share :

Baca Juga

Global

WNI Dievakusi dari Wuhan, 100 Rumah Sakit Siapkan Ruang Isolasi

Global

Sekolah Islam di Inggris Menempati Peringkat Tertinggi Kinerja Sekolah

Global

Gila-gilaan! Warga Positif Corona di China Naik Lagi

Global

Masya Allah! Tak Seperti Biasanya, Kini Adzan Menggema di Jerman Kala Pandemi Corona

Global

Ratusan Kelelawar Tiba-tiba Berjatuhan dari Atas Pohon, Ada Hubungan dengan Corona?

Global

Karena Alat Tes Covid-19 dari China Tidak Akurat, India Kembangkan Metode Pengujian Sendiri
Virus Corona Buatan Lab di Wuhan

Global

Parah! AS Klaim China Jual Alat Medis Sumbangan Italia ke Italia Lagi

Global

Palestina Keadaan Darurat!