Home / Kesehatan

Senin, 18 Mei 2020 - 19:13 WIB

Sering Dikomplain, 4 Keluhan Ini Kerap Dialami Pasien Pengguna BPJS Kesehatan

Kira-kira apa saja yang sering dialami saat menggunakan BPJS Kesehatan?

Tarif BPJS Kesehatan kembali dinaikkan oleh pemerintah lewat Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Meski keputusan tersebut sempat menuai sorotan luas, masyarakat juga merasa bahwa pelayanan yang diberikan terkadang malah menyulitkan mereka.

Alhasil, layanan kesehatan yang seharusnya memudahkan mereka malah dibanjiri oleh keluhan. Salah satunya adalah soal antrian panjang yang membuat mereka harus menunggu lama untuk menerima pengobatan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Tidak semua jenis obat yang ditanggung oleh BPJS

Tidak semua jenis obat dan penyakit ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Meski telah disosialisasikan sebelumnya, banyak masyarakat yang terkadang tidak mengetahui informasi yang diberikan dari pihak BPJS Kesehatan. Jika dilihat dari Pasal 52 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, BPJS Kesehatan memang tidak menanggung beberapa layanan kesehatan tertentu.

Baca  Dua Kasus Baru Corona di Saudi; Pasien Terjangkit Setelah dari Iran dan Irak
Pelayanan dianggap masih buruk dan jauh dari harapan

Buruknya pelayanan terhadap pasien yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan juga menjadi keluhan tersendiri. Salah satunya adalah pembatasan kuota dokter sehingga pelayanan tidak menjangkau semua pasien. Bahkan dengan adanya kenaikan iuran pembayaran seperti saat ini, hal tersebut dianggap masih tidak sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.

Baca  Awas Corona Menyerang Anak! Segera Lakukan Pencegahan Seperti Ini
Tarif BPJS yang terkadang naik turun sehingga membingungkan rakyat

Kenaikan tarif BPJS Kesehatan memang dirasakan sangat berat oleh sebagian masyarakat. Terutama mereka yang berada di tingkat ekonomi menengah ke bawah. Terlebih dengan adanya kebijakan pemerintah yang berubah-ubah soal penetapan besaran iuran yang wajib dibayarkan tiap bulannya.

Diskriminasi pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan

Selain ketiga masalah di atas, para pengguna BPJS Kesehatan juga mengeluhkan soal adanya diskriminasi pelayanan yang dianggap berbeda dengan mereka yang menggunakan asuransi lain atau pasien umum. Keluhan lainnya yang paling sering dirasakan adalah soal sistem antrian yang membuat pasien membludak, hingga ketersediaan tempat tidur untuk rawat inap.

Baca  Takut Dijangkiti Virus Corona, Nelayan Tolak Karantina WNI di Natuna

Menyikapi kenaikan tarif BPJS Kesehatan, pemerintah memberikan jaminan bahwa tidak ada lagi penolakan bagi pasien yang berobat jika menggunakan layanan tersebut. Menurut Pelaksana Tugas Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan, perbaikan layanan akan terus ditingkatkan seiring dengan kenaikan yang ada. (b)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

WHO Tegaskan Virus Corona Bukan Rekayasa Manusia
BPJS Kesehatan Turun Mulai 1 Mei 2020

Kesehatan

Catat! Iuran BPJS Kesehatan Turun Mulai 1 Mei 2020
Kasus Corona Covid 19 di Indonesia Akan Turun

Kesehatan

WHO: Kasus Corona Covid 19 di Indonesia Akan Turun dalam Beberapa Pekan

Kesehatan

Antisipasi Wabah Corona, Ini Cara memakai Masker yang Benar

Islam

UAS; Jangan Karena Corona Kita Benci Suku!

Kesehatan

Dinkes: Selain Jemaah Tabligh, Ada Klaster Aparat dalam Penyebaran Corona

Kesehatan

IDI: Dokter Gelisah Pemerintah Tak Transparan Soal Data Corona

Kesehatan

Breaking News: Bertambah 13, Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 19 Orang