Home / Global

Sabtu, 18 April 2020 - 19:31 WIB

Selidiki Sumber Corona, AS Minta Akses ke Laboratorium Wuhan

Amerika – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo meminta China memberikan akses ke laboratorium Wuhan sebagai buntut perdebatan kedua negara terkait sumber asal virus corona.

Bahkan AS dikabarkan tengah menyelidiki kemungkinan virus corona muncul dan menyebar dari sebuah laboratorium di Wuhan.

“Kami masih meminta Partai Komunis Tiongkok untuk mengizinkan para ahli masuk ke laboratorium virologi sehingga kami dapat menentukan dengan tepat di mana virus ini dimulai,” kata Pompeo seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (18/4).

Pompeo curiga Covid-19 tidak berasal dari pasar satwa liar Wuhan, tetapi dari laboratorium di kota itu.

Para pejabat AS yang telah mengunjungi Institut Virologi Wuhan mengirim pesan diplomatik ke Washington pada awal Januari 2018. Para pejabat memperingatkan tentang kelemahan keselamatan dan manajemen di laboratorium.

Baca  Salah Identifikasi! Pasien Covid-19 Awalnya Dianggap Meninggal, Ternyata Masih Hidup

Pejabat secara langsung menyatakan laboratorium sedang melakukan penelitian pada virus corona di kelelawar untuk menciptakan risiko pandemi.

Banyak ahli mengesampingkan kemungkinan bahwa Covid-19 tidak direkayasa oleh manusia berdasarkan analisis genom.

Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dugaan Covid-19 direkayasa manusia sangat masuk akal. Trump mengatakan pemerintah AS sedang melakukan penyelidikan.

Pada Februari lalu sebuah studi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China dan Institut Penelitian Otak China menetapkan bahwa Covid-19 berasal dari pasar basah.

China juga secara konsisten membantah ada hubungan antara laboratorium dan Covid-19.

“China percaya bahwa asal virus adalah masalah ilmiah yang harus ditangani secara serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti itu dibuat di laboratorium. Dan banyak ahli medis terkenal juga mengatakan klaim bahwa virus bocor dari laboratorium tidak memiliki dasar ilmiah,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian

Baca  Dokter di Malaysia Ini Sebut Kasus Corona di Indonesia adalah Bom Waktu untuk Malaysia

Trump soroti data corona China

Sementara itu, Presiden Trump meragukan data korban virus corona di China. Dia menduga angka kematian karena Covid-19 di China jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan

“[China] baru saja mengumumkan dua kali lipat jumlah kematian mereka dari musuh yang tak terlihat. Jauh lebih tinggi dari itu dan jauh lebih tinggi dari AS, bahkan tidak dekat!,” kata Trump lewat Twitter.

Baca  Tiongkok Minta Amerika Jujur soal Virus Corona

Namun, cuitan itu dianggap tidak akurat karena China hanya mengumumkan peningkatan kematian di Wuhan sebesar 50 persen pada Jumat kemarin. Jumlah kasus di China (lebih dari 82 ribu] masih tertinggal dari Amerika Serikat yang memiliki lebih dari 700 ribu kasus.

Berbicara kepada wartawan, Trump justru menganggap China memiliki kematian terbanyak di dunia.

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan data kematian Covid-19 yang ada, Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus kematian tertinggi dengan jumlah 37 ribu pasien meninggal. Sementara China memiliki 4.632 kematian

“Kami tidak memiliki kematian yang terbesar di dunia. Yang terbesar di dunia pastilah CHina. Itu adalah negara besar. China mengalami masalah luar biasa dengan Covid-19,” ujar Trump. (jnp/dea)

Share :

Baca Juga

Global

Ketika Sondland Dituduh Melakukan Pelecehan

Global

Pesawat Jatuh di Pemukiman Warga, 90 Orang Tewas

Global

Terungkap, Ternyata Pasar Inilah Asal Muasal Virus Corona

Global

Akibat Corona Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Nabawi Tahun Ini Hanya 11 Rakaat

Global

Brigadir Jenderal Esmail Qaani Jadi Komandan Pasukan Elit Quds, Ini Ancamannya

Global

Wah, Malaysia Gratiskan Internet dan Diskon Tagihan Listrik di Tengah Pandemi Corona

Global

Ternyata Ini Rahasia Umur Panjang Orang Jepang

Global

Soal Virus Wabah Corona COVID-19, Bill Gates Justru Bela China