Home / Global

Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:12 WIB

Ratusan Kelelawar Tiba-tiba Berjatuhan dari Atas Pohon, Ada Hubungan dengan Corona?

Ratusan kelelawar liar telah mati di India, dan jatuh dari sarangnya di atas pohon. Mereka semua terlihat sekarat di tanah, dan kemudian mati tidak lama setelah itu.

Hewan-hewan malang telah berjatuhan dari pohon yang terjadi di negara bagian utara Uttar Pradesh, India. Penduduk desa dengan cemas mendokumentasikan fenomena aneh tersebut, dan cukup ketakutan dengan apa yang terjadi.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Daily Star, salah satu mamalia berbulu berbaring tak berdaya di tanah. Bahkan mereka sambil mencoba merangkak dengan sia-sia dan tidak ada yang bisa dilakukan manusia.

Baca  Usir Coronavirus, India Segera Guyur Rp4.000 Triliun!

Hewan kecil itu menggeliat di tanah, dan membuka mulutnya. Tetapi mereka terlalu lemah untuk bergerak di atas tanah.

Kejadian ini pun telah memicu perdebatan di Twitter, terutama andata penduduk India. Mereka tidak tahu apa yang harus disalahkan, apakah karena gelombang panas yang saat ini sedang menerjang kawasan tersebut.

Para pecinta binatang mengatakan, kelelawar itu terlihat “kesakitan” dan berharap mereka tidak menonton video tersebut.

Dikutip Ikutrame dari Daily Stars, para pejabat mengatakan kenaikan suhu yang dramatis, yang membuat suhu melonjak hingga 43 derajat Celcius minggu ini. Ini yang menjadi kemungkinan dalang di belakang matinya ratusan kelelawar, tetapi mereka akan melakukan tes untuk memastikan.

Baca  Massa FPI, GNPF dan PA 212; "India Teroris"

Petugas Hutan Distrik Shraddha Yadav mengatakan: “Kami akan mengumpulkan sampel kelelawar mati dan mengirim mereka untuk diuji untuk memastikan alasan di balik kematian mereka.”

“Staf lapangan kami telah menemukan 10-20 karkas kelelawar,” tambahnya.

Kemudian, Lembaga Penelitian Veteriner India (IVRI) mengatakan yakin kelelawar itu mati karena pembuluh darah yang pecah di kepala.

Baca  Karena Alat Tes Covid-19 dari China Tidak Akurat, India Kembangkan Metode Pengujian Sendiri

“Tampaknya kematian massal kelelawar disebabkan oleh pendarahan otak, yang disebabkan oleh panas yang berlebihan,” kata Direktur IVRI R K Singh kepada Xinhua.

“Sampel telah ditemukan dan mereka negatif Covid-19, dan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan,” lanjutnya.

Kelelawar adalah bagian penting dari ekosistem, dengan sebagian besar spesies mamalia nokturnal memakan serangga. Dan mereka aktif di malam hari seperti nyamuk.

Fenomena ini pernah terjadi di Israel, dan ketika kelelawar ditemukan sekarat, mereka menyebutnya ini pertanda akhir dunia. (ir)

Share :

Baca Juga

Global

Trump Ancam Bekukan Dana untuk WHO Karena Menilai WHO Sangat China-sentris

Global

Sempat Dinyatakan Sembuh, Pria Ini Meninggal Karena Corona

Global

Pesawat Jatuh di Pemukiman Warga, 90 Orang Tewas

Global

Viral! Akibat UU “Anti Islam”, India Dilanda Kerusuhan Hebat

Global

Karena Alat Tes Covid-19 dari China Tidak Akurat, India Kembangkan Metode Pengujian Sendiri

Global

Sekolah Islam di Inggris Menempati Peringkat Tertinggi Kinerja Sekolah
Seekor Kucing Ditangkap Polisi

Global

Langgar Jam Malam Saat Lockdown, Seekor Kucing Ditangkap Polisi

Global

Terungkap, Ternyata Pasar Inilah Asal Muasal Virus Corona