Home / Islam

Jumat, 24 April 2020 - 06:05 WIB

Raja Salman: Menyakitkan, Menyambut Ramadhan tanpa Salat di Masjid

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi. Foto/SPA

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi. Foto/SPA

Riyadh – Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi meluapkan kesedihannya saat menyapa umat Islam di Kerajaan dan seluruh dunia yang menyambut bulan suci Ramadhan. Penjaga Dua Masjid Suci ini sedih karena menyambut bulan suci tanpa salat di masjid akibat pandemi virus corona jenis baru, COVID-19.

Dalam sebuah pidato, yang disampaikan atas namanya oleh Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Media Majed Al-Qasabi, Raja Salman menggarisbawahi perlunya untuk terus bekerja keras guna mengatasi masa sulit yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Raja menyatakan kesedihan atas kesulitan dalam kelancaran pelaksanaan ritual ibadah selama bulan Ramadhan akibat pecahnya pandemi COVID-19.

“Sejujurnya, sangat menyakitkan bagi saya untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dalam keadaan yang melarang kita melakukan salat berjamaah dan salat Tarawih dan Qiymullail Ramadhan di rumah-rumah Tuhan,” bunyi pidato Raja Salman, seperti dikutip Saudi Gazette.

Baca  Salat Tarawih di Rumah, UAS: Imam Bisa Beri Kesempatan kepada Anak-anak

Sama seperti Indonesia, awal Ramadhan di Arab Saudi jatuh pada Jumat (24/4/2020).

“Semua ini karena tindakan pencegahan yang diambil untuk menyelamatkan nyawa manusia dan kesejahteraan mereka dalam menghadapi pandemi coronavirus,” lanjut pidato Raja Salman sambil menekankan bahwa ketentuan Syariah Islam adalah menjaga kehidupan manusia.

“Ramadhan telah memasuki tahun ini ketika kita hidup dalam keadaan yang memiliki dampak ekstrem pada seluruh umat manusia dan kita sedang melewati fase sulit dan sensitif dari sejarah dunia karena pecahnya pandemi, meskipun langkah-langkah yang diambil oleh negara-negara di dunia dan organisasi kemanusiaan untuk mencegah penyebarannya,” imbuh Raja Salman.

Baca  KH. Marfu Muhyidin Ilyas, Mengungkap Prediksi Corona Berdasarkan Perspektif al-Quran

Dia menambahkan bahwa Kerajaan ingin melayani warga dan ekspatriat serta memastikan keselamatan mereka.

Merujuk pada posisi luhur Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Dua Masjid Suci, Raja Salman berkata; “Di antara bangsa-bangsa, kita dianugerahkan oleh Tuhan dengan kehormatan dan martabat yang tinggi untuk melayani Rumah Agung-Nya, dan Masjid Nabi-Nya, sebuah layanan yang kita hormati dan berjuang untuk memenuhinya, dengan menjamu para tamu Tuhan, termasuk peziarah dan jamaah haji dan umrah, serta tetap terjaga demi kenyamanan mereka. Kami juga bangga dengan serangkaian tindakan pencegahan yang diambil oleh Kerajaan untuk membatasi penyebaran pandemi coronavirus.”

Raja Salman menekankan bahwa Kerajaan ingin menyediakan segala sesuatu yang akan melayani warga dan ekspatriat, serta untuk memastikan keselamatan dan kesehatan mereka.

Baca  Belajar Islam Menyenangkan Lewat Komik Lucu

“Kerajaan juga berkontribusi untuk mengurangi dampak ekonomi dari pandemi ini, melalui tindakan lokal dan dukungan kepada organisasi internasional dalam melayani umat manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, penguasa Arab Saudi ini juga berterima kasih kepada angkatan bersenjata di perbatasan dan personel keamanan serta praktisi kesehatan, dengan mengatakan: “Semoga Tuhan memberkati upaya Anda dan memahkotai upaya Anda dengan sukses dan menerima dari Anda yang paling tulus dari pekerjaan dan dedikasi Anda dalam melayani negara Anda.”

Sementara itu, Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman menerima beberapa panggilan telepon dan salam via kabel diplomatik dari para kepala negara dan para pemimpin negara-negara Arab dan Muslim terkait datangnya bulan suci Ramadhan.
(min)

Share :

Baca Juga

Islam

Seiring Kemajuan IT, Apakah Shalat Berjamaah Sah Dikerjakan Secara Online?

Islam

Ustadz Adi Hidayat: Jenazah Pasien Covid-19 Syuhada, Tidak Boleh Ditolak

Islam

Kabar Sedih dari Sandiaga: WNI Pengurus Masjid di New York Meninggal karena COVID-19

Islam

Cegah Covid-19, Ini Saran Gus Baha

Islam

Sekjen FUI: Pasca Penghentian Shalat Jumat dan Berjemaah Umat Islam Harus Jaga Para Ulama

Islam

Masyarakat Geger! Santri Berkopyah NU Baca Puisi ‘Jumat Agung’, Prof Rochmat: Ini Menginjak-injak NU

Islam

Apakah Wajar Mengikuti Arahan Pemerintah Supaya Tidak Salat Berjamaah? Ini Jawaban UAS

Islam

Empat Tanda Sebelum Nabi Isa as Turun ke Bumi