Home / Nasional

Senin, 1 Juni 2020 - 13:19 WIB

Puan Maharani Menambahkan Kalimat “Pro Rakyat” Saat Baca UUD 1945

Pembacaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila oleh Ketua DPR Puan Maharani berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Pasalnya, saat mengakhiri alinea terakhir dari teks UUD 1945, Puan Maharani menambahkan satu kalimat yang tidak ada di dalam teks.

Kata yang tidak masuk ke dalam teks UUD 1945 itu disisipkan Puan Maharani setelah membacakan dasar kemerdekaan bangsa negara Indonesia, yakni Pancasila.

Baca  Ngabalin: Kenaikan Iuran BPJS untuk Menjaga Anu….

“Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan neraga Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada; ketuhanan yang maha esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pro rakyat,” ucap Puan Maharani secara virtual Senin (1/6).

Baca  Puan Maharani Cs Dianggap Buang Uang Impor Jamu China untuk Pasien Corona

Dalam acara ini, Ketua MPR Bambang Soesatyo juga terlibat untuk membacakan teks Pancasila. Sementara Presiden Joko Widodo membacakan amanat Presiden.

Acara ini dihadiri seluruh menteri dan atau kepala lembaga dalam Kabinet Indonesia Maju. Bahkan, Ketua Dewan BPIP yang juga sebagai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turut hadir secara virtual. (Rmol)

Baca  Dahlan Iskan: Bersyukur Ada Wabah Corona? Rakyat Kecil Bisa Bersedekah ke Pertamina

https://politik.rmol.id/read/2020/06/01/437138/puan-maharani-baca-uud-1945-dengan-menambahkan-kalimat-pro-rakyat.

Share :

Baca Juga

Nasional

Agenda Reuni 212 Bahas Ini, dari Kasus Hukum Sukmawati Hingga Isu Kepulangan Habib Rizieq

Nasional

Jumince Sabneno Dibunuh Pacar Raymundus, Ini Motifnya
Token Listrik Gratis

Nasional

Token Listrik Gratis Bulan Mei, Ini Cara Mendapatkan via WhatsApp dan Website PLN

Nasional

Luhut Ngotot Indonesia Butuh TKA China, Gerindra: Berhentilah Berpihak Pada Warga Negara Asing

Nasional

Din: Umat Islam Tak Perlu Balas Konser dengan Buka Masjid

Nasional

Sultan Minta Jokowi Buka Data Zona Merah Corona: Pemerintah Tak Mau Jawab

Nasional

Mahasiswa Muslim Desak Pemerintah Buka-bukaan Data Corona, Meskipun Pahit

Nasional

Menulis Din Syamsudin “si Dungu” di Facebook, Pemuda Muhammadiyah Jateng Ancam Somasi Ade Armando