Home / Global

Selasa, 3 Maret 2020 - 19:52 WIB

Khawatir Virus Corona, Presiden Filipina Pecat Pejabat yang Mengizinkan Warga China Masuk ke Negaranya

BERITAWAJO.COM – Presiden Filipina Rodrigo Duterte memecat seluruh pejabat dan pegawai Biro Imigrasi yang menerima suap untuk mengizinkan warga China masuk ke negara itu.

Hal itu dilakukan karena Filipina khawatir penyebaran virus corona.

Seperti dikutip dalam laman The Star, Kamis (20/2), kabar soal pelanggaran imigrasi ini diungkap oleh tokoh oposisi Senator Risa Hontiveros dalam rapat Senat awal pekan ini.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengumumkan pemecatan para pejabat imigrasi itu hari ini dalam jumpa pers.

“Presiden menilai ini anomali dan termasuk bentuk korupsi yang tidak bisa ditoleransi pemerintah,” kata Panelo.

“Seperti yang sering kami tekankan, tidak ada orang kebal hukum di pemerintahan ini. Siapa pun pejabat atau pegawai yang berbuat salah dalam tugasnya harus diganjar dengan hukuman yang layak dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kata dia.

Panelo menuturkan kondisi saat ini di Biro Imigrasi dikelola oleh Komisoner Jaime Morente dan akan dibahas dalam rapat kabinet mendatang.

Menurut Panelo, Duterte menerima laporan tentang pelanggaran itu dan menemukan akar penyebabnya lalu memerintahkan pemecatan pejabat imigrasi dan pegawai yang terlibat.

Warga China yang diizinkan masuk itu terkait dengan operator bisnis perjudian di Filipina, Pogos.

Belum diketahui berapa pejabat dan pegawai imigrasi yang akan diberhentikan dari tugasnya itu.

Share :

Baca Juga

Global

Tentara Amerika Kocar Kacir Ditimpuki Warga Suriah Pakai Batu

Global

Raja Salman Setuju Lockdown Riyadh, Mekah, dan Madinah

Global

Tidak Bebas! Para Tahanan di Turki Produksi 1,5 Juta Masker untuk Rumah Sakit

Global

Pelajaran! New Normal Ala Swedia Berakhir Gagal Total

Global

Karena Alat Tes Covid-19 dari China Tidak Akurat, India Kembangkan Metode Pengujian Sendiri

Global

Blak-blakan, Penasihat Gedung Putih Sebut Alat Tes Uji Covid-19 yang Diterimanya dari China Adalah Palsu

Global

Raja Salman Umumkan Kabar Gembira di Pertengahan Ramadan

Global

Masjid Al Aqsa Tutup Akibat Wabah, Ramadhan di Palestina Terasa Sedih