Home / Ekonomi

Jumat, 24 April 2020 - 18:42 WIB

Prediksi Terburuk Pertumbuhan Ekonomi RI Menurut Ekonom

Jakarta – Ekonom Faisal Basri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia paling tinggi cuma 0,5% pada tahun ini. Bahkan skenario terburuknya adalah minus 0,25%. Dia mengasumsikan seperti itu karena penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia tidak jelas.

“Oleh karena itu saya menduga ekonomi Indonesia kemungkinan dia akan tumbuh hanya 0,5% paling optimis dan pesimisnya minus 2% sampai minus 2,5%,” kata dia dalam diskusi online, Jumat (24/4/2020).

Baca  Kemarin Anjlok Rp 12.000/Gram, Harga Emas Bakal Nyungsep?

Namun tahun depan ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh. Dia memprediksi pertumbuhannya 4,9% di 2021, 5% di 2022, dan 5,2% di 2023-2024. Itu adalah skenario terbaik berdasarkan perhitungannya.

“Itu best scenario. Tapi tidak ada (pertumbuhan ekonomi) 7,8%, 8,5%,” sebutnya.

Menurutnya penanganan COVID-19 di Indonesia penuh ketidakpastian. Bahkan sulit memprediksi kapan virus Corona ini berhenti menyebar. Oleh karena itu kalau pun ekonomi Indonesia bisa tumbuh 2% saja sudah bagus di tahun ini.

Baca  Hebat! Pengusaha Baju Gamis Ini Banting Stir Produksi 100 Juta Masker Dibagikan Gratis

“Barangkali (pandemi COVID-19) puncaknya adalah setelah lebaran, karena yang mudik sudah banyak sehingga makin berat untuk kita memprediksi Indonesia. Tapi (ekonomi tumbuh) 2% saya rasa suatu prestasi yang luar biasa. Jangan diharapkan ekonomi tumbuh dalam situasi seperti ini,” tambahnya.

Sementara versi pemerintah, pertumbuhan ekonomi tahun ini dalam skenario berat hanya tumbuh 2,35%, sedangkan skenario sangat berat bisa -0,4%.

Baca  Covid-19 Tidak Perlu Dilawan, untuk Kebangkitan Ekonomi Ajaran Bung Karno Harus Dijalankan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan, skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan sangat tergantung dari perkembangan dampak COVID-19. Jika perkembangannya semakin buruk, ekonomi Indonesia bisa resesi.

Dia menjelaskan, dengan asumsi skenario pertumbuhan ekonomi 2,35%, maka kuartal II-2020 pertumbuhan ekonomi hanya akan ada di kisaran 0,3% hingga -2,6%. Sementara di kuartal III-2020 akan tumbuh di kisaran 1,5%-2,8%. (toy/hns)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Ternyata Tidak Semua, Ini 5 Syarat Korban Corona Bisa Dapat Keringanan Cicilan Kredit

Ekonomi

Bank Dunia Kucurkan Utang Rp3,6 T ke Indonesia Lawan Corona

Ekonomi

Corona Munculkan Lonjakan Pengangguran Terparah

Ekonomi

Waduh, Ustadz Yusuf Mansur Diduga Melakukan Penipuan Bisnis
Indonesia Belum Turunkan Harga BBM

Ekonomi

Jokowi Tunggu Apa Lagi, Indonesia Satu-satunya Negara di Asia Tenggara yang Belum Turunkan Harga BBM

Ekonomi

Peneliti: Pemerintah Harus Siapkan Dana untuk Corona 2.000 Triliun

Ekonomi

Kemarin Anjlok Rp 12.000/Gram, Harga Emas Bakal Nyungsep?

Ekonomi

Stafsus Sri Mulyani Ungkap Utang-Piutang Pusat dengan DKI di Bawah Kendali Anies