Home / Kesehatan

Sabtu, 28 Maret 2020 - 09:17 WIB

Prediksi Ilmuwan: Puncak Corona RI Mei, Harus Berhenti 10 Juni 2020

BERITAWAJO.COM –  Ilmuwan matematika Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, memprediksi puncak infeksi virus Corona jenis baru (COVID-19) terjadi pada pertengahan Mei 2020.

Namun akhir dari pandemi ini tergantung dari kebijakan yang diambil pemerintah.

Sutanto Sastraredja, yang juga dosen Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UNS, memaparkan secara matematis dinamika populasi COVID-19 dengan model SIQR.

Baca  Menurut Ahli, Suami yang Bantu Pekerjaan Rumah Akan Bahagia dan Lebih Sehat

Penjelasan model ini adalah Susceptible (S) digambarkan sebagai orang yang sehat yang rentan terinfeksi, Infected (I) sebagai individu yang terinfeksi, Quarantine (Q) sebagai proses karantina, dan Recovery (R) adalah orang yang telah sembuh dari COVID-19.

Data-data diambil mulai 2 Maret 2020 saat pertama kali pemerintah mengumumkan secara resmi terdapat dua orang yang terinfeksi virus Corona. “Saya ambil data sampai 22 Maret,” ujar Susanto

Baca  Ternyata Jenazah Korban Covid-19 Tidak Tularkan Virus. Jangan Ditolak!

Sumber

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Antisipasi Virus Corona di Mobil; Ini Langkahnya!

Kesehatan

Cegah Kolesterol, Ini Tips Aman Makan Opor Ayam, Apalagi Saat Lebaran

Kesehatan

Pemerintah: Sebelum Ada Vaksin, Wabah COVID-19 Belum Berakhir

Kesehatan

Waduh! 5 Kebiasaan Ini Ternyata Memudahkan Virus Corona Masuk

Global

Terungkap, Ternyata Pasar Inilah Asal Muasal Virus Corona

Kesehatan

AS Curiga soal Jumlah Kasus Corona di RI, Ini Respon Ahli Epidemiologi

Kesehatan

Antisipasi Wabah Corona, Ini Cara memakai Masker yang Benar

Kesehatan

214 Pedagang Pasar Tradisional Positif COVID-19