Home / Politik

Senin, 20 April 2020 - 23:04 WIB

Prabowo Jarang Muncul, Sekali Muncul Langsung Puji Pak Presiden

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tiba-tiba muncul dan memberi ‘kejutan’. Ia melontarkan pernyataan pembelaan terhadap Presiden Jokowi, ditengah derasnya kritik terhadap pemerintah.

“Saya bersaksi, bahwa Beliau [Jokowi] terus berjuang demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saya melihat dari dekat cara-cara beliau mengambil keputusan, yakni selalu memikirkan keselamatan rakyat kecil,” ujar Prabowo

Pernyataan ini dinilai bertentangan dengan persaksian atau perasaan rakyat, masyarakat menilai pemerintahan Jokowi tidak berorientasi pemihakan pada rakyat miskin dan lemah.

Selama ini rakyat dihimpit dengan berbagai kebijakan yang memberatikan. Antara lain Kenaikan iuran BPJS, Penanganan corona yang penuh kegagapan, kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) yang mengakibatkan para tenaga medis terinvensi dan meninggal dunia.

Di sisi lain, pemerintah justru memberia karpet merah untuk kepentingan asing. Misalnya terungkapnya kepentingan bisnis asing dibalik kartu Prakerja, Pembahasan RUU Omnibuslaw yang terus berjalan di tengah pandemi corona virus, memanjakan pengusaha batu bara royalty nol persen dan penghapusan batas luas eksplorasi, tidak menurunkan harga BBM padaha harga minya dunia anjlok.

Baca  Jokowi Heran Beras dan Gula Naik, Sementara 50 Juta Rakyat Sudah Sulit Makan

“Presiden yang memihak investor dalam segala keputusan, itulah yang disaksikan rakyat banyak. Prabowo nampaknya kelilipan,” kata M Rizal Fadillah, Pengamat Politik Dan Kebangsaan seperti dilansir dari gelora.co Sabtu (25/4/2020)

“Beberapa pengamat menilai seorang Letnan Jenderal TNI, bekas pesaing yang dinilai sebagai pemenang Pilpres, mantan Pangkostrad dan Danjen Kopasus bisa bersaksi seperti itu hanya jika ada dalam ‘todongan senjata’. Itupun jika ia pengecut,” imbuhnya

Menurut Rizal, konsekwensi dari pidato itu akan membuat ketidakpercayaan pada Prabowo semakin banyak pula. Di disi lain, ada pula yang bersyukur bahwa dalam Pilpres kemarin Prabowo dikalahkan’

Baca  Jokowi Bagi Sembako Ke Gang Sempit, Pengamat: Janganlah Pak Presiden Ambil Kewenangan Ketua RT

“Sebab jika menang pun, watak pecundang seperti yang terbaca saat ini tidak juga membuat kebaikan bagi negeri,” pungkasnya

Sementara itu, Pemerhati Budaya Politik, Himawan Sutanto, melihat ada pesan implisit dibalik pidato Prabowo. Dalam pidato itu tersirat pesan bahwa secara legitimasi politik Jokowi sudah habis.

Oleh karena itu, Prabowo juga meminta agar seluruh kader dan pendukungnya tetap percaya kepada langkah politiknya. Ia memastikan tidak akan mengambil keputusan yang merugikan partai. Terlebih masuknya ia dalalam koalisi adalah satu keputusan yang berat.

“Prabowo meyakini adanya ketidakpercayaan kepada Istana terhadap penanganan wabah virus ini yang tidak jelas. Lalu Prabowo ingin menyatakan pada pendukungnya bahwa dia masih ada dan konsisten ingin membantu rakyat,”ujarnya

Baca  Viral, Video Adu Mulut Bupati Lumajang Vs Bupati Boltim, Berawal Ucapan "Bodoh" ke Menteri

Fakta Prabowo

Pujian Prabowo untuk Presiden Jokowi di kritik aktivis HAM, Natalius. Menurutnya kinerja Pemerintahan Presiden Jokowi untuk rakyat miskin sangat rendah. Pigai mengungkapkan, sebelum pandemi Corona Covid-19 melanda Indonesia, jumlah orang miskin sudah 24 juta.

Indeks kematian ibu 308 per 100 ribu kelahiran yang hidup. Jumlah partisipasi sekolah menengah pertama 67 persen terendah. Indeks ketahanan pangan rendah ke-17

Selain itu, indeks pembangunan manusia atau IPM menurun dari 108 pada 2014 jadi posisi 116 pada 2019 di dunia. Sementara itu, pengangguran naik 7,05 juta. Pertumbuhan ekonomi 2019 turun dari 5,07 persen ke 5 persen pada 2020.

“Secara statistik, Jokowi paling gagal dalam memberi perhatian kepada orang lemah dan miskin,” kata Pigai, Jumat,( 24/4/2020). Source : islamtoday

Share :

Baca Juga

Politik

Mahfud MD Tertawakan Fadli Zon dan Rizal Ramli Puji Mahfud MD

Politik

Proyek Ibu Kota Baru Masih Lanjut? Ini Jawaban Pak Luhut!

Politik

Politikus PDIP Sarankan Ahok Tolak Komut Pertamina

Politik

Jokowi Akan Jatuh Bulan Juni, Ini Alasannya Menurut Syahganda

Politik

DPRD Justru Salahkan Risma: Seharusnya Surabaya Beli Mobil PCR Sendiri

Nasional

AHY Belum Layak Bersaing dengan Prabowo dan Anies, Gatot Lebih Menjanjikan

Politik

Jokowi Bagi Sembako Ke Gang Sempit, Pengamat: Janganlah Pak Presiden Ambil Kewenangan Ketua RT

Politik

Survei: 52 Persen Warga Anggap Jokowi Cepat Tangani Corona