Home / Pemerintah / Pendidikan

Rabu, 29 Januari 2020 - 01:00 WIB

Perjuangkan Guru Honorer, Anggota Komisi X DPR Adrianus: Mudah-mudahan Air Matanya Jangan Keluar Lagi

BERITAWAJO.COM, JAKARTA — Anggota Komisi X DPR Adrianus Asia Sidot memahami betul bahwa kontribusi guru honorer terhadap dunia pendidikan di tanah air sangat besar. Pasalnya, selain mantan kepala dinas pendidikan, politikus Golkar ini juga mantan bupati dua periode di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

“Saya tahu, saya merasakan betul peran dari teman-teman guru honorer ini sangat besar. Saya di kabupaten perbatasan, pedalaman, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Kami kekurangan guru 4000 lebih, itu diisi tenaga honorer. Mereka inilah yang berjasa besar dalam mempersiapkan generasi penerus sehingga berkontribusi bagi negara,” kata Adrianus.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi X DPR dengan pengurus Komnas PGHRI dan PHK2I di Kompleks Parlemen, Selasa (28/1). Itu sebabnya, Bupati Landak periode 2008-20216 ini meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap tenaga honorer.

“Jangan tutup mata hanya karena status mereka sebagai guru atau tenaga honorer. Karena jujur saja, ketika guru honorer ini ada, guru-guru PNS-nya santai-santai kok. Saya pernah datangi sebuah sekolah di pedalaman. Saya tanya ini guru PNS-nya mana, katanya rapat, pak, di kabupaten sudah dua bulan. Rapat apa saya bilang sudah dua bulan,” tutur Adrianus.

Pihaknya memastikan bahwa para guru honorer ini di lapangan benar-benar mengajar. Sebagai mantan Kadisdik hingga bupati, politikus Golkar ini tahu betul bagaimana perjuangan mereka di daerah.

“Jadi saya kira pimpinan, ini wajar kita perjuangkan supaya mereka bisa tenang. Ada masa depannya. Mudah-mudahan air matanya jangan keluar lagi lah. Kalau perlu nanti ada tim khusus yang mendalami ini, sehingga persoalan ini selesai,” ucap Adrianus.

Dalam forum itu, pihaknya juga mengusulkan dibentuknya Panja Honorer untuk menangani guru yang memang menjadi kewenangan komisi pendidikan itu. Dia berharap ke depan masalah ini tidak berlarut-larut.

“Bagaimana kita mau mereformasi pendidikan kita, meningkatkan kualitas pendidikan, sementara persoalan tenaga pendidik dan kependidikan kita ini tidak pernah selesai,” tandasnya.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Fokus Urus Corona, THR dan Gaji 13 PNS Terancam Tak Dibayar Pemerintah

Pendidikan

Kereen! Siswa Terlambat Dihukum Shalat Dhuha

Pemerintah

Honorer Beralih Status Magang, Nasib Gajinya Seperti Ini

Pendidikan

Kecewa, Ketum IGI Serukan Guru Honorer Bersatu Tinggalkan Ruang Kelas

Nasional

Honorer K2 Makin Optimis Segera Diangkat Jadi PNS

Pemerintah

Kabar Gembira dari Menpan RB Tjahjo Kumolo soal Honorer K2

Pemerintah

Kabar Gembira! Passing Grade Penerimaan CPNS 2019 Turun

Pemerintah

Karena Wabah Corona Akad Nikah Via Video Call? Ini Keputusan Kemenag