Home / Kesehatan

Minggu, 26 April 2020 - 19:34 WIB

Pemeriksaan COVID-19 di Indonesia Disebut Bertele-tele, Ini Kata Ahli

Uji Corona – Hasil pemeriksaan untuk menentukan apakah seseorang menjadi positif atau negatif virus corona dianggap cenderung lama. Bahkan, banyak pihak yang menilai kalau pemeriksaan COVID-19 di Indonesia bertele-tele.

Melalui diskusi online Di Balik Lambatnya Proses Deteksi dan Penelitian COVID-19 di Indonesia, Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, dr, Ph.D, Sp. MK(K), memberikan tanggapannya.

“Kalau pemeriksaan di lab-nya sendiri itu prosedurnya ya begitu, ekstraksi RNA kemudian PCR. Yang kemudian agak berkepanjangan itu adalah prosedur-prosedur administrasi sebelum dan sesudahnya,” ujarnya melalui grup Whatsapp yang diinisiasi oleh Bakrie Center Foundation (BCF), Jumat, 24 April 2020.

Baca  FKM UI Ungkap Corona Masuk RI Sejak Januari, Pemerintah: Kenapa Baru Bilang?

Profesor Amin menambahkan, untuk pemeriksaan sampel sering kali menemukan masalah dalam hal administasi di rumah sakit. Bahkan, saat kasus COVID-19 di Indonesia masih sedikit, laboratorium Eijkman harus lapor terlebih dahulu ke Dinas Kesehatan.

“Kita harus lapor dulu ke Dinas Kesehatan, melakukan review melalui telepon, setelah itu kalau memang mencurigakan orang Dinkes yang akan datang ke rumah sakit dan mereka yang akan ngambil sampelnya dan mereka yang akan mengirim. Nah itu prosesnya panjang,” lanjut dia.

Baca  5 Teori Konspirasi Virus Corona yang Menggemparkan

Akhirnya, setelah kasusnya makin banyak, Dinkes meminta rumah sakit sendiri yang mengambilnya. Berikutnya pada proses hilir ketika hasil sudah siap, peraturan Kementerian Kesehatan adalah hasil hanya boleh dilaporkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau badan Litbangkes.

“Nanti Litbangkes menyampaikannya ke dinas, kemudian dinas yang akan melaporkan hasilnya ke rumah sakit. Nah ini mungkin yang dimaksudkan bertele-tele. Seringkali menemukan kelambatan, dan bahkan ada kemungkinan tidak sampai,” kata dia. 9

Baca  Pemerintah: Sebelum Ada Vaksin, Wabah COVID-19 Belum Berakhir

Pihak laboratorium Eijkman kemudian mengusulkan untuk memangkas proses tersebut, agar pihak laboratorium bisa langsung menyampaikan hasilnya ke rumah sakit.

“Tentunya didahului dengan laporan umumnya ke Litbangkes, setelah itu kami melaporkan langsung ke rumah sakit yang mengirim. Itu yang kita lakukan sekarang sehingga memotong birokrasi,” tutur Amin. (viva)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Mengerikan, Ternyata Ini 5 Bahaya Smartphone Bagi Anak!

Kesehatan

Dalam Penjara, Siti Fadilah Peringatkan RI Jangan Beli Vaksin Corona Bikinan Bill Gates

Kesehatan

Beban Rumah Sakit Makin Berat, Korban Positif Covid-19 Sudah 9.096 Orang

Kesehatan

Waduh! Terungkap, 238 WNI dari Wuhan Tak Dites Virus Corona, Alatnya Mahal

Kesehatan

Jangan Asal Cuci, Begini Cara Bersihkan Masker Kain yang Benar

Kesehatan

Sering Dikomplain, 4 Keluhan Ini Kerap Dialami Pasien Pengguna BPJS Kesehatan

Kesehatan

Jangan Panik! BNPB: Akan Ada 40 Ribu Penduduk Positif Corona Karena Jumlah Tes Meningkat

Kesehatan

Sempat Kabur Saat Akan Dikantina, Driver Ojol Diduga Terpapar Virus Corona Akhirnya Ditemukan