Home / Peristiwa

Jumat, 8 Mei 2020 - 19:20 WIB

Pelaut yang Meninggal di Kapal China dan Jenazahnya Dilarung ke Laut Berasal dari Sulsel

Seorang pelaut asal Enrekang, Sulawesi Selatan, dikabarkan meninggal dunia saat berada di sebuah kapal asal China pada 27 Desember 2019.

Pelaut tersebut bernama Muhammad Alfatah dan jenazahnya disebut dilarung ke laut oleh kapten kapal.

Kakak kandung Alfatah, Rasyid membenarkan kabar kematian adiknya tersebut.

Rasyid mengatakan, keluarganya yang berada di Desa Banca, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang telah menggelar shalat gaib atas kematian adiknya.

“Kami sementara takziah di rumah. Sekarang sudah malam pertama,” kata Rasyid saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (20/1/2020) malam.

Baca  Pemerhati Metafisika: Kemunculan Cacing di Solo Pertanda Buruk Bagi Jokowi

Rasyid menjelaskan, ia dan keluarga baru mengetahui nasib adiknya ketika kabar kematian Alfatah viral di media sosial.

Kala itu ia melihat sebuah postingan foto mirip Alfatah dengan keterangan ABK asal Sulsel dibuang ke tengah laut. Mengetahui hal itu, Rasyid pun terkejut.

Tidak lama setelah kabar di medsos tersebut, Rasyid menerima surat di rumahnya bahwa adiknya memang telah tiada.

“Pas viral bersamaan itu ada datang surat. Kita herankan kenapa bisa bocor begitu,” tutur Rasyid.

Baca  Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

Kepala Seksi Perlindungan BP3TKI Makassar Rini membenarkan ada surat yang masuk di akun WhatsApp mengenai lima poin soal kronologi kematian Alfatah.

Namun ia mengaku masih berkoordinasi dengan Kemenlu terkait tindakan selanjutnya.

“Kami masih menunggu info selanjutnya dari Kemenlu,” ujar Rini melalui pesan WhatsApp.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengklarifikasi, BP3TI Makassar bersama pihak Kementerian Luar Negri, PT Alfira Perdana Jaya (APJ), Kepala Disnaker Kabupaten Enrekang.

Wakil Bupati Enrekang telah bertemu dan mengunjungi rumah keluarga almarhum Alfatah di Kampung Banca, Baraka, Enrekang, Sulawesi Selatan pada Kamis (23/1/2020).

Baca  Izinkan 500 TKA China Masuk Indonesia Saat Pandemik, PB HMI: Kera di Hutan Disusui, Anak Di Rumah Mati Kelaparan¬†

Dari pertemuan tersebut, diketahui bahwa Alfatah meninggal dunia di atas kapal, tidak langsung dilarung ke laut lepas begitu saja oleh kapten kapal seperti yang diberitakan media.

“Tetapi dilakukan pelarungan jenazah Alfatah pada perjalanan ke daratan,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Sukmo Yuwono, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Proses pelarungan jenazah dilakukan karena dikhawatirkan dapat menularkan penyakit berbahaya pada kru kapal lainnya. (kompas)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pasangan Ini Terkejut Ternyata Mereka Pernah Foto Bersama Di Waktu Kecil

Peristiwa

Kasihan! Suami Kerja di RS Wisma Atlet, Istri dan Anak Positif Corona

Peristiwa

Blak-blakan Abah Cijeungjing yang Nikah Lagi Diantar Istri

Peristiwa

Kocak! Maling Sepeda di Makassar Diintip Pemilik dari CCTV Sambil Main Domino
Korban Bantuan Salah Sasaran

Peristiwa

Hidup Miskin di Tengah Kebun, Mbah Saliyem Jadi Korban Bantuan Salah Sasaran

Peristiwa

Asteroid Apollo Diprediksi Menghampiri Bumi Pada 7 Mei Ramadan Tahun Ini

Peristiwa

Karyawan Pabrik Sampoerna Positif Corona, Lalu Amankah Rokoknya?

Peristiwa

Bandara Soetta Temukan 11 Penumpang dari Italia Positif Virus Corona