Home / Politik

Jumat, 1 Mei 2020 - 10:44 WIB

PDIP Bela Jokowi soal Bagi Sembako: Ada Kemiripan dengan Umar Bin Khattab

Aksi Presiden Joko Widodo blusukan malam hari di perkampungan di Sempur, Bogor, untuk memberikan bantuan langsung sembako kepada warga pada Minggu (26/4), memicu kritikan.

Jokowi dinilai pencitraan karena urusan bagi sembako harusnya tak perlu presiden turun langsung. Lagi pula aksi itu bisa memicu kerumunan warga di tengah wabah corona.

Namun, politikus PDIP, Arteria Dahlan, menilai, dalam aksi blusukan Jokowi ada gaya khas kepemimpinan yang sudah lama melekat. Arteria lalu membandingkan Jokowi dengan kisah sahabat Nabi Muhammad, Umar bin Khattab.

“Kalau dalam perspektif keislaman, kita punya gaya kepemimpinan egaliter sebagaimana telah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Tidak bermaksud menyamakan, tapi ada kemiripan-kemiripan dalam hal kepemimpinan mereka,” ucap Arteria kepada kumparan, Jumat (1/5).

Baca  Masyarakat Mengaku Kesulitan Daftar Kartu Prakerja ala Jokowi. Kok Bisa?

Kisah Umar yang termasyhur adalah saat dia menggotong sekarung gandum untuk seorang ibu dan anaknya yang kelaparan di sebuah tenda. Saat itu, Umar terpukul mendapati ada masyarakat yang kelaparan.

Arteria mengatakan, aksi blusukan Jokowi dengan menemui langsung warga sudah dilakukan sejak wali kota Solo, gubernur DKI, dan presiden. Sehingga seharusnya diapresiasi.

“Justru gaya blusukan dan model kepemimpinan Pak Jokowi yang rajin masuk keluar kampung untuk menyerap aspirasi, melihat langsung keadaan dan kebutuhan rakyat, sudah melekat di hati rakyat, dan menjadi pembeda pemimpin sebelumnya,” tutur anggota Komisi III DPR itu.

Dengan sering blusukan, kata Arteria, Jokowi mampu membangun komunikasi efektif dan membuat suasana lebih dekat antara pemimpin dengan rakyat, memperlihatkan penguasa yang tanpa dibatasi jarak dan sekat dengan rakyatnya.
“Ini bukan pencitraan, akan tetapi lebih pada gaya kepemimpinan Pak Jokowi.”

Baca  Terima Kasih Jokowi, Kata Survei: Pemerintah Terbaik dan Cepat Tanggap Tangani Covid-19

Arteria menyebut blusukan Jokowi itu memberikan pesan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Bahkan, melihat langsung kondisi riil dan kebutuhan masyarakat dan memastikan apakah program jaring pengaman sosial ini sudah benar-benar terlaksana secara tepat sasaran.

“Blusukan beliau kan memacu semua pihak termasuk pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan publik secara paripurna. Harusnya diapresiasi,” tegasnya.
Arteria juga mengkritisi pendapat harusnya Jokowi perbaiki mekanisme bansos ketimbang blusukan langsung. “Kan konyol banget dan cenderung menyesatkan,” kata Arteria.

Baca  Tifatul Sembiring Mulai Khawatir Partai Gelora Indonesia Acak-acak Kader PKS

Soal bansos, Arteria menyebut Jokowi telah memerintahkan Kemensos untuk memberikan Jaring Pengaman Sosial, sekaligus memastikan kesesuaian data penerima bansos. Seandainya ada masyarakat yang belum menerima sudah diinstruksikan Kemensos, Polri, kementerian dan lembaga terkait, BUMN-BUMN yang ditunjuk, pemda, bahkan pemerintah desa untuk menyisir ulang. Dan ini sudah dilakukan.

“Blusukan beliau kan juga dalam rangka pengawasan kerja-kerja tersebut. Toh beliau tidak bermaksud diketahui publik, tidak melibatkan media, tapi yang namanya Presiden, sulit rasanya dalam setiap gerak langkahnya untuk tidak terpantau media massa,” ucapnya.

“Saatnya melihat persamaan dan tidak mencari aib dan kesalahan. Yuk bergandengan tangan, bergotong royong solid bergerak untuk menghadapi pandemik COVID-19,” pungkasnya. (kum)

Share :

Baca Juga

Politik

Mandat Kongres Nasdem, Surya Paloh: Ini yang Paling Terberat Bapak Presiden

Politik

Sri Mulyani Sentil Anies, Belanja Pegawai dan Barang DKI Masih Tinggi

Politik

Habib Bahar Kembali Masuk Lapas, Fadli Zon Tanya Kapolri

Politik

Proyek Ibu Kota Baru Masih Lanjut? Ini Jawaban Pak Luhut!

Politik

Nasib Honorer, Mardani Ali Sera: Presiden yang Mesti Ambil Tanggung Jawab

Politik

Ahmad Dhani Sebut Ada Konspirasi di Balik Virus Corona, Indonesia Akan Tunduk

Politik

Kordinator Bela Islam Menolak Ahok sebagai Kepala Otoritas Ibukota Negara

Politik

Banjir di Mana-mana Salah Anies, Uchok Sky Khadafi: Anies Ini Gubernur Rasa Presiden