Home / Global

Selasa, 7 April 2020 - 20:02 WIB

Parah! AS Klaim China Jual Alat Medis Sumbangan Italia ke Italia Lagi

Internasional – Amerika Serikat (AS) menuduh China memaksa Italia membeli peralatan medis untuk penanganan pandemi virus corona baru, COVID-19. Menurut seorang pejabat Gedung Putih peralatan itu justru bantuan dari Roma ke Beijing ketika awal-awal negara Tirai Bambu dilanda penyakit tersebut.

Negara Komunis yang dipimpin Xi Jinping pada bulan lalu mengirimkan sebuah pesawat yang penuh dengan pasokan medis, termasuk masker dan respirator, ke Italia saat Roma kewalahan menghadapi pandemi virus corona.

Seorang pejabat senior administrasi Donald Trump mengatakan alih-alih menyumbangkan kembali peralatan medis itu, orang-orang China justru menjualnya kepada Italia.

“Sebelum virus itu menyerang Eropa, Italia mengirim berton-ton PPE (personal protective equipment/alat pelindung diri) ke China untuk membantu China melindungi populasinya sendiri,” kata pejabat kantor Presiden Trump tersebut kepada The Spectator.

Baca  Politikus Ini Bikin Geger Minta Puasa Ramadan Ditangguhkan

“China kemudian mengirim PPE Italia kembali ke Italia, sebagian, bahkan tidak semuanya…dan membebankan biaya untuk itu,” lanjut pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim tersebut.

Tudingan itu muncul setelah dua minggu lalu Spanyol mengirim kembali 50.000 alat tes yang salah dari China. Negara Eropa itu membeli peralatan untuk penanganan wabah corona senilai £382 juta, termasuk ventilator, masker dan sarung tangan, dari China.

Dan pekan lalu Beijing mengatakan kepada negara-negara Eropa untuk “memeriksa ulang” pasokan masker wajah, setelah pemerintah Belanda menarik 600.000 masker yang dibuat di China karena tidak memenuhi standar.

Baca  Tujuh Pasien Gangguan Jiwa di Jatim Positif Corona

“Ini sangat tidak jujur bagi para pejabat China sekarang untuk mengatakan `kita adalah orang yang membantu Italia atau kita adalah orang yang membantu negara berkembang` ketika, pada kenyataannya, mereka adalah orang-orang yang menginfeksi kami semua,” kata pejabat pemerintah Trump tersebut, yang juga dilansir Fox News, Selasa (7/4/2020).

“Tentu saja mereka seharusnya membantu. Mereka memiliki tanggung jawab khusus untuk membantu karena merekalah yang memulai penyebaran virus corona dan tidak memberikan informasi yang diperlukan kepada seluruh dunia untuk membuat rencana yang memadai.”

Baca  Pesawat Jatuh di Pemukiman Warga, 90 Orang Tewas

Pemerintah Xi Jinping belum berkomentar atas tudingan pejabat Gedung Putih tersebut. Namun, Beijing pada pekan lalu marah atas laporan intelijen Amerika yang menyimpulkan China berbohong soal jumlah kasus infeksi dan jumlah kematian akibat pandemi COVID-19 di negeri Tirai Bambu.

Sebelum muncul pandemi COVID-19, AS dan China sudah terlibat perdang dagang yang menggoyang ekonomi dunia. Perseteruan berlanjut ketika pandemi menyebar di seluruh dunia dan Amerika menjadi salah satu negara yang terparah setelah China berangsur normal. (law-justice)

Share :

Baca Juga

Global

Masya Allah! Tak Seperti Biasanya, Kini Adzan Menggema di Jerman Kala Pandemi Corona

Global

Warga Belanda Kutip Ayat al-Quran, al-Maidah 32, Dukung Dokter dan Perawat Pasien Corona

Global

Polisi Diam Saat Kios Muslim Dibakar; Muslim Delhi Putus Asa Mencari Keadilan

Global

Soal Virus Wabah Corona COVID-19, Bill Gates Justru Bela China

Global

Karena Alat Tes Covid-19 dari China Tidak Akurat, India Kembangkan Metode Pengujian Sendiri

Global

Mau Coba Masker Paling Mahal Sedunia? Sekali Pakai Seharga Rp 3 Juta

Global

Heboh Air Sungai di Israel Seperti Darah, Pertanda Bencana Besar?

Global

Blak-blakan, Penasihat Gedung Putih Sebut Alat Tes Uji Covid-19 yang Diterimanya dari China Adalah Palsu