Home / Nasional

Senin, 27 Januari 2020 - 05:00 WIB

Parah! Agus Salim Minta Tolong Anaknya Tenggelam, Pengunjung Lain Anggap Bercanda

BERITAWAJO.COM, MAKASSAr– Musfirah tidak menyangka, dua anaknya tewas tenggelam. Hanya satu yang selamat. Suaminya juga tewas.

Dengan sekuat tenaga, Musfirah datang ke RS Bhayangkara untuk menjemput kedua jenazah anaknya, Nur Hanillah (11) dan Ulfiah (7). Di ruang jenazah, ia tak berhenti menangis.


Foto Istimewa

Perempuan 40 tahun itu sangat terpukul. Harus pulang membawa jenazah anak kesayangannya dalam keadaan tak bernyawa ke kediamannya di Jalan Dangko, Lorong 31, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Minggu, 26 Januari, suami Musrifah, Agus Salim membawa Nur Hanillah (11) dan Ulfiah (7) berenang di Pantai Tanjung Bayang, belakang Trans Studio Mall (TSM). Anak tetangganya, Aliyah (12) juga ikut.

Saat berenang, ketiga bocah itu bermain dengan riangnya. Karena sudah terlalu ramai, mereka memilih untuk pindah tempat. Awalnya, mereka mencari ikan. Tetapi, posisinya sudah cukup jauh dari tepi pantai. Sekitar 100 meter.

Agus yang duduk di tepian, tiba-tiba sadar dan berteriak meminta tolong. Katanya, anaknya tenggelam. Tetapi, tak satu pun pengunjung peduli. Ucapannya dikira candaan.

Baca  Din: Iuran BPJS Naik Saat Corona, Bentuk Kezaliman Pemimpin

Makanya, ia langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan putrinya. Hanya saja, saat berada di tengah laut, sebagian besar pengunjung belum juga tersadar. Bahkan, sebagian besar memilih untuk berkemas untuk pulang. Lainnya sibuk memancing.

Saat Aliyah berteriak meminta tolong. Barulah pengunjung sadar. Burhanuddin (26) yang baru saja tiba untuk berenang merenspons suaranya. “Saya lihat itu anak keluar (menepi dari tengah pantai) lalu minta tolong,” Kata Burhanuddin di sela-sela proses pencarian korban, kemarin petang.

Sesaat setelahnya, barulah pengunjung yang bertahan sadar. Bahwa Agus yang berteriak tidak sedang bercanda. Bahkan, ia pun belum ditemukan hingga magrib berlalu.

“Sekitar pukul 16.00 Wita itu pertama minta tolong. Saya sadar-ji. Karena ada orang teriak minta tolong. Tapi ramai sekali di sini. Banyak orang berenang. Baru ada orang angkat tangan (berikan tanda tidak ada masalah), jadi dikira main-main-ji (bercanda),” kata Wira yang sedang memancing saat kejadian.

Baca  Kisah Masuk Islam: Seorang Perawat Dan Pasien Muslim

Wira sempat menyaksikan ketiga bocah perempuan itu berenang. Jarak antara mereka awalnya hanya sekitar 50 meter. Tak lama setelahnya, karena sudah terlalu ramai, mereka memilih pindah. Jarak Wira dan ketiga bocah tersebut sekitar 100 meter.

“Waktu ditemukan selamat itu anak (Aliyah), saya mau turun bantu, tetapi tidak begitu bisa berenang. Apalagi, baru saya kasi turun kakiku, ini lumpurnya kayak menghisap. Makanya tidak turun,” Ibrahim memotong penjelasan Wira.

Ibrahim juga salah satu pengunjung Pantai Tanjung Bayang. Ia memancing bersama Wira dan beberapa orang lainnya. Tetapi, mereka mengaku tak bisa berbuat banyak.

Melaporkan ke pihak keamanan langkah paling tepat. Anggota TNI dan kepolisian polsek setempat langsung bergegas. Begitu juga dengan Tim Rescue Water Damkar Makassar, anggota Brimob Polda Sulsel, dan Tim SAR melakukan pencarian.

Sekitar pukul 17.00 Wita, petugas berhasil menemukan Nur Hanillah (11) dan Ulfiah (7). Keduanya sudah tidak dapat diselamatkan. Mereka tewas karena kehabisan oksigen.

Baca  Cara Kembalikan Akun WhatsApp yang Dibajak

“Tiga korban sudah ditemukan. Satu selamat, dan dua korban lainnya ditemukan sekitar pukul 17.00 Wita dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kapolsek Tamalate, Kompol Arif Amiruddin di sela-sela proses pencarian korban.

Amiruddin menduga, para korban terjebak saat air laut mulai naik. Lumpur di dasar laut membuat mereka sulit bergerak. “Dari keterangan saksi, air agak berputar. Diduga korban ikut terisap,” bebernya sambil menatap personel gabungan melakukan pencarian.

Petugas sempat kesulitan menemukan Agus. Personel gabungan yang awalnya melakukan pencarian secara manual, bahkan memilih menambah peralatan selam. Air laut makin tinggi.

Dua perahu karet juga digunakan untuk mencari korban. Hanya saja, proses pencarian makin sulit. Petugas harus berhadapan ombak yang tak berhenti datang menabrak pantai. Hingga akhirnya, usaha pencarian membuahkan hasil.

Agus ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa sekitar pukul 22.40 Wita.Jenazahnya lantas dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Sultan Minta Jokowi Buka Data Zona Merah Corona: Pemerintah Tak Mau Jawab

Nasional

Tak Hanya Mengkritisi, Sandiaga Uno Akan Menanggung Biaya Kebutuhan Pasien Hingga Sembuh

Nasional

Dukun yang Obati Pasien Corona di-Rapid Test Sekeluarga

Nasional

Sandiaga Kecewa pada Pemerintah yang Sibuk Siapkan Anggaran untuk Influencer Asing Daripada Menyiapkan Tenaga Medis

Nasional

Duta Besar India Mengecam Aksi Pembakaran Bendera India

Nasional

Rizal Ramli Menangis, Minta Pak Jokowi Hentikan Proyek Ibu Kota Baru

Nasional

Instruksi Presiden Joko Widodo, DKI Jakarta Dipastikan Tidak di-Lockdown

Nasional

Jokowi Mengatakan Klorokuin Bisa Sembuhkan Pasien Corona, Kominfo Langsung Ralat. Sumule; Sebar Hoax Dong?