Home / Sejarah Peradaban

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 08:36 WIB

Para Ilmuwan Besar Muslim Yang Populer Di Eropa

Pendahuluan: Kondisi Dunia Islam

Beberapa periode pasca dinasti Abasyiah, umat Islam cenderung untuk mengelompokan Ilmu ke dalam dua kelompok besar, yaitu Ilmu Akherat (agama) dan Ilmu Dunia (agama). Pengelempokan ini menjadikan penilaian, mana yang lebih unggul. Tentu saja alasannya kita umat Islam lebih banyak fokus pada Akherat, alasannya memang itulah tujuan hidup manusia, Hal ini menimbulkan Ilmu Akherat lebih diunggulkan (Wallahu A’lam). Akhirnya Umat Islam lebih terdorong untuk menuntut ilmu-ilmu Agama dibandingkan Ilmu-ilmu keduniaan.
Kondisi ini lambat maritim berlangsung selama berabad-abad, sesudah Huru hara perang salib di tempat barat Asia selama 200 tahun, sehingga kurang stabilnya kondisi. Ditambah Serangan ganas Mongol dari Timur yang menghancurkan khazanah ilmu di Baghad dan kota-kota lain yang merupakan sentra para sarjana Islam pada waktu itu. Kondisi ini membuat Umat Islam lebih cenderung untuk fokus pada ilmu agama. Sedangkan Ilmu Dunia menjadi stagnan dan banyak ditinggalkan.
Kondisi sebelumnya, nampak berbeda dimana umat Islam mempunyai semangat yang luar biasa dalam menuntut Ilmu. Perluasan kekuasan di Dunia Islam ke segala penjuru, membuatnya menemukan khazanah-khazanah kuno dari Yunani, Persia, India dan tempat lainnya, dimana ketika itu Dunia sedang berada pada masa kegelapan. Ilmu-ilmu dunia tidak lagi dikembangkan selama berabad-abad. Sementara di Dunia Islam Al-Quran dan Sunnah Rasul menekankan pentingnya menuntut ilmu.
 umat Islam cenderung untuk mengelompokan Ilmu ke dalam dua kelompok besar Para Ilmuwan Besar Muslim Yang Terkenal di Eropa

Semangat umat Islam untuk menuntut Ilmu begitu besarnya dan disisi lain penguasa ketika itu sangat mendukung, sehingga dalam waktu yang sanggup dikatakan singkat, munculah cabang-cabang ilmu gres hasil kerja sama atas pengembangan ilmu-ilmu kuno dari aneka macam sumber. Dari sumber sejarah menyampaikan bahwa ketika itulah cikal bakal Ilmu Modern muncul, yaitu metode ilmiah. Dalam khazanah Ilmu-ilmu kuno Sebelumnya belum ditemukan metode Ilmiah. Dengan adanya metode ilmiah inilah kesannya banyak penemuan-penemuan didunia muslim ketika itu. Namun di sisi ekonomi nampaknya penemuan-penemuan besar menyerupai konsep piston, jam air, tidak menjadi komoditi penting sehingga perkembangannya tidak signifikan dan mungkin kesannya hanya tersimpan di gudang.

kondisi ini berbeda dengan Eropa periode 16 masehi

7 Abad Sebelumnya sekitar final periode 9 masehi, kondisi dunia Eropa masih dalam kegelapan alasannya tak ada perkembangan Ilmu pengetahuan. Masyarakat diliputi oleh aneka macam macam takhayul. Kondisi ekonomi dari hasil pertanian tidak banyak menunjukkan hasil. Hingga kesannya ditemukan mata bajak yang sanggup mempercepat proses pengolahan tanah. Lambat laun Para petani ini semakin makmur kondisi ekonominya. Orang-orang kaya kesannya terkadang melaksanakan perjalanan jauh ke dunia Arab, yang ketika itu terlihat sangat maju dibanding dunia Eropa.
 Di sisi lain perang salib yang berkepanjangan terus berlangsung selama 200 tahun. Kondisi tersebut, tentunya menimbulkan persentuhan-persentuhan Eropa dengan Dunia Arab Islam yang “lebih Modern”. Meskipun perang berkecamuk antara Eropa dan Dunia Islam, namun di sisi lain perekonomian tetap berlangsung antara masyarakat Eropa dan Arab. Ya mungkin menyerupai ketika inilah, dengan kondisi yang sebaliknya.
 umat Islam cenderung untuk mengelompokan Ilmu ke dalam dua kelompok besar Para Ilmuwan Besar Muslim Yang Terkenal di Eropa
Bazar di Atena

Singkat dongeng kesannya Orang-orang eropa pun berguru Ilmu di pusat-pusat Ilmu pengetahuan dunia Islam ketika itu. Dan menemukan manuskrip-manuskrip kuno dari dunianya pada masa lampau. Dengan berguru ilmu dari dunia Islam serta mempelajari sendiri manuskrip kuno, Setelah berabad-abad kondisi Eropa mulai berubah.

Sentimen Agama

Perang Salib membuat sentiman agama muncul di dunia Islam, Para pedagang Islam “mencekik” pedagang Eropa. komoditi-komoditi yang banyak diminati eropa yang berasal dari dunia Timur Jauh, harus melewati pedagang Arab dulu dan harganya menjadi sangat mahal. Orang-orang Eropa dengan keahliannya berlayar, melaksanakan sejumlah pelayaran dengan tujuan India melalui samudera melewati Cape Town (semenanjung Afrika) dan berhasil hingga Melayu. Keberhasilan ini diikuti oleh para pedagang Eropa, sehingga sanggup mendapat komoditi penting tanpa harus melewati Arab.
 umat Islam cenderung untuk mengelompokan Ilmu ke dalam dua kelompok besar Para Ilmuwan Besar Muslim Yang Terkenal di Eropa
ilustrasi kapal Vasco De Gamma
Di ketika yang sama Ilmu Pengetahuan di Dunia Eropa juga semakin maju. Dunia Eropa nampak semakin kaya yang diikuti dengan Kemajuan di bidang Teknologi. Penemuan mesin uap kesannya mengawali Era Industri. Sementara di Dunia Islam berlaku sebaliknya.

Ilmuwan Besar Muslim di Mata Eropa

Keberhasilan Eropa menuju era Industri, tidak terlepas dari perkembangan Ilmu Pengetahuan di Dunia Islam (khususnya lagi Andalusia, Spanyol). Hal ini sanggup terlihat dari beberapa Ilmuwan muslim yang namanya tersohor di Eropa, beberapa diantaranya yang mempunyai nama besar di bidang ilmu Pengetahuan yaitu:

Ibnu Sina (Avicena)

Nama Lengkap Ibnu Sina ialah Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Asli bin Sina. Lahir pada tahun 370 Hijriyah atau 980 Masehi di Desa Khormeisan, Afsyanah dekat Bukhara, kini di wilayah Uzbekistan dan wafat tahun 1037 M. Seperti bawah umur muslim lainnya kala itu, pelajaran awal yang harus ia pelajari ialah perihal Al-Quran. Lalu ia pun berguru ilmu lainnya.
Ibnu Sina berasal dari keluarga bermzhab Ismailiyah, dimana sangat dekat dengan pembahasan Ilmiah yang disampaikan bapaknya. Sejak kecil Ibn Sina telah mempelajari sastra dan ilmu agama menyerupai tafsir, fikih dan tasawuf. Karena keceredasaanya, ia telah banyak menguasai Ilmu ketika usia 10 tahun. Setelah itu Ibnu Sina mempelajari ilmu logika, hitung, pengobatan dan filsafat.

 umat Islam cenderung untuk mengelompokan Ilmu ke dalam dua kelompok besar Para Ilmuwan Besar Muslim Yang Terkenal di Eropa
Ibnu Sina Hidup di masa dunia Islam, banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia dan India. Secara intensif Teks Yunani dari Plato hingga Aristoteles diterjemahkan dan dikembangkan lebih maju oleh para ilmuwan. Suasana dan kondisi daerahnya sangat mendukung dalam perkembangan ilmu dan budaya. Pada masa itu Ibnu Sina mempunyai jalan masuk untuk berguru di perpustakaan besar di wilayah Balkh, Khwarezmia, Gorgan, Kota Ray, Kota Isfahan dan Hamedan. Selain akomodasi perpustakaan besar yang mempunyai banyak koleksi buku, pada masa itu hidup pula beberapa ilmuwan muslim menyerupai Abu Raihan Al-Biruni seorang astronom terkenal, Aruzi Samarqandi, Abu Nashr Mansur seorang matematikawan populer dan sangat teliti, Abu al-Khayr Khammar seorang fisikawan dan ilmuwan populer lainya.

Selama hidupnya Ibnu Sina telah menulis 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Kebanyakan memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Karya besarnya yang sangat monumental ialah berjudul Qanun fi al-Thibb (Canon of Medicine). karya besar lainnya menyerupai buku filsafat yang berjudul asy-Syifa dan juga al-Isyarat wat-Tanbihat. Pada tahun 1955, Ibnu Sina dinobatkan sebagai Father of Doctors (Bapak
kedokteran)

Ibnu Rusyd (Averoes)

Abu Walid Muhammad bin Rusyd, tahun 520 Hijriah (1128 Masehi) lahir di Kordoba (Andalusia/spanyol). Dilahirkan dari keluarga terpandang, ayah dan kakeknya ialah hakim-hakim terkenal. Sejak kecil Ibnu Rusyd telah mempelajari ilmu fikih, ilmu hitung dan kedokteran di Sevilla, kemudian pulang ke kordoba untuk studi, meneliti dan menulis. Usia 18 tahun hijrah ke Maroko mendalami teologi (ilmu Tauhid) berpaham Asy’ariyah. Sehinga ia menjadi jago dalam bidang syari’at, kedokteran dan filsafat.
Menurut Ernest Renan (1823-1892) karya Ibnu Rusyd mencapai 78 judul yang terdiri dari 39 judul perihal filsafat, 5 judul perihal kalam, 8 judul perihal fiqh, 20 judul perihal ilmu kedokteran, 4 judul perihal ilmu falak, matematika dan astronomi, 2 judul perihal nahu dan sastra.
Beberapa karyanya seperti; Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid. Buku fiqh Islam yang berisi perbandingan mazhab (aliran-aliran dalam fiqh dengan menyebutkan alasan masing-masing), Fashl al-Maqal Fi Ma Baina al-Himah Wa asy-Syirah Min al-Ittishal. Buku yang menjelaskan adanya persesuaian antara filsafat dan syari’at. Buku yang populer dalam lapangan ilmu filsafat dan ilmu kalam. Tahafut al-falasifah, merupakan pembelaan Ibnu Rusyd terhadap kritikan al-Ghazali terhadap para filosof dan masalah-masalah filsafat, dan masih banyak karya lainnya.

Ibnu Haitham (AlHazen)

Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham lahir di Basrah (Irak) pada 354 H, bertepatan dengan 965 Masehi dan wafat pada tahun 1039 genap usia 74 tahun.Sejak kecil ia amat ulet menuntut ilmu terutama Alquran, matematika, dan ilmu pengetahuan alam. Mula-mula di Basrah, kemudian merantau ke Ahwaz dan Baghdad untuk memperdalam ilmu-ilmu tersebut. Ibnu Haitham cukup umur mulai meneliti alam semesta dan mulai melaksanakan percobaan ilmiah, hasilnya ditulis menjadi buku. Ia pun pergi ke Mesir untuk meneliti aliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika dan ilmu falak. Ia menjadi pengajar Universitas al-Azhar. Ibnu Haitham menetap di Cairo, dan wafat sekitar tahun 1039 M.
Penyelidikannya mengenai cahaya telah menunjukkan pandangan gres kepada jago sains barat menyerupai Boger, Bacon, dan Kepler membuat mikroskop serta teleskop. Beliau merupakan orang pertama yang menulis dan menemui pelbagai data penting mengenai cahaya.

 umat Islam cenderung untuk mengelompokan Ilmu ke dalam dua kelompok besar Para Ilmuwan Besar Muslim Yang Terkenal di Eropa
Bagi Ibnu Haitham, falsafah dilarang dipisahkan dari matematika, sains, dan ketuhanan. Ketiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai, dan untuk menguasainya seseorang harus memaksimalkan masa mudanya untuk mempelajarinya dengan sepenuhnya.
Beberapa kitab karya Ibnu haytham:
Al-Jami’ fi Usul Al-Hisab, yang mengandung teori-teori ilmu matematika dan Analisa Matematika;
Kitab Al-Tahlil wa Al-Tarkib, mengenai ilmu geometri;
Kitab Tahlil Al-Masa’il Al-Adadiyah, perihal algebra;
Maqalah fi Istikhraj Simat Al-Qiblah, mengupas perihal arah kiblat bagi segenap rantau;
Maqalah fima Tad’ullaih, mengenai penggunaan geometri dalam urusan aturan syarak; dan
Risalah fi Sina’at Al-Syi’r, mengenai teknik penulisan puisi.

Selain ketiga ilmuwan besar tersebut ada banyak lagi ilmuwan  besar lainnya yang sangat kuat di dunia Eropa seperti:

Jabir Bin Hayyan (Gebert)
Al-Kindi (al-kindus)
Az Zahrawi (Abulcasis)
Al-Khawarizmi (AlGorisma)
Ibnu Zakaria Al-Razi (Razes)
Ibnu Bajjah (Avempace)

Anda sanggup menemukan biografi lengkap masing-masing tokoh tersebut lewat internet dengan mudah, melalui mesin pencari, terutama google. Kita akan memperoleh sumber goresan pena yang luar biasa perihal biografi para ilmuwan besar tersebut bagaimana mereka menjalani kehidupannya.

Kesimpulan

Dengan membaca biografi para ilmuwan besar muslim ini, supaya kita terinspirasi untuk terus bersemangat memajukan peradaban yang sesuai dengan tuntunan syariah. Satu hal yang kami kira perlu dicontoh, bahwa mereka semua masa kecilnya telah terlebih dahulu berguru Al-Qur’an. Pemahaman Agama telah kuat di dalam diri mereka gres mereka berguru ilmu-ilmu menyerupai filsafat dan logika. Hal ini menghasilkan karya-karya original yang kritis dan logis serta tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Makara agama menjadi pondasi dasar cara berfikir para ilmuwan besar muslim masa itu. Berbeda dengan dunia eropa awal periode pencerahan, dimana para ilmuwannya harus berhadapan dengan otoritas agama hingga harus dibunuh.

 umat Islam cenderung untuk mengelompokan Ilmu ke dalam dua kelompok besar Para Ilmuwan Besar Muslim Yang Terkenal di Eropa

Intinya dengan melihat sejarah Islam, kita akan sedikit tahu apa yang dimaksud dengan nur(cahaya) Allah. Ilmu itu ialah cahaya.

(sumber rujukan; buku Dari puncak Baghdah Sejarah Dunia Versi Islam, wikipedia Id, dan web-web lainnya yang membahas perihal biografi masing-masing ilmuwan muslim).

Share :

Baca Juga

Sejarah Peradaban

Dasyat! Film Ini Akan Menyadarkan Anda Wacana Warisan Besar Islam

Sejarah Peradaban

Inilah Hubungan Sejarah Islam Dan Ilmu Pengetahuan Modern

Sejarah Peradaban

Cara Licik Inggris Menghancurkan Kekhalifahan Turki Usmaniyah

Sejarah Peradaban

Kenapa Peradaban Islam Dulu Pernah Jaya Dan Menjadi Sentra Dunia

Sejarah Peradaban

Misteri Insan Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Sejarah Peradaban

Asal Ajakan Hajar Aswad Dan Alasan Menciumnya

Sejarah Peradaban

Keunikan Arsitektur Kompleks Masjid Sulaimaniyah Turki

Sejarah Peradaban

Canggihnya Teknologi Kincir Air Di Negeri Islam