Home / Politik

Jumat, 8 Mei 2020 - 08:39 WIB

PA 212 Sebut Jokowi Gagal Tangani Virus Corona

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma’arif menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal menangani pandemi virus corona (Covid-19) karena tak konsisten menerapkan kebijakan yang ditetapkan dalam menekan penyebaran virus tersebut.

Awalnya, pemerintah membatasi semua kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan beribadah. Namun beberapa waktu belakangan, pemerintah berencana melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena pertimbangan ekonomi.

“Ini membuktikan ketidaksiapan dan kegagalan pemerintahan Jokowi dalam menangani pandemi wabah Covid-19. Komunikasi antarlembaga dan institusi amburadul sehingga muncul aturan yang berubah dan berbeda dari beberapa pejabat,” kata Slamet lewat pesan singkat, Jumat (8/5).

Baca  Rocky Gerung: Corona Baru Berhenti di Tahun 2070! Apa Maksudnya?

Slamet meminta Jokowi dan jajarannya serius menangani pandemi virus corona. Menurutnya, jangan salahkan rakyat jika tak lagi patuh karena pemerintah tak punya ketegasan dalam menangani virus corona.

Mantan juru bicara FPI itu mendesak Jokowi tak melonggarkan penerapan PSBB dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Tutup penerbangan internasional dan hentikan TKA China yang ilegal. Jangan rakyat dilarang mudik dan ibadah di tempat ibadah tapi pemerintah sendiri longgar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan Jokowi harus segera menyalurkan bantuan sosial ke masyarakat. Menurutnya, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, tapi belum mendapat uluran tangan dari pemerintah sama sekali.

Baca  Blak-blakan, Penasihat Gedung Putih Sebut Alat Tes Uji Covid-19 yang Diterimanya dari China Adalah Palsu

“Indikasi korupsi dalam dana penanggulangan pandemi ini juga banyak dirasa pengamat publik. Sementara di bawah, rakyat dan umat menunggu kepastian bukan janji yang PHP,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta pemerintah tegas tentang kondisi terkini penanganan pandemi virus corona agar tidak membuat masyarakat bingung. Anwar pun mempertanyakan soal penyebaran virus corona di Indonesia.

Ia lantas menyinggung keputusan pemerintah yang akan melonggarkan PSBB, pembukaan bandara, hingga izin operasi semua moda angkutan umum di tengah larangan mudik.

Baca  Resmi! Dua WNI Positif Corona di Indonesia, Waspadalah

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan wacana pelonggaran PSBB atas dasar pertimbangan ekonomi masyarakat. Kelonggaran ini juga agar masyarakat tak terkekang dan tertekan karena penerapan PSBB.

Sementara, Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia harus hidup berdamai dengan virus corona untuk beberapa waktu ke depan sampai vaksin ditemukan. Ia menyebut belum ada acuan virus corona benar-benar berhenti menyebar sebelum dibuat vaksin.

Sampai kemarin, 2.381 orang dinyatakan sembuh dan 930 orang lainnya meninggal dunia. (dhf/fra)

Share :

Baca Juga

Politik

Mahfud MD; Terkait Corona Jangan Ada Kepala Daerah Cari Panggung. Siapa yang Dimaksud? Anies Kah?

Politik

Iuran BPJS Dinaikkan, Rocky Gerung: Jokowi Bukan Pemimpim Dalam Keadaan Krisis

Politik

Survei: 52 Persen Warga Anggap Jokowi Cepat Tangani Corona

Politik

Prabowo Ajak Kader Gerindra Patuh dan Bantu Jokowi Atasi Corona

Politik

Klarifikasi Said Didu Sudah Dibaca Luhut, Jubir: Mungkin Memang Kita “rada-rada dungu” Ini Minta Maaf atau Apa?
Kartu Prakerja

Politik

MPR: Kartu Prakerja Tidak Efektif dan Pemborosan Uang Negara

Politik

Mandat Kongres Nasdem, Surya Paloh: Ini yang Paling Terberat Bapak Presiden

Politik

Riza Patria Jadi Wagub DKI, Ini Pesan dari Prabowo