Home / Nasional

Rabu, 18 Desember 2019 - 05:00 WIB

Nurdin Abdullah Setuju Luwu Tengah, Ini Alasannya

BERITAWAJO.COM, MAKASSAR, FAJAR- Pemprov Sulsel mengajukan pemekaran kabupaten baru, Luwu Tengah. Tahap awal, meminta dukungan MPR.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan Luwu Tengah memang mendesak jadi daerah otonom baru (DOB). Alasannya, pelayanan masyarakat akan lebih optimal bila dimekarkan. Usulan pemekaran juga menjadi aspirasi masyarakat dan mahasiswa di sana.


Foto Istimewa

“Saya bilang tadi, Luwu Tengah harus kita mekarkan. Karena memang pelayanan masyarakat itu sangat terganggu kalau itu tidak dimekarkan,” ungkap Nurdin usai pertemuan dengan Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Selasa, 17 Desember.

Nurdin mengaku, Wakil Ketua MPR tersebut sangat merespons baik usulannya. Pihaknya kini memikirkan skema pengusulan. Apalagi, rencana pemekaran memang terhalang karena ada moratorium pemekaran.

“Dia (Syarief) setuju juga, makanya dicoba di mana celah kita bisa masuk karena sekarang kan masih moratorium. Jadi itu masih bisa lewat diskresi Presiden,” bebernya.

Nurdin juga meminta dukungan MPR untuk penguatan antara instansi/lembaga vertikal dengan pemda. Terutama sinergi setiap program yang mesti didiskusikan bersama. Jangan jalan masing-masing.

“Bantuan masuk ke Sulsel itu Rp3,8 triliun. Harusnya (instansi vertikal) ini jangan datang saat sudah ada masalah. Tetapi sejak perencanaan agar kita buat bersama skala prioritas,” terangnya.

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menuturkan pembicaraan dengan gubernur juga terkait amandemen. Namun, gubernur memandang amandemen belum prioritas. Usulannya yang perlu didorong, pentingnya mensinergikan program pusat dengan daerah. Memaksimalkan fungsi gubernur sebagai perwakilan dari pusat.

“Jadi menurut pandangan beliau yang menjadi prioritas ini justru itu yang diinginkan, jadi bukan amandemen. Jadi saya sangat memberikan apresiasi yang cukup tinggi karena ini suatu pandangan yang sangat berguna bagi MPR untuk melakukan pendalaman terkait kajian tentang ketatanegaraan,” bebernya.

Masalah anggaran untuk Sulsel sebaiknya dikoordinasikan dengan bagus. Karena banyak anggaran yang disalurkan tidak melalui koordinasi gubernur, dan itu ditengarai kemungkinan bisa salah sasaran, bisa tidak dibutuhkan, sehingga lebih bagus kalau itu di bawah koordinasi gubernur.

“Dan saya pikir ini bagus untuk saya bicarakan dengan menteri yang terkait di Jakarta. Dan saya juga berterima kasih kepada Pak Gubernur karena saya ini kan orang Sulawesi Selatan, kebetulan orang dari Luwu, ternyata perhatian beliau kepada daerah Luwu itu sangat tinggi sekali,” tambahnya.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Adab-Adab Islam: Berguru Menjadi Muslim Yang Berakhlak Mulia

Nasional

Bentrok Kembali Pecah di UMI, Ini yang Terbakar di Dalam Kampus

Nasional

Luar Biasa, Indonesia Kalahkan Thailand di Laga Pertama Grup B SEA Games 2019

Nasional

Tokoh Nasional Sambangi KPK, Ajukan Judicial Review UU Nomor 19 Tahun 2019

Nasional

Viral Curhat Mantan Istri UAS; Ternyata Hoax

Nasional

Kasus Jiwasraya, Seperti Ini Desakan PSI

Nasional

SKD CPNS Dimulai, Jangan Mudah Percaya Iming-iming Calo

Nasional

Ujang Komarudin Bilang Terbuka Koalisi Nasdem-PKS Usung Anies Baswedan