Home / Pemerintah

Selasa, 24 Maret 2020 - 07:35 WIB

Ngeri! Skenario Pemerintah dari Dampak Virus Corona; Ringan, Sedang dan Berat

BERITAWAJO.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini menggelar rapat dengan para gubernur, wali kota dan, bupati se-Indonesia. Jokowi memberikan arahan mengenai penanganan penyebaran COVID-19 atau virus corona termasuk dampak yang ditimbulkan.

Tak hanya memberikan arahan, Jokowi juga menyampaikan skenario yang telah dihitung oleh pemerintah mengenai dampak dari COVID-19. Terutama dampak yang timbul dari kebijakan antisipasi penyebaran seperti physical distancing.

“Beberapa skenario juga telah kita hitung, telah kita kalkulasi mengenai prediksi COVID-19 di Indonesia. Bulan April seperti apa, Mei seperti apa, skenario buruk, sedang, ringan seperti apa dan saya kira kita ingin kita berada di skenario yang ringan. Kalau betul-betul sulit dibendung ya paling tidak kita masuk ke skenario sedang, jangan sampai masuk ke skenario yang paling buruk,” tuturnya melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Baca  Rugi Berlipat Proyek Kereta Cepat di Depan Mata

Selain itu pemerintah juga menghitung penurunan beberapa faktor ekonomi di provinsi, mulai dari daya tahan hingga penurunan pendapatan. Jokowi menjabarkan provinsi-provinsi dengan penurunan paling dalam berdasarkan kategori profesi.

“Saya berbicara skenario sedang saja. Misalnya untuk buruh NTB kalau skenario sedang akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25%. Karena hitungan kita, kita mampu bertahan Juni-September,” terangnya.

Baca  Anies Sudah Lama Ingin Lockdown Jakarta, tapi Terganjal Pusat. Ini Kata Ketua Komisi V DPR

Sementara untuk kalangan petani dalam skenario sedang, Jokowi memprediksi paling parah terjadi di Kalimantan Barat. Diperkirakan penurunan pendapatan mencapai 34% dengan daya tahan hingga November 2020.

Untuk sektor UMKM dalam skenario sedang yang paling parah diperkirakan terjadi di Kalimantan Utara. Dengan penurunan pendapatan sampai 36% dan kemampuan bertahannya sampai Agustus-Oktober 2020.

Baca  Ini 3 Permintaan Jokowi Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri Nanti

“Untuk sopir angkot dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara turunnya sampai 44%, angka-angka seperti ini mohon dikalkulasi secara detail di daerah juga persiapan bantuan sosial (bansos) provinsi kabupaten lewat yang saya sampaikan tadi, realokasi dan refocusing,” tutupnya.

Sumber

 

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Luhut Ingin Datangkan Turis, Wishnutama: Tak Mungkin, Masih Covid-19

Pemerintah

Susul Belva, Andi Taufan Juga Mundur dari Stafsus Jokowi

Pemerintah

Aksi Demo Besar-besaran Honorer K2, Titi Purwaningsih: Bukan Upaya Menentang Pemerintah

Pemerintah

Honorer Beralih Status Magang, Nasib Gajinya Seperti Ini

Pemerintah

ASN Boleh Memiliki Istri 4 Asal Syarat Ini Terpenuhi

Pemerintah

Masyarakat Mengaku Kesulitan Daftar Kartu Prakerja ala Jokowi. Kok Bisa?

Pemerintah

49 TKA China di Kendari, Stafsus Kemnaker: Ilegal. Luhut: Tak Ada Prosedur Ilegal

Pemerintah

Keras! Mensos Juliari Angkat Bicara usai Bupati Boltim Teriak Goblok