Home / Kesehatan

Jumat, 27 Maret 2020 - 06:30 WIB

Ngeri! Hasil Studi: Kasus Corona di Indonesia Sebenarnya Mencapai 34.300 Pasien

BERITAWAJO.COM – Para pakar kesehatan menyatakan, Indonesia menghadapi lonjakan kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 karena lambannya respons pemerintah.

Pemerintah pun terkesan menutupi terkait skala wabah di negeri berpenduduk sekitar 260 juta, yang merupakan terpadat keempat di dunia tersebut. Hingga Jumat (27/3), Indonesia tercatat memiliki 893 kasus pasien positif corona.

Namun, data ini dianggap mengecilkan skala infeksi karena rendahnya jumlah tes di lapangan dan tingkat kematian yang tinggi. Indonesia telah melaporkan 78 kematian, tertinggi di Asia Tenggara.

Dilansir dari Reuters, sebuah studi terkait Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London, Inggris, yang dirilis pada Senin (23/3) memperkirakan hanya dua persen dari dari jumlah keseluruhan kasus infeksi corona di Indonesia yang telah dilaporkan.

Baca  Prediksi Ilmuwan: Puncak Corona RI Mei, Harus Berhenti 10 Juni 2020

Hal itu berarti angka sebenarnya pasien dapat mencapai 34.300 orang atau lebih banyak daripada Iran. Pemodelan lain memproyeksikan, dalam skenario terburuk, jumlah kasus bisa meningkat hingga menyerang 5 juta orang terinfeksi di Jakarta pada akhir April mendatang.

“Kita telah kehilangan kendali. Ini telah menyebar di mana-mana,” kata pakar ekonomi kesehatan masyarakat Ascobat Gani. “Mungkin kita akan mengikuti Wuhan atau Italia. Saya pikir kita berada dalam kisaran itu.”

Sistem kesehatan Indonesia sangat buruk dibandingkan negara lain yang terkena dampak virus corona. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes),

Baca  Covid-19, Gelar Tarawih Berjamaah di Makassar Diancam Pidana

Indonesia hanya memiliki 321.544 tempat tidur rumah sakit. Angka itu berarti sekitar 12 tempat tidur per 10 ribu orang. Bandingkan Korea Selatan (Korsel) yang memiliki 115 per 10 ribu orang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada 2017, WHO juga menemukan Indonesia hanya memiliki empat dokter per 10 ribu. Angka itu lebih rendah dibandingkan Italia yang memiliki 10 kali lebih banyak atau Korsel yang memiliki dokter enam kali lebih banyak per kapita.

Juru Bicara Covid 19 Membantah

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, membantah tentang hasil studi simulasi yang menunjukkan angka terburuk penularan corona.

Baca  Pasien Terjangkit Corona Tidak Ditanggung BPJS Ya...

“Kita tidak akan sampai seperti itu,” kata Yuri merujuk perbandingan wabah yang menyebar di Italia dan Cina. “Yang penting adalah kita mengerahkan orang-orang… mereka harus menjaga jarak.”

Yuri menuturkan, dengan langkah-langkah menjaga jarak yang tepat, seharusnya tidak ada kebutuhan untuk tempat tidur tambahan. Selain itu, staf medis yang ada cukup untuk mengatasi wabah corona.

Namun, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Budi Waryanto mengatakan, “Rumah sakit tidak siap untuk mendukung kasus-kasus yang bakal muncul. Perawatan akan terbatas.”

Sumber

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Beban Rumah Sakit Makin Berat, Korban Positif Covid-19 Sudah 9.096 Orang

Global

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

Kesehatan

Siapa Pasien Pertama Corona? Ini Jawaban Ahli

Kesehatan

Siti Fadilah Supari: Kalau Ada Komersialisasi Vaksin, Maka Pasti Ada Pandemi Lagi

Kesehatan

WHO: Virus Corona Akan Bersama Kita untuk Waktu yang Lama

Kesehatan

Kisah Memilukan Perawat Pasien Corona; Diusir dari Kos Sampai Kehabisan Makanan

Kesehatan

Sekjen PBB: Hanya Vaksin Corona yang Bisa Bikin Dunia Kembali Normal

Kesehatan

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Sampai Rp150 Ribu per Orang, Lewat Perpres 64/2020.