Home / Global

Senin, 18 Mei 2020 - 04:53 WIB

Ngeri! Astronom: Matahari Masuk Masa Resesi, Bencana Besar Menanti

Astronom Dr Tony Phillips mengatakan bahwa matahari saat ini berada dalam periode minimum, yang berarti aktivitas di permukaanya turun secara dramatis.

Para ahli percaya bahwa Bumi akan memasuki periode terdalam dari ‘resesi’ sinar matahari yang pernah tercatat sebagai bintik matahari (Sunspod) telah menghilang.

Dr Tony Phillips mengatakan bahwa Solar Minimum sedang berlangsung, dan itu yang terdalam pada abad ini.

Baca  Gedung Putih Jebol, Pasukan Khusus Pengawal Trump Kena Corona

“Medan magnet matahari menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik ekstra ke tata surya. Kelebihan sinar kosmik menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan pelancong udara kutub, memengaruhi elektro-kimia atmosfer atas Bumi, dan dapat membantu memicu petir,” ungkapnya dilansir The Sun.

Para ilmuwan NASA khawatir itu bisa menjadi pengulangan Dalton Minimum, terjadi antara 1790 dan 1830, yang mengarah ke periode dengan suhu dingin paling ekstrem, gagal panen, kelaparan, dan letusan gunung berapi dahsyat.

Baca  Rayakan Berakhirnya Lockdown, Wanita Malah Tewas Terpeleset dari Ketinggian

Penurunan suhu bisa mencapai 2C lebih dari 20 tahun, dan berpotensi menghancurkan produksi pangan dunia.

Pada 10 April 1815, letusan gunung berapi terbesar kedua dalam 2.000 tahun terjadi di Gunung Tambora, menewaskan yang sedikitnya 71.000 orang.

Hal itu juga menyebabkan apa yang disebut Tahun Tanpa Musim Panas, setahun setelahnya pada 1816. Iklim dunia pun terganggu.

Baca  Sempat Dinyatakan Sembuh, Pria Ini Meninggal Karena Corona

Tahun ini, matahari telah mengalami kekosongan tanpa bintik sebesar 76 persen. Tahun lalu, matahari sempat mengalami kekosongan sebesar 77 persen.

Dua tahun berturut-turut sedikit bintik membuat minimum matahari semakin parah. (jpnn)

Share :

Baca Juga

Global

Ajak Semua Orang Kembali Pada Tuhan, Trump Tetapkan Hari Berdoa Nasional

Global

Tiongkok Minta Amerika Jujur soal Virus Corona

Global

Sekolah Islam di Inggris Menempati Peringkat Tertinggi Kinerja Sekolah
China Ejek Kesombongan Amerika

Global

China Ejek Kesombongan Amerika yang Kini Parah Diserang Corona

Global

Takut Corona, Iran Batalkan Shalat Jumat Dua Minggu Berturut-turut
Virus Corona Buatan Lab di Wuhan

Global

Trump Klaim Punya Bukti Corona Berasal dari Lab Wuhan

Global

Warga Belanda Kutip Ayat al-Quran, al-Maidah 32, Dukung Dokter dan Perawat Pasien Corona

Global

WNI Dievakusi dari Wuhan, 100 Rumah Sakit Siapkan Ruang Isolasi