Home / Nasional

Minggu, 20 Oktober 2019 - 12:36 WIB

Nasibmu Indonesia

Aku Heran Dengan Indonesia

Dulu Hindu Agamamu
Lalu Budha Agamamu

Lalu datanglah hembusan angin
dari daerah yang nun jauh
dari negeri yang panas
Datang dengan lembut

Tak menyerupai hembusan
yang tiba ke Persia dan Romawi
seribu tahun yang lalu

Indonesia
Ratusan tahun lalu
engkau yakni Kutai
Ratusan tahun lalu
engkau yakni Sriwijaya
Ratusan tahun lalu
engkau yakni Majapahit
Ratusan tahun lalu
engkau yakni mataram

Lalu angin dari jauh itu
tiba-tiba perlahan berhembus
membawa kesejukan

Indonesia
engkau menjadi perlak
Samudera Pasai Aceh
Mataram Islam Banten Cirebon
Dan saudaramu yang lainnya
yang juga memeluk jalan keselamatan
Islam

Lalu tiba-tiba
berhembuslah angin keras dari eropa
memporak-porandakan harta bendamu
Dengan cepat Engkau terjatuh
Dibawah kaki-kaki bangsa penjajah

Namun Di dalam jiwamu
masih membara semangat jalan keselamatan
Akhirnya datanglah kembali
Angin dari negeri yang panas
meniupkan semangat ke dalam jiwamu

Sementara para penjajah itu
Saling bertikai dengan saudaranya sendiri
hinggai akhirnya
engkau lemparkan kaki-kaki itu
ke tanah asalnya

Sayangnya
Tangan-tangan mereka
masih akrab mencengkerammu
Hingga kini

Indonesia
Akankah engkau
akan menjadikannya sebagai pelukan
ataukah
melepaskannya dan memilih nasibmu sendiri
Itu terserah padamu
wahai Indonesia

Share :

Baca Juga

Nasional

Heran Anies Selalu Disalahkan, Arief Poyuono: Apa Ada Gubernur DKI yang Tak Pernah Ngalamin Jakarta Tenggelam

Nasional

Dikalahkan Vietnam, Indonesia Kembali Gagal Meraih Emas Sepakbola SEA Games

Nasional

Poros Besar Pilpres 2024, Pengamat: Prabowo-Puan dan Anies Baswedan-AHY

Nasional

Gaya Erick Benahi BUMN, Fokus Evaluasi 6 Aturan Diterapkan

Nasional

Kemenpan RB Sebut Honorer Tidak Dihapus Tetapi Dirapikan, Ini Skemanya

Nasional

Sembilan Bulan Tak Digaji, Petugas Kebersihan Segel Kantor DLH

Nasional

Ditjen Imigrasi Kemkumham Memberikan Izin Tinggal Terpaksa kepada 2.643 WN Tiongkok

Nasional

MUI Kecam Sikap Pemerintah Akan Gunakan Cara Darurat Sipil, Malah Jauh dari Konstitusi