Home / Pendidikan

Sabtu, 4 April 2020 - 11:45 WIB

Nadiem Akan Rombak Kurikulum demi Kurangi Beban Siswa

BERITAWAJO.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan bakal mengurangi beban siswa dalam penyederhanaan kurikulum. Ia berpendapat kurikulum saat ini masih membebani siswa.

“Kita sudah sepakat akan menyederhanakan kurikulum kita sehingga lebih mudah dimengerti oleh guru dan siswa. Jadi jelas beban konten harus turun,” ujarnya melalui konferensi video seusai rapat terbatas bersama presiden, Jumat (3/4).

Namun ia menyatakan belum ada keputusan konkret dari pihaknya bagaimana modifikasi kurikulum akan dilakukan. Kemendikbud masih membahas konten kurikulum yang akan dipangkas.

Baca  3 Syarat Guru Honorer Bisa Digaji Pakai Dana BOS

“Apakah artinya mata pelajaran dikurangi atau konten per mata pelajaran dikecilkan? Ini masih dikaji tim kami. Jadinya saya belum bisa jawab. Tapi yang sudah jelas beban siswa dengan jumlah konten dan bahan yang banyak sekali pasti akan kita tangani,” jelasnya.

Nadiem menilai kurikulum yang diterapkan di sekolah masih membebani siswa. Pada akhirnya Nadiem menilai guru tidak bisa mengajar sesuai kemampuan masing-masing siswa.

Untuk itu modifikasi kurikulum nantinya, kata Nadiem, bakal disesuaikan dengan kemampuan siswa yang beragam. Artinya dalam satu kelas siswa bisa mengerjakan hal yang berbeda-beda.

Baca  Mau dapat Beasiswa KIP Kuliah 2020? Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Selain modifikasi kurikulum, penyaluran buku pada perpustakaan di sekolah juga bakal diselaraskan. Nadiem menilai selama ini penyaluran buku hanya berfokus pada buku pelajaran.

Padahal untuk meningkatkan mutu literasi, menurutnya harus ditanamkan sikap senang membaca. Untuk itu buku yang disalurkan seharusnya yang memiliki konten menarik.

“Dan di pelajaran Bahasa Indonesia harus ada fokus kepada literasi bukan hanya gramar dan kosakata Bahasa Indonesia. Tapi konten dalam kurikulum Bahasa Indonesia menggunakan buku menyenangkan cerita relevan,” tambahnya.

Baca  Usia di Atas 35 Tahun, Guru Honorer Desak Diangkat PNS dengan Cara Ini

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengungkap nilai Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) Indonesia jeblok. Pada PISA 2018, Indonesia menempati urutan ke 72 dari 77 negara. Tes ini dilakukan di negara-negara untuk memetakan pencapaian pendidikan dunia.

Penyederhanaan kurikulum sendiri, kata Nadiem, perlu dilakukan. Namun ia mengatakan mengubah kurikulum butuh waktu, serta kajian dan persiapan mendalam.

Sumber

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kereen! Siswa Terlambat Dihukum Shalat Dhuha

Pendidikan

Keluhan Orangtua, Kenapa SPP Ditagih Padahal Anaknya Belajar dari Rumah

Pendidikan

Anak Sekolah Belajar di Rumah, Kok SPP-nya Nggak Turun?

Pendidikan

Siswa di Pelosok Harus Naik Gunung demi Sinyal untuk Belajar Online

Pemerintah

Usia di Atas 35 Tahun, Guru Honorer Desak Diangkat PNS dengan Cara Ini

Pendidikan

Kecewa, Ketum IGI Serukan Guru Honorer Bersatu Tinggalkan Ruang Kelas

Pendidikan

Mau dapat Beasiswa KIP Kuliah 2020? Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Pendidikan

Madrasah Dirobohkan TNI, Kok Bisa? Begini Cerita Sebenarnya