Home / Nasional

Minggu, 29 Maret 2020 - 03:59 WIB

MUI Usul Pemerintah Berlakukan Lockdown, Tunda Ibukota Baru dan Gunakan Anggaran Infrastuktur Hadapi Wabah Corona

Sekjen MUI Anwar Abbas memberikan sambutan saat acara penggalangan dana untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron Palestina di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (1/5). Foto: Nugroho Sejati

Sekjen MUI Anwar Abbas memberikan sambutan saat acara penggalangan dana untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron Palestina di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (1/5). Foto: Nugroho Sejati

BERITAWAJO.COM – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyampaikan usulan kepada pemerintah untuk dapat segera me-lockdown seluruh Indonesia.

Usulan Abbas itu bukan tanpa alasan, terus bertambahnya angka orang yang positif terjangkit virus corona di Indonesia jelas harus menjadi pertimbangan utama untuk segera mengambil opsi lockdown tersebut.

Sebelumnya tercatat terdapat perkembangan data terbaru yang cukup signifikan terkait jumlah pasien positif corona di Indonesia. Saat ini jumlah pasien positif virus corona di Indonesia berdasarkan data yang dikeluarkan tim gugus tugas sebanyak 1.155 orang.

Baca  Said Didu Tolak Minta Maaf, Kubu Luhut: Kita Tunggu Sajalah!

“Melakukan total lockdown diseluruh negeri dan atau local lockdown untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan pertimbangan dari para ahli,” ujar Abbas dalam keterangannya, Minggu (29/3)

Tak hanya mengusulkan lockdown, Abbas pun turut mendorong pemerintah untuk dapat mengalokasikan seluruh anggaran di bidang infrastruktur untuk dimanfaatkan dalam kepentingan proses penanganan corona.

“Melakukan realokasi terhadap seluruh dan atau sebagian anggaran infrastruktur yang ada sekarang ini untuk dipergunakan bagi kepentingan memutus mata rantai penyebaran virus corona,” beber Abbas.

Abbas pun agar pemerintah sementara waktu dapat mengubur rencana mereka untuk memindahkan ibu kota. Ia beranggapan hal pemindahan ibu kota tak jauh penting dari membantu rakyat untuk dapat bertahan ditengah gempuran wabah corona yang hingga detik ini melumpuhkan hampir seluruh sendi perekonomian rakyat.

Baca  Resahkan Warga, Oknum Camat Unggah Video Mesumnya di WA

Mengalihkan peruntukan anggaran dana desa, kata Abbas, juga dapat menjadi solusi lain untuk menambal sulitnya ekonomi rakyat belakangan ini.

“Menunda penggunaan rencana anggaran pemindahan ibu kota untuk yang tahun 2020 ini seluruhnya dan atau sebagiannya bagi dipergunakan untuk menolong ekonomi rakyat dan memulihkan perekonomian nasional,” ungkap Abbas.

“Mengalihkan seluruh dan atau sebagian anggaran yang diperuntukkan bagi desa dan kelurahan bagi menolong rakyat setempat selama masa lockdown, sambungnya.

Baca  Cara Kembalikan Akun WhatsApp yang Dibajak

Abbas pun mengajak kepada para pengusaha swasta untuk dapat berperan serta untuk memberikan bantuan guna mengatasi kesulitan ekonomi yang dialami oleh para pekerja harian ditengah imbauan pemerintah untuk tak terlebih dahulu berkegiatan di luar rumah.

“Memanggil para pengusaha besar dan mewajibkan mereka untuk memberikan bantuan bagi penanganan kasus corona dan mengatasi persoalan ekonomi yang dialami oleh masyarakat lapis bawah,” tutupnya.

Sumber

Share :

Baca Juga

Nasional

Hamil Lalu Buang Bayi, Sepasang Pelajar SMP Ditangkap Polisi

Nasional

Ini Tiga Alasan Pokok Mengapa Harga BBM Tidak Turun

Nasional

Instruksi Presiden Joko Widodo, DKI Jakarta Dipastikan Tidak di-Lockdown

Nasional

PLN Membantah Tarif Listrik Naik, Tapi Kenapa Tagihan Melonjak?

Nasional

Yurianto Kemenkes: Yang Izinkan Ojol Angkut Penumpang Siapa?

Nasional

Pengamat Politik Sebut, Manuver Paloh Wujud Kekecewaan Atas Hal-hal Ini

Nasional

AHY Belum Layak Bersaing dengan Prabowo dan Anies, Gatot Lebih Menjanjikan

Nasional

Survei Median: Anies Nomor 1 soal Penanganan Corona, Risma Nomor 5