Home / Islam

Minggu, 19 April 2020 - 14:09 WIB

Mufti Besar Saudi: di Tengah Corona Virus Salat Idul Fitri Bisa Dilakukan di Rumah

Islam – Bulan Ramadan 2020 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mufti Besar Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz Al al-Sheikh mengatakan Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri 2020 dilakukan di rumah masing-masing.

“Salat Tarawih selama Ramadan bisa dilakukan di rumah jika tidak dapat dilakukan di masjid karena tindakan pencegahan untuk memerangi penyebaran coronavirus,” kata dia seperti dikabarkan surat kabar Okaz.

Dilansir Gulf News, Sabtu (18/4/2020), Sheikh Abdulaziz juga mengatakan hal itu juga berlaku untuk sholat Idul Fitri. Adapun bulan puasa Ramadan 2020 dimulai minggu depan.

Baca  Awas! Ancaman Pandangan Mata Dapat Mencelakai Orang Lain

Sebelumnya, Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi mengumumkan sholat Tarawih selama Ramadan hanya akan dilakukan di rumah.

Pasalnya, penangguhan sholat di masjid tidak akan dicabut hingga akhir pandemi virus corona alias Covid-19. Demikian surat kabar Al Riyadh mengutip Dr. Abdul Latif Al Sheikh, Menteri Urusan Islam Saudi.

Salat Idul Fitri 2020

Menurut Al Sheikh, penangguhan sholat lima waktu sehari di masjid lebih penting ketimbang penangguhan sholat Tarawih.

“Kami meminta kepada Allah SWT untuk menerima doa Tarawih apakah diadakan di masjid, atau di rumah, yang kami pikir lebih baik untuk kesehatan masyarakat,” ujar Al Sheikh.

Baca  Betulkah Ulama Dijemput Paksa Karena Positif Corona?

Dia mengatakan, “Kami meminta kepada Allah SWT untuk menerima doa dari kita semua dan melindungi umat manusia dari epidemi yang melanda seluruh dunia.”

Ada pula aturan terkait pemakaman sejalan dengan instruksi dan tindakan pencegahan oleh Departemen Kesehatan dan otoritas setempat. Dikatakan, hanya lima hingga enam orang dari keluarga almarhum yang diperbolehkan melakukan doa pemakaman bagi orang meninggal.

Baca  Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa Membaca al-Quran Setelah Shalat Maghrib dan Subuh Meningkatkan Kecerdasan!

“Ini adalah tindakan pencegahan sejalan dengan larangan berkumpul, sehingga doa pemakaman yang dilakukan di pemakaman tidak boleh melebihi lima hingga enam kerabat yang meninggal, dan sisanya berdoa di rumah mereka,” tegas Al Sheikh.

Al Sheikh membenarkan, doa pemakaman tidak lebih besar dari doa wajib, sehingga dimungkinkan untuk berdoa secara individu. Sebab yang lebih penting adalah bahwa tidak boleh ada banyak orang berkumpul di tempat yang sama, di mana dimungkinkan untuk mengirimkan infeksi.

Share :

Baca Juga

Islam

Seiring Kemajuan IT, Apakah Shalat Berjamaah Sah Dikerjakan Secara Online?

Islam

Salat Tarawih di Rumah, UAS: Imam Bisa Beri Kesempatan kepada Anak-anak

Islam

Masya Allah, Ini Waktu Terbaik Bersedekah; Pahami dan Amalkan!

Islam

Hasil Penelitian Menunjukan Bahwa Membaca al-Quran Setelah Shalat Maghrib dan Subuh Meningkatkan Kecerdasan!

Islam

Naudzubillah! Ini Tanda Kiamat yang Sudah Muncul di Indonesia

Islam

Inilah Masjid Tertua di Indonesia, Berusia 700 Tahun

Islam

Demi Keselamatan Jamaah, Menyentuh Ka’bah Dilarang, dan Jalur Sai Juga Terancam Akan Ditutup

Islam

Subhanallah! Wanita Muslim Ini Donasikan Tabungan Hajinya untuk Lawan Covid-19