Home / Global

Senin, 30 Maret 2020 - 21:05 WIB

Meski Tak Lockdown, Korea Selatan Berikan Insentif Rp 13 Juta per Keluarga

Pejalan kaki memakai masker di luar Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Pejalan kaki memakai masker di luar Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

BERITAWAJO.COM – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) bersiap mengambil kebijakan baru di tengah pandemi virus corona. Terkini, mereka akan memberikan bantuan berupa uang tunai kepada warganya mulai bulan depan.

Keputusan itu diambil sebagai impak dari kondisi ekonomi yang terguncang akibat penyakit COVID-19. Nantinya, setiap keluarga akan diberikan hingga 1 juta won (Rp 13 juta), kecuali 30 persen populasi yang berpenghasilan tinggi.

Lazimnya, insentif diberikan kepada warga yang negaranya menerapkan lockdown. Misalnya di India, yang memberikan sembako gratis kepada warga miskin.

Baca  Virus Korona Mengkhawatirkan, Mahasiswa Asal Indonesia Terjebak di Wuhan

Hingga Senin (30/3), sebanyak 9.583 orang di Korsel dinyatakan positif corona. Akan tetapi, tingkat kematian mereka begitu rendah dengan 158 orang dan 5.228 telah sembuh.

Korsel sejatinya merupakan salah satu negara dengan tingkat positif corona tertinggi di Asia. Akan tetapi, mereka lebih memilih melakukan tes massal ke puluh ribu warganya per hari dan tak melakukan lockdown.

Baca  Bagaimana Virus Corona Sampai di Indonesia? Ahli Menjelaskan Begini

Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan pihaknya tengah menyiapkan anggaran tambahan untuk dimintai persetujuan parlemen pada bulan depan.

“Saat ini, masyarakat tengah menderita akibat virus corona dan mereka pantas diberikan bantuan dan partisipasi dalam upaya pencegahan. Pemerintah wajib menyediakan kekuatan finansial dari guncangan ekonomi seperti ini,” ucap Moon dikutip Reuters, Senin (30/3).

Paket kebijakan baru itu merupakan bagian dari serangkaian langkah yang telah diambil pemerintah untuk meredakan tekanan pada stabilitas ekonomi Korsel akibat corona. Sebelumnya, kebijakan yang telah diambil mulai dari pemotongan suku bunga hingga menambah anggaran.

Baca  Blak-blakan, Penasihat Gedung Putih Sebut Alat Tes Uji Covid-19 yang Diterimanya dari China Adalah Palsu

Pemerintah Korsel juga mengambil tindakan tegas dengan melakukan karantina mandiri selama dua pekan bagi para pelancong dari luar negeri. Melanggar regulasi itu akan dipenjara selama setahun atau denda hingga senilai Rp 133 juta.

Sumber

Share :

Baca Juga

Global

Subhanallah! Reklame Memuat Tiga Pesan Rasulullah Terpasang di Chicago
ABK Kapal China Tuntut Perusahaan

Global

Keluarga ABK Kapal China Tuntut Perusahaan Perekrut

Global

Enam Pengusaha Besar China Siap Bangun Kawasan Industri Takalar

Global

Terbongkar! Lab Virus Wuhan Masih Simpan 1500 Virus Mematikan, Diungkap Peneliti Senior

Global

NASA Akan Kirim Astronot di Waktu Paling Utama untuk Shalat Tahajud

Global

Ultimatum Trump Untuk Arab Saudi: Pangkas Pasokan Minyak Atau AS Cabut Dukungan Militer

Global

15 Warga India Terlindas Kereta saat Mudik Akibat Lockdown

Global

Mau Coba Masker Paling Mahal Sedunia? Sekali Pakai Seharga Rp 3 Juta