Home / Hukum

Selasa, 7 April 2020 - 15:59 WIB

Meski Sudah Bisa Bebas, Bahar Smith Menolak Karena Tidak Mau Dianggap Utang Budi pada Rezim Zalim

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith mengikuti sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith mengikuti sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

Hukum – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menerbitkan peraturan yang memungkinkan napi dan tahanan bebas sebelum waktunya. Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan lapas dan rutan.

COVID-19 menular dari orang ke orang melalui droplet. Di satu sisi, lapas, rutan, juga lembaga pembinaan khusus anak adalah institusi tertutup yang kapasitasnya berlebih.

Akan sangat mungkin virus menyebar cepat seandainya satu orang saja terinfeksi. Peraturan itu bernama Keputusan Menteri Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Baca  Umat Muslim Diminta Pantau Proses Hukum Abu Janda Hingga Tuntas

Napi yang bebas akan diasimilasi di rumah masing-masing sampai diintegrasi lewat pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat.

Seorang napi dapat ditarik kembali ke rutan jika melakukan pelanggaran baru. Mereka yang dapat bebas harus memenuhi sejumlah kriteria, menurut peraturan itu, di antaranya: 2/3 masa pidana untuk dewasa dan 1/2 untuk anak jatuh sampai 31 Desember 2020; tidak sedang menjalani subsider; dan bukan WNA.

Syarat lain, mereka yang dibebaskan adalah yang tidak terikat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. PP itu mengatur tentang napi terorisme, narkotika, korupsi, dan kejahatan terhadap keamanan negara.

Baca  Ratusan Napi Penjara New York Ini Masuk Islam. Alasannyapun Sungguh Mengharukan

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Rika Aprianti menyebutkan “sekitar 30 ribuan” napi bebas karena peraturan baru ini.

Bahar bin Smith, terdakwa penganiayaan dua remaja, beda lagi. Penanggungjawab Lapas Pondok Rajeg Cibinong Bogor sudah menawarinya bebas, tapi dia menolak. Demikian versi salah satu kuasa hukumnya, Ichwan Tuankotta.

Pernyataan berbeda disampaikan Kalapas Kelas IIA Cibinong. Ia mengatakan Bahar belum memenuhi syarat. Hal serupa diungkapkan kuasa hukum lain, Aziz Yanuar. Ia menjelaskan kalau Bahar mulai mendekam di lapas sejak 18 Desember 2018. Ia divonis tiga tahun pada Juli 2019.

Baca  Heboh, Anak Buah Imam Nahrawi Ungkap Aliran Uang 3 Miliar ke Bos BPK di Depan Hakim

Artinya, “hingga 18 April ini genap 16 bulan atau belum sampai separuh dari masa hukuman,” ujar Aziz kepada reporter Tirto, Selasa (7/4/2020). Namun karena masa pidana yang dihitung jatuh sampai tanggal 31 Desember 2020, bahar sudah memenuhi syarat.

Beliau tegas tidak mau dianggap utang budi pada rezim zalim,” kata Aziz, menjelaskan kenapa kliennya menolak penawaran. Alasan lain Bahar tidak memilih bebas adalah “banyak murid yang masih diajar ada di dalam.” (Tirto)

Share :

Baca Juga

Hukum

Dilaporkan Karena Pencemaran Nama Baik, Said Didu: Bismillahirrahmanirrahim

Hukum

Presiden Minta Dihadirkan di Sidang MK. Kenapa?

Hukum

Rocky Gerung Dipanggil Polisi Terkait Laporan Henry Yosodiningrat. Kasus Apa?

Hukum

Kuasa Hukum: Ruslan Buton Dipecat Dari TNI Karena Tolak TKA China Masuk Ke Maluku

Hukum

Diduga Hina Lagu ‘Aisyah Istri Rasullah’, YouTuber Ini Jadi Tersangka

Hukum

Suap Impor Bawang, Eks Politikus PDIP Dituntut 10 Tahun Bui

Hukum

KPK Soroti Kinerja Anies Baswedan, Kok Bisa?

Hukum

Cegah Corona di Penjara, Yasonna Usul Bebaskan 300 Napi Korupsi di Atas 60 Tahun