Home / Ekonomi

Rabu, 22 April 2020 - 21:14 WIB

Menteri Teten: Dana Kartu Prakerja Lebih Baik untuk Pelindung Rakyat

Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki ikut mengkritik program kartu prakerja. Dia mengaku lebih setuju anggaran program tersebut dialihkan untuk jaring pengaman sosial (social safety net) untuk rakyat yang kini menghadapi pandemi virus corona.

Apalagi, anggaran untuk pelatihan online di program itu tak sedikit. Nilainya mencapai Rp5,6 triliun dari total anggaran keseluruhan program Rp20 triliun.

“Saya setuju dana yang digunakan untuk kartu prakerja dialihkan untuk social safety net. Sebab ini yang dibutuhkan rakyat, bukan dalam bentuk pelatihan,” kata Teten Menjawab pertanyaan dalam sebuah diskusi online dengan Pemimpin Redaksi dikutip Rabu 22 April 2020.

Baca  Materi Kursus Kartu Prakerja Mirip Konten Gratis Youtube

Pernyataan Teten ini juga menjawab kritik masyarakat soal program kartu prakerja yang dananya justru lari ke perusahaan aplikasi. Dia juga mengkhawatirkan, dana yang disiapkan pemerintah terkait Covid-19 sejatinya hanya cukup untuk 3 hingga 4 bulan.

“Bagaimana kalau corona ini sampai akhir tahun. Mau dari mana lagi pemerintah ambil duitnya,” katanya.

Sementara untuk menerbitkan global bond alias surat utang global juga sangat sulit dalam situasi sekarang ini. Menurutnya dengan adanya dana bergulir ke rakyat akan mengerakkan ekonomi rakyat terutama UMKM.

Baca  Viral! Gaji Rp20 Juta Ngaku Rakyat Kecil Terdampak Corona, Ngemis Bansos

Mantan Koordinator Staf Khusus Presiden itu juga menyebut stimulus sebesar Rp405,1 triliun masih sangat kurang mengatasi persoalan ekonomi akibat Covid-19. Ini jika dibandingkan negara lain yang stimulusnya lebih dari 10 persen dari PDB. Sementara, Indonesia hanya sekitar 2,5 persen dari PDB.

“Untuk sektor UMKM ini masih sangat kecil stimulusnya, “ kata Teten.

Baca  PKS Marah Besar, Ini Pembodohan Rakyat, Tawarkan Latihan Mancing saat Wabah Corona di Kartu Prakerja

Dia juga menyebut, sebenarnya yang harus didorong tidak hanya stimulus. Tapi bagaimana BI secara moneter juga bisa melakukan terobosan terkait Covid-19.

“Ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Saya pikir dari sisi fiskal dan moneter, juga bisa bekerja sama,” katanya. (viva)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Driver Ojol Mengeluh Kena Dampak Corona, Jokowi: Tak Perlu Khawatir

Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Ekonomi China Anjlok Beri ‘Shock’ ke RI

Ekonomi

Bank Dunia Kembali Mengucurkan Pinjaman Senilai USD 300 Juta atau Hampir Rp 5 triliun

Ekonomi

Menko Luhut Sebut Penting Bangun Hubungan Ekonomi dengan China

Ekonomi

Harga Minyak Mentah Anjlok Gila-gilaan, BBM Kenapa Tidak Turun?

Ekonomi

Corona Munculkan Lonjakan Pengangguran Terparah
Pemerintah Siapkan Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Redam Imbas Corona, Pemerintah Siapkan Semacam Insentif Bagi Petani

Ekonomi

Dampak Corona, Utang BUMN Jatuh Tempo Bikin Erick Thohir Cemas