Home / Islam

Kamis, 8 Agustus 2019 - 02:13 WIB

Mengapa Jasad Nabi, Sahabat dan Para Syuhada Tetap Harum? Ini Jawabannya

BERITAWAJO.COM – Mengapa jasad Nabi saw, sahabat dan para syuhada yaitu orang wafat karena syahid di jalan Allah, tidak membusuk dan tetap harum semerbak? Berikut jawabannya.

Suatu hari sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu sedang jasadmu telah lapuk (remuk)”

Maka dia bersabda, “Sesungguhnya Allah swt mengharamkan (binatang) tanah memakan jasad para Nabi saw.” (Riwayat AnNasa’I dan Ibnu Majah)

Dari keterangan hadis tersebut, maka Abdul Hamid Al Qudhah pun mencoba meneiti. Hasilnya telah ditulis dalam buku Al-Mikrubat wa Karamatusy Syuhada (Jasad Syuhada Tak Membusuk).

Dalam bukunya ia menuliskan bahwa hal ini berkaitan dengan kepatuhan sel mikroba kepada Allah. Allah­lah yang telah membuat sel mikroba dan Dia pula yang berhak memerintahkan apapun pada makhluk pengurai tersebut.

Di Masjid Al-Mujahidin kampus UNY, sebuah buku “The Miracle of Shaheed” telah dibedah oleh Dr Wahyu dimana dalam pembahasan tersebut dikupas tuntas tentang bagaimana jasad orang yang meninggal dunia terurai.

Dalam penjelasannya diketahui bahwa jasad makhluk hidup yang telah mati akan melalui proses dekomposisi atau pembusuk. Ini terjadi alasannya proses autolis dan aktiviti mikroorganisme.

Lebih lanjut diterangkan bahwa dalam waktu lima hari jasad tersebut akan mulai membusuk dimana terjadi pula penggelembungan pada kawasan perut dan scrotum.

Pembusukan tersebut terjadi oleh sejumlah sel  mikroba yang mengerubuti dan bertugas untuk menguraikan jasad manusia yang telah meninggal.

Meski begitu, Allah pula yang berhak menghentikan para mikroba untuk memakan jasad para Nabi saw, sahabat, dan para  Syuhada bahkan orang yang hafidz Alquran dikarenakan kedudukan mereka yang mulia di sisi Allah.

Inilah alasan mengapa jasad Nabi saw, sahabat dan para syuhada yaitu orang wafat karena syahid di jalan Allah, tidak membusuk dan tetap harum semerbak.

Semoga keterangan tersebut memperlihatkan kita keyakinan bahwa hanya Allah­lah yang berkuasa memilih segala yang mustahil dalam pikiran manusia.

Dengan begitu kita tidak mengkultuskan secara berlebihan akan jasad dari Nabi, Syuhada dan orang­-orang yang shaleh tersebut. Bahkan harusnya kita mengikuti amalan dan jejak langkah usaha mereka

Share :

Baca Juga

Beredar Pesan Berantai Whatsapp dari Ustadz Abdul Somad

Islam

Beredar Pesan Berantai Whatsapp dari Ustadz Abdul Somad yang Isinya Terkait Virus Corona

Islam

Cegah Covid-19, Ini Saran Gus Baha

Islam

UAS: Salah Satu Hikmah Wabah Corona, Rumah Makan Muslim Banjir Pengunjung

Islam

Benarkah Dana Haji Nganggur Dipakai untuk Hal Lain di Tengah Pandemi?

Islam

Dosen Katolik Ini Akui Kebenaran Nabi Muhammad saw soal Mencegah Corona

Islam

MUI: Tak Ada Perintah Melarang Shalat Jumat Karena Virus Corona. Itu Pelintir!

Islam

Rahasiakan Tes Swab, Pasien Positif Covid-19 Malah Shalat Tarawih Berjemaah, Warga Tak Ada yang Tahu

Islam

Arwah Manusia yang Meninggal Gentayangan atau Bagaimana?