Home / Nasional

Sabtu, 28 Desember 2019 - 09:00 WIB

Menelusuri Gua Tempat Lukisan Kuno (1)

BERITAWAJO.COM, Dikelilingi Tambang, Untung Bertahan

Gua Bulu Sipong, kini jadi perbincangan. Di sanalah ditemukan lukisan tertua di Indonesia, bahkan di Asia.


BULU SIPONG

SAKINAH FITRIANTI Pangkep

HASIL penelitian kolaboratif arkeolog Indonesia-Australia menetapkan lukisan di Gua Bulu Sipong IV menjadi lukisan figuratif tertua di dunia. Umur mencapai 44 ribu tahun yang lalu.

Menyusuri jalan menuju gua di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Pangkep, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Dari Tugu Bambu Runcing, Kecamatan Pangkajene (ibu kota Pangkep), yang jadi ikon Pangkep.

Kita akan berpapasan dengan truk-truk sepanjang jalan menuju lokasi gua. Lokasinya memang berada di belakang Kantor Pusat PT Semen Tonasa. Jalan raya itu pun dibangun untuk jalur truk-truk pengangkut semen dan material lainnya.

Tepat di depan pintu masuk kawasan cagar, dijumpai tulisan arah panah: “1 Km, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel, Gua Prasejarah Bulu Sipong”. Sebelum masuk di pagarnya pun tertulis “Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong PT Semen Tonasa”.

Belum diaspal. Jalannya masih batuan dan tanah liat. Maklum saja, sehari-hari jalan ini juga jadi jalur pengangkut material semen ke atas karst yang menjadi lokasi tambang Semen Tonasa. Deretan gunung batu kapur terlihat jelas dari arah masuk Taman Kehati ini.

Aktivitas truk yang naik ke gunung karst itu pun tampak lalu lalang. Di lahan seluas 31,64 hektare inilah kawasan Taman Kehati Geopark yang melintas sepanjang wilayah Minasatene. Sebelum masuk ke lokasi gua, terlebih dahulu petugas memberi arahan.

Mereka merupakan petugas penjaga, gabungan dari PT Semen Tonasa dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel. Mereka meyampaikan, sepanjang jalan menuju ke gua masih banyak binatang buas yang kerap melintas. Mulai kera, hingga babi hutan.

Akhirnya untuk demi keamanan, penulis pun diantar langsung Manager Reklamasi Semen Tonasa, Abdul Rasak bersama petugas BPCB. Masuk ke lokasi gua, kami menumpang mobil jenis offroad. Humas Pemkab Pangkep, Rudi Amrullah ikut dalam mobil itu.

Mobil melaju di jalan bebatuan kecil dan tanah liat yang basah. Hujan baru saja reda. Tingkat kemiringan dan tanjakan-turunan jalan landai, memang sebaiknya memakai mobil jenis offroad untuk ke lokasi ini.

Sepanjang jalan ditumbuhi pepohonan. Di sisi kiri ada danau bekas galian yang disulap menjadi kolam ikan nila. Namun, tetap saja ada biawak dan jenis mamalia lain di danau itu, sehingga tidak diperkenankan untuk memancing.

Pohon-pohon di dalam taman ini pun telah diidentifikasi sehingga ada kertas yang melingkar di tiap batang bertuliskan namanya masing-masing.

“Di sini masih banyak hewan-hewan (liar). Kera sering tiba-tiba keluar segerombolan. Mereka hidup di dalam gunung. Kita tidak bisa juga tangkap atau tahan, mereka dilindungi,” urai Rasak, pekan lalu.

“Jadi orang yang masuk ke sini harus hati-hati. Binatang buas masih ada di dalam gunung,” sambungnya.

Tak lama kemudian mobil berhenti. Rupanya harus berjalan kaki untuk masuk lebih dekat ke gua. Dari bawah sudah terlihat tangga bercat putih untuk memanjat lokasi gua.

Ada sembilan gua di Bulu Sipong ini. Bulu Sipong dalam bahasa Bugis berarti gunung satu. Memang ternyata, Bulu Sipong ini menjulang sebuah gunung. Tak ada deretan di kanan-kirinya, hanya berjarak 800 meter deretan karst menjulang, tetapi tak satu deret dengan Bulu Sipong.

Padahal gugusan karst Pangkep ini termasuk sebagai gugusan karst terpanjang kedua di dunia, setelah China. Karst ini berderet dari Maros ke Pangkep, tetapi Bulu Sipong tak masuk dalam satu deret itu.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Share :

Baca Juga

Nasional

Tertidur Dibacakan Mantra Habib Husein Alatas, Hasil Visum Ada Robek di Bagian Itu

Nasional

Kebijakan Bersifat Maksiat Friendly, Sekum FPI Munarman Minta Anies Segera Bertobat

Nasional

Jumince Sabneno Dibunuh Pacar Raymundus, Ini Motifnya

Nasional

Pansus Hak Angket Jiwasraya, PKS Setuju Usul Demokrat

Nasional

Yasinan Dan Masalah Umat Islam Indonesia

Nasional

Telanjangi dan Perkosa ABG, 3 Pemain Bola Dituntut Penjara Total 118 Tahun

Nasional

Kaos Dakwah Islami Muslim Gaul Keren

Nasional

Kepastian Jakarta Lockdown Dibahas Hari Ini di Kantor Luhut