Home / Opini

Rabu, 27 November 2019 - 00:36 WIB

Mempertanyakan Kebenaran Sebuah Agama

Kenapa Setiap Agama Memiliki Kitab Suci?

Karena itulah sumber utama warta dari keimanan mereka. Tanpa kitab suci, tak mungkin agama mempunyai ajarannya dikala ini. Dari kitab sucinyalah sumber anutan agamanya.
Maka di sinilah bahwasanya titik utama kebenaran sebuah agama sanggup dipertanyakan.

Apa yang sanggup dipertanyakan?

Agama-agama besar dikala ini, kitab sucinya berasal dari zaman lampau lebih dari 1000 tahun. Bagaimana pemeluk agama sanggup yakin bahwa apa yang tertulis dalamnya tidak terjadi perubahan sama sekali (alias masih asli)?
Benarkah isi dari kitab suci agama ini masih sesuai dengan apa yang diajarkan oleh pendirinya?
Apakah tidak ada perubahan sedikitpun yang dilakukan oleh pengikutnya selama 1000 tahun lebih, baik itu alasannya yaitu kesalahan menulis, kesalahan maksud interpretasi, atau bahkan alasannya yaitu unsur-unsur politis pengikutnya?
Bahkan salinan buku yang berumur tidak lebih dari 100 tahun saja sanggup terjadi kesalahan, bagaimana mungkin sebuah kitab sanggup terjaga keasliannya selama 1000 tahun lebih?

Jawaban Seorang Muslim

Kitab suci Umat Islam yaitu AlQuran. Umat Islam menjaga keaslian AlQuran dengan dua jalan yang saling berkaitan yaitu dengan cara Hafalan dan Tulisan. Di satu sisi firman Tuhan ditulis dalam lembaran dan di sisi lain para muslim menghafalnya. Ini telah berlangsung semenjak masa awal dan terus berlanjut sampai sekarang. Adakah metode menyerupai ini yang diterapkan di agama lain selama 1000 tahun lebih?
Apakah ada metode lain selain hafalan+tulisan untuk menjaga keaslian sebuah goresan pena yang berjumlah ribuan kalimat?
Tanpa adanya hafalan+tulisan bagaimana kita sanggup percaya bahwa isi anutan sebuah kitab suci masih sama dengan apa yang diajarkan pada 10 kurun silam?
Selain itu, isi AlQuran yang berkaitan dengan persoalan Alam ini pun terbukti sesuai dengan temuan dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Salah satunya yaitu persoalan perihal perkembangan janin manusia. Dalam surat Al-mu’minun ayat 12-14, Tuhan berfirman dan menjelaskan perihal bagaimana proses penciptaan manusia. Isi dari ayat ini ternyata sesuai dengan temuan Ilmu Pengetahuan Alam pada dekade terakhir ini, padahal ayat ini berasal dari kurun 7 masehi dimana sangat mustahil insan waktu itu mengetahui perihal proses penciptaan insan di dalam rahim ini. wallahu a’lam.
Baca  Ukir Kembali Kejayaan Islam, Jangan Hanya Besar Hati Masa Lalu

Share :

Baca Juga

Opini

Mengintip Keadilan Sistem Islam

Opini

5 Teori Konspirasi Virus Corona yang Menggemparkan

Opini

Cara Praktis One Day One Juz Sendirian

Opini

Makar Itu Pakai Militer, Bukan Pakai Dosen dan Mahasiswa

Opini

Istana Krisis, Prabowo Tawarkan Kepemimpinan Baru

Opini

Gak Nyangka, Tiba-tiba Menhan Prabowo Bantu Jualan di Twitter

Opini

Kenapa Presiden Erdogan Bertahan dan Disukai Rakyatnya?

Opini

Pandemik Corona; Megawati dan PDIP Jangan Jadi Penonton