Home / Hukum

Senin, 13 April 2020 - 11:51 WIB

Mau Beri Bantuan ke Driver Ojol, Perlu Koordinasi Aparat untuk Menjaga Terjadinya Kerumunan

Hukum – Polda Metro Jaya mengimbau warga yang hendak memberi bantuan kepada pengemudi ojek online (ojol) di wilayah hukumnya agar bisa lebih dulu berkoordinasi dengan aparat keamanan. Ini demi meminimalisir adanya kegiatan yang berujung pada kerumunan massa, sesuatu yang tidak boleh terjadi demi mencegah penularan virus corona.

“Sebaiknya, kalau mau [beri bantuan], koordinasi dengan kepolisian maupun teman-teman dari Kodam Jaya untuk bisa membantu menyalurkan, karena kita punya SOP [prosedur] yang ada,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin 13 April 2020.

Baca  49 TKA Tiongkok Masuk ke Indonesia, Yasonna: Tidak Ada yang Dilanggar

Yusri mengaku pihaknya akan memberikan imbauan kepada masyarakat yang tetap ingin membagikan bantuan secara mandiri karena telah mengumpulkan massa. Dia berharap masyarakat bisa memaklumi hal ini agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sudah banyak dari orang-orang punya lebih banyak minta bantuan ke kita. Polisi sama, membuat hal yang sama, ada yang menyalurkan lewat sini, ada yang minta pengamanan dari kita, karena kita gunakan SOP [Prosedur Operasional Standar] yang ada dengan cara door to door, tidak mengumpulkan massa,” kata dia.

Baca  Fahira Idris Akan Melaporkan Balik Muanas Alaidid ke Polisi

Lebih lanjut, dia mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan masyarakat hingga ke tingkat RT. Semua ini dilakukan guna memudahkan pembagian bantuan tanpa mengumpulkan massa. Maka dari itu, polisi berharap kegiatan pembagian bantuan tidak lagi mengumpulkan massa dalam jumlah banyak ke depannya. Sebab tak bisa dipungkiri ada SOP yang harus diikuti oleh masyarakat agar terhindar dari penularan virus corona atau covid-19.

Baca  Digugat Pengelola Mal, Anies Baswedan Menang di MA

“Kita berkoordinasi dengan perangkat RT yang ada dan kita kasih ke rumah masing-masing sebagai bentuk menghindari interaksi kerumunan massa. Harapan kami pengiriman barang-barang bantuan ini kalau bisa dengan door to door, tidak melibatkan masyarakat banyak, karena physical distancing yang kita kedepankan di sini,” lanjut Kabid Humas. (Viva)

 

 

Share :

Baca Juga

Hukum

Ternyata Wakapolri Hadir di Pesta Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana

Hukum

Terungkap Eks Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana, Ternyata Anak Jenderal

Hukum

Polisi: Ada Tersangka Perempuan di Kasus Bully Penjual Jalangkote di Sulsel

Hukum

Dipecat Jokowi, Eks Komisioner KPU Evi Novida Gugat ke PTUN

Hukum

Digugat Pengelola Mal, Anies Baswedan Menang di MA

Hukum

Penindakan KPK Dikuasai Kader Polisi, Ini Kritik Hehamahua

Hukum

Viral Tweet Kocak Acara Penggeledahan KPK dari Netizen

Hukum

Cegah Corona di Penjara, Yasonna Usul Bebaskan 300 Napi Korupsi di Atas 60 Tahun