Home / Hukum

Senin, 13 April 2020 - 11:51 WIB

Mau Beri Bantuan ke Driver Ojol, Perlu Koordinasi Aparat untuk Menjaga Terjadinya Kerumunan

Hukum – Polda Metro Jaya mengimbau warga yang hendak memberi bantuan kepada pengemudi ojek online (ojol) di wilayah hukumnya agar bisa lebih dulu berkoordinasi dengan aparat keamanan. Ini demi meminimalisir adanya kegiatan yang berujung pada kerumunan massa, sesuatu yang tidak boleh terjadi demi mencegah penularan virus corona.

“Sebaiknya, kalau mau [beri bantuan], koordinasi dengan kepolisian maupun teman-teman dari Kodam Jaya untuk bisa membantu menyalurkan, karena kita punya SOP [prosedur] yang ada,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin 13 April 2020.

Baca  Pandemi Covid-19, Konspirasi atau Bukan?

Yusri mengaku pihaknya akan memberikan imbauan kepada masyarakat yang tetap ingin membagikan bantuan secara mandiri karena telah mengumpulkan massa. Dia berharap masyarakat bisa memaklumi hal ini agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sudah banyak dari orang-orang punya lebih banyak minta bantuan ke kita. Polisi sama, membuat hal yang sama, ada yang menyalurkan lewat sini, ada yang minta pengamanan dari kita, karena kita gunakan SOP [Prosedur Operasional Standar] yang ada dengan cara door to door, tidak mengumpulkan massa,” kata dia.

Baca  Waduh! 5 Kebiasaan Ini Ternyata Memudahkan Virus Corona Masuk

Lebih lanjut, dia mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan masyarakat hingga ke tingkat RT. Semua ini dilakukan guna memudahkan pembagian bantuan tanpa mengumpulkan massa. Maka dari itu, polisi berharap kegiatan pembagian bantuan tidak lagi mengumpulkan massa dalam jumlah banyak ke depannya. Sebab tak bisa dipungkiri ada SOP yang harus diikuti oleh masyarakat agar terhindar dari penularan virus corona atau covid-19.

Baca  Terungkap Eks Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana, Ternyata Anak Jenderal

“Kita berkoordinasi dengan perangkat RT yang ada dan kita kasih ke rumah masing-masing sebagai bentuk menghindari interaksi kerumunan massa. Harapan kami pengiriman barang-barang bantuan ini kalau bisa dengan door to door, tidak melibatkan masyarakat banyak, karena physical distancing yang kita kedepankan di sini,” lanjut Kabid Humas. (Viva)

 

 

Share :

Baca Juga

Hukum

Diduga Hina Lagu ‘Aisyah Istri Rasullah’, YouTuber Ini Jadi Tersangka

Hukum

Bikin Prank Kejang-kejang Kena Corona, Wanita di Bone Sulsel Ditetapkan Jadi Tersangka

Hukum

Viral Tweet Kocak Acara Penggeledahan KPK dari Netizen

Hukum

Romi Sebut Punya PR Jadi Imam Tarawih Usai Bebas dari Penjara

Hukum

Meski Sudah Bisa Bebas, Bahar Smith Menolak Karena Tidak Mau Dianggap Utang Budi pada Rezim Zalim

Hukum

KPK Soroti Kinerja Anies Baswedan, Kok Bisa?

Hukum

KPK Mulai Berpikir Sidangkan Kasus Harun Masiku tanpa Harun Masiku

Hukum

Sejumlah Tokoh Dan Pakar Hukum Bakal Gugat Perppu Corona Ke MK