Home / Islam

Rabu, 7 Agustus 2019 - 20:33 WIB

Masya Allah, Ini Waktu Terbaik Bersedekah; Pahami dan Amalkan!

Ilustrasi bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Selain bernilai pahala, memperlihatkan sedekah juga mempunyai beberapa keutamaan bagi mereka yang mengamalkannya. Bahkan banyak kisah tentang orang yang bersedekah karena sangat berharga di sisi Allah swt.

Setiap kaum muslimin hendaknya senantiasa berinfak lantaran di dalam harta yang diperolehnya tersebut terselip hak dari orang lain yang membutuhkan.

Itulah sebabnya, banyak orang yang berlomba-lomba untuk berinfak setiap waktu. Meskipun rajin berinfak setiap waktunya. Namun, tidak semua sedekah itu bernilai afdol atau utama.

Lalu kapankah waktu yang paling baik untuk bersedekah? Berikut ini klarifikasi Rasulullah saw mengenai waktu sedekah yang paling baik.

“Seseorang bertanya kepada Nabi saw: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kamu masih dalam keadaan sehat lagi untung, kamu sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kamu tunda hingga ruh sudah hingga di kerongkongan, kamu gres berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhari)

Dari hadis di atas sanggup diambil kesimpulan bahwa sedekah yang paling utama itu ada empat, antara lain:

1. Dalam Keadaan Sehat dan untung 

Waktu sedekah paling utama yaitu ketika orang tersebut dalam keadaan sehat lagi loba yakni sangat berambisi mengejar laba duniawi.

Hal ini bisa diartikan ia masih muda dan masa depan hidupnya dihiasi dengan beraneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seseorang yang sukses dalam karir dan bisnisnya.

Biasanya dalam mencapai impian tersebut, orang-orang ini akan merasa sangat sulit dan malas mengeluarkan hartanya untuk bersedekah.

Hal tersebut dikarenakan semua harta yang miliki ia pusatkan dan curahkan untuk modal mencapai kesuksesan yang diinginkannya tersebut.

Akan ada banyak alasan yang terucap jikalau disuruh berinfak dalam waktu ini. Salah satu dalihnya yakni untuk berinvestasi.

Itulah penyebab mengapa mereka menunda-nunda niat berinfak dengan harta yang dimiliki. Maka berinfak dalam waktu ini menjadi waktu yang paling utama untuk dilakukan semoga menghindarkan mereka dari sifat kikir.

2. Dalam Keadaan Sangat ingin Menjadi Kaya 

Waktu utama kedua untuk berinfak yakni ketika dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya.

Rasulullah saw seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya.

Orang yang sedang berambisi menjadi kaya kemudian ia berinfak maka ia merupakan tipe orang yang tidak ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri namun juga menyebarkan dengan orang lain yang membutuhkan. Ia juga akan terhindar dari sifat tamak menyerupai halnya Qarun.

Qarun merupakan tokoh kaya yang hidup pada zaman dahulu yang merasa bahwa harta yang diperoleh berasal dari keringat dan kerja kerasnya sendiri tanpa pernah mengaitkannya dengan Allah swt.

Firman Allah yang artinya: “Qarun berkata: “Sesungguhnya saya hanya diberi harta itu, lantaran ilmu yang ada padaku”.(QS Al-Qshshash ayat 78)

Maka, ketika seseorang ingin menjadi kaya, dan ia rajin berinfak maka ia akan lebih merasa ketenangan dalam dirinya lantaran senantiasa mengingat Allah dan mengamalkan perintah-Nya untuk membantu sesama.

3. Keadaan Sangat Khawatir Menjadi Miskin 

Waktu yang ketiga yaitu ketika si pemberi sedekah berada dalam kondisi sangat khawatir menjadi miskin. Namun, bagi kaum beriman walaupun perasaan yang demikian menghinggapinya ia tidak pernah ragu untuk bersedekah.

Hal ini menjadi wujud bahwa orang tersebut senantiasa bertawakal kepada Allah dalam keadaan apapun. Ia menyadari bahwa jikalau Allah menghendaki maka ia sanggup saja jadi miskin atau kaya dalam sekejap.

Orang yang menyerupai ini sudah menyebabkan sedekah sebagai salah satu aksara penting di dalam keseluruhan sifat dirinya.

Persis gambarannya menyerupai orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an: ”… yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134) 4.

Jangan bersedekah saat terakhir yakni tidak dalam keadaan menjelang kematian. Rasulullah saw sangat mewanti-wanti umatnya jangan bersedekah ketika kematian sudah dekat. Karena hal yang demikian ini bukan lagi dikatakan sedekah melainkan harta waris.

Selain itu, melaksanakan sedekah ketika janjkematian sudah bersahabat berarti bahwa ia dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain.

Itulah sebabnya Rasulullah lebih menghargai orang yang masih muda dan sehat untuk berinfak dari pada orang yang sudah renta dan menjelang kematian 

Setelah mengetahui hal ini, ada baiknya sebagai kaum muslimin kita melaksanakan amalan tersebut semoga Allah senantiasa memperlihatkan pemberian dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Share :

Baca Juga

Islam

Anggota DPR Usul Dana Haji Dipakai Tangani Corona

Islam

Demi Keselamatan Jamaah, Menyentuh Ka’bah Dilarang, dan Jalur Sai Juga Terancam Akan Ditutup

Islam

MUI Bahas Fatwa Shalat Tanpa Wudhu dan Tayamum bagi Petugas Medis yang Tangani Corona

Islam

Kiamat 15 Ramadhan 2020? Ini Jawaban Ustad Abdul Somad

Islam

MUI: Tak Ada Perintah Melarang Shalat Jumat Karena Virus Corona. Itu Pelintir!

Islam

Ternyata Mukjizat Terbelahnya Bulan Juga Disaksikan Bangsa Maya Dan India

Islam

Fatwa MUI Terkait Wabah Corona, Ternyata Perintah Langsung dari Wakil Presiden, Ma’ruf Amin

Islam

Inilah Makna Ikhlas yang Tersembunyi dalam Surah Al-Ikhlas. Tidak Banyak Orang Mengetahuinya