Home / Hukum

Jumat, 6 Maret 2020 - 08:15 WIB

Massa FPI, GNPF dan PA 212; “India Teroris”

BERITAWAJO.COM – Massa gabungan dari Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) hingga Persaudaraan Alumni (PA) 212 sudah berdatangan di depan kantor Kedubes India. Massa memenuhi sebagian ruas Jl Rasuna Said, sehingga lalu lintas ke arah Menteng mengalami kemacetan.

Pantauan di lokasi, Jumat (6/3/2020) pukul 13.50 WIB, ruas Jalan Rasuna Said arah ke Menteng sudah dipenuhi massa aksi. Hanya tersisa satu lajur jalan yang bisa dilintasi oleh kendaraan.

Massa sebagian besar berpakaian putih-putih. Beberapa di antaranya membawa spanduk bertulisan lafaz ‘Laa Illaha Illallah’, poster ‘Modi is Terorist”, dan ada pula yang membawa poster ‘Save for Moslems India’.

“India teroris,” terdengar teriakan seorang peserta aksi.

Aksi unjuk rasa ini merupakan protes massa akan aksi kekerasan terhadap muslim di India. Massa membawa sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut.

“Kita tahu penguasa India ini adalah penguasa yang buruk. Maka kita hadir di Kedubes India,” ujar Ketua GNPF Ulama Bogor Ustaz Dani di atas mobil komando.

Ustaz Dani mendesak India untuk menghentikan kekerasan terhadap muslim di India.

“Kita hadir supaya mereka menghentikan diskriminasi, kriminaliasi, supaya apa, supaya negerinya tidak diazab Allah swt,” kata Dani lagi yang kemudian disambut teriakan takbir.

Sumber

Share :

Baca Juga

Hukum

Koruptor Rp 477 M Dipenjara 2 Tahun, yang Korupsi Rp 30 Juta Dipenjara 4 Tahun

Hukum

Jokowi Digugat Pedagang UMKM Rp 10 Miliar, Ngabalin: Minta Sana Sama Corona

Hukum

Sudah 7 Jam Diperiksa di Bareskrim, Said Didu Belum Muncul: Ada Apa Nih?

Hukum

KPK Soroti Kinerja Anies Baswedan, Kok Bisa?

Hukum

Digugat Pengelola Mal, Anies Baswedan Menang di MA

Hukum

Terungkap Eks Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana, Ternyata Anak Jenderal

Hukum

Meski Sudah Bisa Bebas, Bahar Smith Menolak Karena Tidak Mau Dianggap Utang Budi pada Rezim Zalim

Hukum

OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Siapa Sosok Politikus yang Dicokok KPK?