Home / Nasional

Jumat, 8 Mei 2020 - 16:19 WIB

Mahfud Sebut Beda Data Corona karena Pemda Telat Lapor

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan perbedaan data jumlah pasien terpapar virus corona (Covid-19) antara pusat dan daerah disebabkan pemda lambat melaporkan temuan pasien terinfeksi.

“Pemda itu sering telat melaporkan karena belum selesai pemeriksaan pasien. Pemerintah pusat itu mengumumkannya setiap jam sekian, nah di daerah itu kadang belum masuk datanya, sehingga besoknya berubah, terjadi revisi,” kata Mahfud saat menggelar Rapat Kerja Komite I DPD secara daring, Jumat (8/5).

Mahfud menambahkan daerah pun kerap salah menginput pasien PDP menjadi positif. Kesalahan input, kata Mahfud, bisa disebabkan oleh perbedaan hasil tes.

Baca  Mahfud: Sembarang Orang Hanya Karena Bisa Ngelucu, Bisa Cerita Horor, Dijadikan Da'i

Menurutnya virus corona unik. Seseorang yang menjalani tes di satu tempat dapat dinyatakan bersih, namun saat dites di lain kesempatan justru hasilnya positif.

“Kemarin dikatakan positif ternyata besoknya enggak. Yang begitu yang sering menimbulkan kesimpangsiuran data,” kata dia.

Masalah harmonisasi data pasien terpapar corona, diakui Mahfud masih terjadi. Meski begitu dia memastikan pemerintah terus berupaya memperbaiki perbedaan data karena telat input tersebut.

“Pembetulan segera dilakukan, sehingga bukan tidak terjadi koordinasi,” kata dia.

Baca  Cegah Penyebaran Corona, Sandiaga Canangkan Gerakan Nasional Masker

Data nasional wabah virus corona per Jumat ini mencatat ada 12.776 kasus positif. Dari jumlah itu terdapat 930 orang meninggal dunia dan 2.381 orang dinyatakan sembuh.

Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 244.480 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 29.087 orang.

Dari data tersebut, jumlah ODP hari ini meningkat sebanyak 1.025 orang dibanding Kamis (7/5) dan jumlah PDP meningkat sebanyak 579 orang.

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan bahwa wabah virus corona di Indonesia akan mulai mereda pada Juni hingga Juli mendatang.

Baca  Tepis Pernyataan Menlu Retno Soal ABK Dilarung ke Laut, Keluarga: Tak Ada yang Minta Izin

Menurut dia, untuk merealisasikan hasil perhitungan tersebut, patuh dan disiplin masyarakat dalam menaati protokol kesehatan adalah faktor kunci.

“Optimisme kita untuk meredakan wabah covid-19 di bulan Juni, Juli adalah tantangan kita bersama, karena kuncinya adalah kita semua untuk disiplin dan patuh tetap di rumah, tidak bepergian dan mudik, cuci tangan dengan sabun, selalu gunakan masker,” kata dia saat memberi keterangan pers di Graha BNPB. (tst/wis)

Share :

Baca Juga

Terima 500 TKA China

Nasional

Fadli Zon Semprot Kemenaker Terima 500 TKA China: Negara Ini Milik Siapa?

Nasional

Besok Front Pembela Islam (FPI), GNPF, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 Akan Demo, Surat pemberitahuan Sudah Sampai

Nasional

Kritik Penanganan Corona, Faisal Basri: Komandannya Luhut atau Siapa?
Rincian THR PNS Eselon III ke Bawah

Nasional

Ini Rincian THR PNS Eselon III ke Bawah Setelah Dipotong Beberapa Persen

Nasional

Yusril Minta Indonesia Segera Lockdown: Corona Makin Parah Jika Telat Dilakukan

Nasional

Umpat FPI, Ade Armando Bakal Dilapor ke Bareskrim

Nasional

Rizal Ramli Menangis, Minta Pak Jokowi Hentikan Proyek Ibu Kota Baru

Nasional

Inilah Fakta Sejarah Asal Mula Masuknya Orang-Orang Yahudi di Palestina Sampai Terbentuknya Negara Israel