Home / Nasional

Rabu, 18 Maret 2020 - 05:38 WIB

Lockdown, Anda Siap? Ini Syaratnya, Berat!

BERITAWAJO.COM – Saat wabah corona diputuskan menjadi pandemi oleh WHO, banyak negara telah mengambil keputusan lockdown. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Siapkah masyarakat jika diputuskan lockdown? Siap tidaknya tentu bergantung dari syarat lockdown iu sendiri

Muhammad Edhie Purnawan, salah seorang ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan pendapatnya mengenai syarat lockdown.

Menurut Edhie, lockdown tidak serta merta dilakukan. Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan jika Indonesia memutuskan lockdown atau mengunci/isolasi wilayah.

Pertama, kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi. Dia memberikan contoh, jika lockdown dilakukan dengan durasi dua minggu, maka kebutuhan dasar masyarakat selama dua minggu itu tersedia dan cukup dari hari ke hari tanpa ada kemungkinan kelangkaan di pasar.

Baca  UAS tentang Habib Bahar: Boleh Kau Cabik-cabik Dagingku...Tapi Jiwaku Tak Bisa Kau Penjarakan

Bagaimana caranya? Tentu penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah, bisa mengambil opsi misalnya bekerja sama dengan pengusaha secara maksimal.

Negara yang melakukan hal itu, salah satunya adalah Filipina. Ketika Presiden Duterte melakukan lockdown dia bekerja sama dengan dua pengusaha besar negara tersebut, San Miguel Corporation dan Ayala Corporation untuk mengantisipasi kelangkaan penyediaan makanan.

Baca  Driver Ojol Mengeluh Kena Dampak Corona, Jokowi: Tak Perlu Khawatir

Kemudian jika melihat UU Nomor 6/2018 mengenai Karantina, persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pemerintah menetapkan status darurat kesehatan nasional dan memberlakukan karantina/isolasi, yaitu karantina rumah, karantina rumah sakit, hingga karantina wilayah.

Kedua, menjaga sektor-sektor yang mengandalkan teknologi tradisional agar tidak terkena dampak paling buruk. Jika alat transportasi publik berhenti, berarti sebagian pasar juga akan berhenti, supply makanan lalu diambil alih oleh pemerintah beserta swasta besar yang ditunjuk untuk menggantikan.

Baca  Ketum PP KB-PII: Menteri Pemberi Izin Masuknya TKA China Harus Direshuffle

Kalau Indonesia sudah siap dengan dua hal ini, maka boleh saja lockdown dilakukan. Kalau belum, maka tunggu dulu.

Meski demikian, dia juga menekankan bahwa kesehatan harus menjadi prioritas nomor satu. Kalau dilakukan lockdown, maka koordinasi dan kerja sama antara pemerintah dengan kalangan bisnis dan tentu saja dengan masyarakat secara masif harus 24 jam sehari 7 hari seminggu yang sangat wajib dilakukan untuk memastikan dampak lockdown yang minimal kepada masyarakat.

Share :

Baca Juga

Nasional

JK Sentil Jokowi: ‘Berdamai dengan Corona’ Damai Itu Kesepakatan Kedua Belah Pihak!

Nasional

Rizal Ramli Menangis, Minta Pak Jokowi Hentikan Proyek Ibu Kota Baru

Nasional

Anggaran Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI, Ini Peringatan Prabowo Subianto

Nasional

UAS Soal Tukang Bully; Dilapor Mereka Mencret!

Nasional

Kepastian Jakarta Lockdown Dibahas Hari Ini di Kantor Luhut

Nasional

THR ASN Dipotong, Pemerintah Hemat Belanja Rp 5,5 Triliun

Nasional

Ganjar Tuding PNS Tidak Punya Spirit Berbagi saat Negara dalam Kondisi Krisis, Gaji Dipotong Protes

Nasional

Mantan Suami Menhan, Ini Doa Titiek Soeharto untuk Prabowo